Produksi Jagung Sumut Ketat Jelang Swasembada

- Selasa, 27 Januari 2015 15:01 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/01/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- Produksi jagung di Sumatera Utara sedang ketat di tengah upaya Pemerintah melakukan peningkatan hasil panen untuk mengejar swasembada bahkan surplus komoditas itu pada 2017."Produksi lagi ketat karena memang belum panen sehingga harga jual juga bertahan mahal Rp2.200 per kg," kata petani di Dairi, Sumut, Romel Sembiring di Medan, Senin.Menurut Romel, harga jagung yang sebesar Rp2.200 per kg itu sudah menguntungkan meski belum maksimal.Dia menjelaskan, harga jagung baru tersebut menjanjikan kalau di kisaran Rp2.500 per kg mengingat harga pupuk dan benih semakin mahal."Harapannya, harga jangan anjlok saat masa panen seperti yang selalu terjadi. Harga murah saat masa panen itu yang selalu membuat petani kurang berminat mengembangkan jagung," katanya.Dia menjelaskan, panen jagung di Sumut baru akan mulai Maret dan April 2015.Kepala Dinas Pertanian Sumut, M Roem, mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai langkah untuk bisa  mencapai target surplus jagung Sumut tahun 2017  sebesar 888.292 ton.Sumut, kata dia, memang menjadi salah satu daerah yang diharapkan Pemerintah menjadi penyumbang surplus jagung dalam upaya target swasembada pangan Indonesia di 2017.Roem mengakui, dewasa ini Sumut  masih mengimpor jagung karena meski produksi naik terus tetapi permintaan semakin meningkat.Permintaan jagung yang meningkat itu karena produksi pakan ternak pabrikan Sumut terus naik sejalan dengan kebutuhan yang besar baik untuk penjualan di pasar lokal, provinsi lain, dan ekspor.Dia menjelaskan, kalau pada 2014 produksi jagung masih 1.116.649 ton, maka di 2015 produksi akan menjadi 1.309.912 ton dan terus naik mencapai 1.697.316 ton di tahun 2016 serta 2017 sudah sebanyak 1.776.323 ton."Dengan angka-angka itu, pada tahun 2017 diperkirakan Sumut mengalami surplus 888.292 ton," katanya. (Ant/f)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

PSMS Menangi Derby Sumatera Lawan Persiraja di Banda Aceh

Ekonomi

PDIP Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Medan Labuhan

Ekonomi

BPS: Nilai Impor Sumut Turun 5,23 Persen

Ekonomi

Medsos Rawan Informasi Tak Berimbang, Dinkes Medan Ajak Warga Percaya Media Massa

Ekonomi

Maha Sendi S Milala Ketua KORMI Kabupaten Karo 2026 - 2030

Ekonomi

Polisi GSN di Pinggiran Rel Kereta Api, Enam Orang Diamankan