Medan (SIB) - Harga emas dunia kembali naik hingga menyentuh level 1.128 dolar AS (Amerika Serikat) per ons troynya. Sekaligus merupakan level tertinggi selama tahun ini. Tekanan harga emas yang sempat terjadi menjelang penutupan akhir tahun 2015 lalu, ternyata tidak diikuti dengan memburuknya harga emas dunia secara berkepanjangan. Walaupun potensi tekanan terhadap harga emas masih akan terlihat sepanjang tahun 2016.
“Emas dirugikan dengan kebijakan The Fed yang menaikkan suku bunga acuannya. Namun emas masih diuntungkan dengan memburuknya kinerja sejumlah bursa global seiring dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi serta terpuruknya harga minyak mentah dunia,†ujar analis pasar modal Gunawan Benyamin kepada wartawan, Jumat (29/1).
Dikatakan, di awal tahun ini, The Fed kembali urung menaikkan suku bunga acuannya. Hal inilah yang membuat emas kembali bersinar. Minimnya instrumen keuangan yang menjanjikan di pasar keuangan global membuat emas naik pamornya sebagai instrumen investasi save haven.
Namun, bagi harga emas di tingkat lokal, memang berpeluang naik. Menurut perhitungan potensi kenaikan harga emas tersebut berkisar Rp.4.000 hingga Rp.9.000 per gram. Karena meskipun harga emas dunia melonjak cukup signifikan, namun mata uang Rupiah tetap stabil bahkan dengan kecenderungan menguat.
Jumat (29/1), saja harga Rupiah terhadap dolar AS berkisar Rp. 13.750 per dolar AS. Jika mengacu kepada kurs tersebut, dan mengacu kepada harga emas dunia yang bertengger 1.115 dolar AS per ons troy. Maka kisaran harga emas murni lokal itu sekitar Rp.495.000 per gram.
“Sebenarnya peluang harga emas kembali membaik sangat terbatas. Terlebih jika Rupiah justru mampu menguat terhadap mata uang dolar AS,†ujarnya.(A2/ r)