Medan (SIB)- Regional Business Development Sumatera Alfaland Group Drs Herri Zulkarnain MSi mengatakan, imbas depresiasi rupiah, kunjungan konsumen ke pusat perbelanjaan di Medan menukik. Meski ada ruang pertumbuhan kebanding pada awal semester kedua 2015, tapi kenaikannya masih belum seperti diharapkan. Apalagi, ujar pria yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan itu, merunut statistik bulan yang sama tahun sebelumnya, kunjungan konsumen anjlok dan pengelola menyiasatinya dengan ragam hal termasuk mempertahankan harga jual. "Meski produk tersebut tak terlepas dari komponen impor yang otomatis harga harusnya naik, tapi pedagang tetap mempertahankan. Hal tersebut terjadi di seluruh barang elektronik dan digital terkait teknologi informasi," tandas pria familiar tersebut.Berkaitan dengan bencana yang menimpa plaza di ibu kota Sumut, Herri mengimbau pengelola plaza atau gedung bertingkat yang menjadi bagian dari konsentrasi publik memerhatikan dan memantapkan manajemen pengelolaan bencana. "Secara rutin pengelola harus mengadakan pelatihan dan simulasi menghadapi bencana. Dengan demikian, bila ada hal yang tak diinginkan maka publik bisa mengantisipasi secara dadakan dan khususnya para karyawan di plaza dimaksud dapat sigap ikut menangani bencana," tandasnya.Berbicara saat menyaksikan dan ikut kegiatan simulasi antisipasi bencana seperti gempa da kebakaran yang diadakan Millennium ICT Center, Rabu (26/8), Herri bilang, simulasi yang diadakan untuk kedua kali dalam rentang tiga bulan terakhir itu melibatkan ragam lapisan karyawan, termasuk unsur pimpinan. "Kegiatan berkala dimaksudkan seperti ini, mulai simulasi gempa bumi hingga kebakaran dalam rangka penanggulangan bencana yang dimulai dengan upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat bencana kebakaran yang sering terjadi akhir-akhir ini di kota medan," tandas pria yang juga selaku Regional Business Development Sumatera Alfaland Group yang mengelola sejumlah properti termasuk pusat perbelanjaan alat-alat digital terbesar di Sumatera tepatnya di Jl Kapten Muslim 111 tersebut.Didampingi Marketing Manager Machruzar, Operational Manager Nico H Rattu dan Herbert Sinurat, Building Service Manager S. Sumargo dan jajaran manajemen lainnya, Herri Zulkarnain mengatakan kejadian kebakaran di salah satu pusat perbelanjaan di Medan baru-baru ini membuat publik berjaga-jaga. "Simulasi yang rutin diadakan oleh Millennium ICT Center guna menciptakan rasa nyaman bagi pedagang dan para stakeholder di Millennium ICT Center ini, kami juga akan melakukan audit terhadap instalasi keamanan untuk memastikan seluruh fasilitas keamanan dapat berfungsi dengan baik seperti alat pemadam api ringan (APAR) baik jenis, kualitas, jumlah maupun penempatannya di setiap lantai, pintu tangga darurat yang kedap api dan asap hydrant di halaman depan atau belakang bangunan, sprinkler, detector asap atau panas untuk early warning system adanya bahaya kebakaran, detektor tersebut akan memicu sirene pertanda ada panas atau asap yang kemungkinan berasal dari kebakaran di gedung."Herri Zulkarnain menambahkan, dalam simulasi ini seakan-akan telah terjadi kebakaran di Lantai 1 Gedung Millennium ICT Center di saat karyawan bekerja dan pengunjung sedang berbelanja, kemudian sirine di bunyikan tanda bencana, seluruh karyawan & pengunjung di evakuasi keluar oleh Team evakuasi dan petugas Security, untuk selanjutnya harus diarahkan untuk berkumpul di satu tempat yang disebut Asssembly Point, tempat berkumpul yang lokasi di pelataran parkir utama Millennium ICT Center agar aman dari kobaran api.Dalam simulasi pun diperagakan, bagaimana tim evakuasi kemudian menyisir lokasi dan ditemukan sejumlah korban dengan berbagai luka akibat bencana tersebut, korban dibawa pada tempat yang aman dan diberikan Pertolongan Pertama (P3K), setelah dilakukan penanganan pertama kemudian menghubungi rumah sakit terdekat guna penanganan medis lanjutan. "Kesiapan ini sangat dibutuhkan oleh para penyewa dalam rangka menjaga aset aset perusahaan dan juga aset para penyewa yang ada di millennium sehingga para penyewa dan juga pemilik gedung merasa percaya terhadap pengelolaan yang dilakukan selama ini oleh manajemen Millennium ICT Center Medan!" (R9/f)