Stimulus Belum Mampu Perkuat Rupiah

- Sabtu, 12 September 2015 12:17 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/09/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- Analis Pasar Modal Gunawan Benjamin menyatakan paket kebijakan stimulus yang dikeluarkan pemerintah Jokowi sudah menyentuh akar masalah di sektor rill, namun belum mampu membuat pasar keuangan khususnya mata uang rupiah untuk bergerak menguat. “Stimulus  itu cenderung lebih berpihak kepada penyelamatan masyarakat kelas bawah yang diakibatkan oleh perlambatan ekonomi, ujar Gun kepada wartawan, Kamis sore (10/9).Ia menyebutkan,stimulus yang diterbitkan pemerintah tidak bisa membendung tekanan yang terjadi pada mata uang rupiah. Yang terjadi Kamis (10/9), rupiah terpuruk di atas level 14.300 selama sesi perdagangan.Menurutnya,kebijakan paket stimulus yang didalamnya ada memperkuat pengelolaan likuiditas rupiah, konkretnya belum diketahui secara lebih mendalam sehingga pelaku pasar lebih mengacu kepada kemampuan BI dengan melihat besaran cadangan devisa yang dimiliki. Sementara apa yang dilakukan BI memiliki keterbatasan jika berhadapan dengan apa yang terjadi dari sisi eksternal. “Ini merupakan kondisi yang sulit, dimana tekanan yang terjadi dipasar keuangan kita masih akan dibayangi oleh beragam sisi eksternal,” katanya.Untuk paket stimulus lainnya, Gunawan memberikan apresisasi positif, seperti penurunan harga gas industri serta konversi energi untuk penggunaan bahan bakar ke nelayan. Selan itu ada stimulus bagi pelaku UMKM. “Nah terkait dengan kebijakan tersebut, pemerintah sebaiknya melekukan penekanan pada  dunia perbankan agar mau menyalurkan kredit ke UMKM tersebut,” harapnya.Yang tak kalah penting,  lanjut Gunawan  perbankan tetap mampu menjaga agar potensi kredit macet atau NPL mampu ditekan. Pelaku pasar tentunya masih menanti kebijakan-kebijakan lain guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Setidaknya ada beberapa poin penting yang bisa menjadi bumper agar pertumbuhan ekonomi tidak kian terpuruk, seperti penyaluran dana desa, memberikan pinjaman lunak kepada rakyat miskin dan penurunan harga BBM. Kebijakan tersebut kita nantikan di tengah perlambatan ekonomi yang terjadi akhir-akhir ini. Sementara bagi pasar keuangan sebaiknya ada langkah konkrit untuk menambah pasokan valas di dalam negeri guna mengantisipasi kemungkinan memburuknya kondisi pasar keuangan global. Kebijakan menarik devisa dalam skema BCSA (Bilateral Currency Swap Agreement) bisa menjadi salah satunya. Kemampuan kita dalam merealisasikan hal tersebut dinanti, dan bisa menentramkan pasar,” kata Gunawan. (A2/k)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem di Tapteng dan Sekitarnya, Warga Diminta Waspada

Ekonomi

Wakapolres Sergai Raih Doktor di UINSU, Perkuat Strategi Komunikasi Polri Berbasis Ilmiah

Ekonomi

Jaksa Agung Kunker ke Sumut

Ekonomi

Pererat Sinergi TNI-Polri, Kapolsek Medang Deras Bantu Pembangunan Jembatan di Batubara

Ekonomi

Pemkab Tapteng Raih Opini Kualitas Sedang Tanpa Maladministrasi

Ekonomi

Anggaran Terbatas, Pemko Binjai Prioritaskan 8 Ruas Jalan untuk Diperbaiki