Tapteng (SIB)- Munculnya sejumlah nama yang saat ini duduk di lembaga pemerintahan dan legislatif di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi kandidat bupati dan wakil bupati, mengundang reaksi dari rakyat terutama sejumlah kalangan yang mengkhawatirkan bahwa akan terjadi politik anggaran dan ego personal pada pelaksanaan APBD Tahun Anggaran (TA) 2016.“Boleh dikatakan kondisi di daerah ini sekarang sangat rawan terhadap penggunaan APBD TA 2016, kerena sejumlah pejabat pengambil keputusan di daerah diduga akan ikut mencalon di Pilkada. Ini harus diwaspadai dan dikawal. Penegak hukum dan rakyat harus proaktif mengawal pelaksanaan APBD-TA 2016, sebab kita tidak mau bupati terpilih nanti tersandung hukum. Akan sangat disayangkan jika uang rakyat terkuras untuk pilkada jika pemimpin yang baru terpilih dan baru dilantik, beberapa hari kemudian ditetapkan menjadi tersangka akibat tersandung penyalahgunaan APBD,†kata Ridwan SP, seorang pengamat pembangunan dan demokrasi di Pandan, Minggu (10/4).Dia juga memprediksi , pelaksanaan APBD Tapteng yang hampir bersamaan dengan pelaksanaan tahapan Pilkada di daerah itu, berpotensi menimbulkan munculnya ego personal pada penggunaan anggaran, baik di DPRD maupun di Pemkab Tapteng. “ Di kedua institusi besar ini, ploating anggaran sangat gemuk,’ kata Ridwan, seraya menyebutkan, sejumlah nama balon bupati/wakil bupati yang muncul saat ini dapat dipastikan berperan besar dalam penentuan kebijakan dan penggunaan sejumlah item APBD Tapteng TA 2016. â€Banyak cara untuk melego APBD itu untuk pencitraan seseorang, â€katanya.Beberapa sumber menyebut , saat ini muncul sejumlah nama yang berasal dari lingkungan Pemkab Tapteng dan DPRD yang akan maju menjadi calon bupati/wakil bupati di antaranya Bupati Tapteng Sukran Tanjung, Ketua DPRD Tapteng Backtiar Sibarani, Sekdakab Tapteng Hendri Susanto Tobing, Wakil Ketua DPRD Awaluddin Rao, Kadis Pertanian Dompak Simanjuntak dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Marhite Rumapea.“Mereka itu semua masih punya pengaruh besar terhadap jalannya penggunaan anggaran di pos masing masing. â€Ini yang kita khawatirkan dan perlu dikawal. Dapat dibayangkan, dana pergerakan untuk calon bupati saja membutuhkan dana miliaran rupiah. Sekarang ini pun saya dengar, sebahagian besar dari nama tersebut juga sudah melakukan gerilya politik di sebagian besar kecamatan dan desa, di sini kemungkinan terjadi kerawanan penggunaan anggaran,†sebut Ridwan lagi.Terpisah, Turman Firdaus seorang penggiat LSM di Tapteng memprediksi, penggunaan APBD Tapteng tahun 2016 diperkirakan tidak akan optimal dan tepat sasaran serta rawan diselewengkan untuk kepentingan pergerakan pilkada. “Itu hal yang kerap terjadi, apalagi saat jelang pelaksanaan pilkada, banyak pos anggaran tidak berjalan sesuai dengan subtansi program yang pro-rakyat, bahkan berpotensi diselewengkan, apalagi perhatian sudah tersita mengurusi Pilkada, †tukasnya.Sementara Sekda Tapanuli Tengah Drs. Hendri Susanto saat dikonfirmasi SIB, Minggu (10/4) mengatakan, penggunaan APBD tahun 2016 yang kebetulan bersamaan dengan tahapan pelaksanaan pilkada Tapteng tidak akan berpengaruh terhadap item-item anggaran terutama yang sudah diplot di APBD. “ Itu untuk kepentingan rakyat, mudah-mudahan Pilkada tidak akan memengaruhi kebijakan pembangunan penggunaan anggaran dan akan berjalan optimal, meskipun saat ini ada sejumlah kalangan birokrat dan legislatif yang akan mencalon di pilkada nanti,†tandas Hendri.Selain nama di atas, juga diperkirakan meramaikan bursa Calon Bupati/Wakil Bupati Tapanuli Tengah yakni Meiyati Simatupang, Timbul Pasaribu, Tunggul Sitompul dan Amin Napitupulu. Baliho mereka pun sudah bertebaran di wilayah Tapteng. (E06/c).