Dampak Awan Panas dan Hujan Lumpur Erupsi Gunung Sinabung

Ribuan Rumah Terancam Ambruk, Ribuan Hektare Kebun Jeruk, Kentang, Kopi Rusak Total

*BNPB : Dalam Waktu Dekat Masih Akan Meletus Lagi
- Senin, 13 Januari 2014 13:13 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/01/hariansib_Ribuan-Rumah-Terancam-Ambruk--Ribuan-Hektare-Kebun-Jeruk--Kentang--Kopi-Rusak-Total.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Alexander HR Ginting
Rusak : Ibu Siman Br Ginting Munthe alias Nd Sinto didampingi suaminya Sentosa Sitepu (tidak nampak), Kepala Desa Sigarang garang, Syarifuddin Sitepu (kanan) dan Jeremia Bangun alias Kebol warga Sukanalu saat melihat kebun jeruknya rusak total dan tanaman
T Karo (SIB)- Dampak erupsi gunung Sinabung yang terus-menerus menyemburkan awam panas, hujan lumpur dan debu vulkanik sampai saat ini membuat ribuan rumah warga, lost desa, gereja, mesjid dan gedung sekolah rusak dan dikawatirkan akan ambruk. Termasuk ribuan kebun jeruk, kopi, kentang dan kubis serta tanaman palawija lainnya kini rusak total dan  gagal panen.Demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD Karo Ferianta Purba SE dan Onasys Sitepu ST didampingi anggota, Masdin DT Ginting, Suranta Ginting SE kepada SIB, Minggu (12/1) di sela-sela  meninjau Desa Sukanalu, Sigarang-garang dan Namanteran yang terkena hujan lumpur sejak, Jumat (10/1) malam sampai Sabtu (11/1) dan terus terjadi sampai Minggu (12/1).Gunung berapi Sinabung  sejak tahun 2010  meletus dan berlanjut tahun 2013 sampai Januari 2014. Erupsi Sinabung terus terjadi, Warga sejumlah desa di kaki Sinabung harus dipindahkan. Bagaimana mekanismenya, sudah kita konsultasikan ke pihak Pemprovsu. Mengingat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo belum ada, justru hal itu sudah kita konsultasikan ke Pemprovsu yang sampai saat ini secara resmi sebagai penanggungjawab penanganan para pengungsi Sinabung di Tanah Karo.“Yang pasti, melalui anggaran Bantuan Daerah Bawahan (BDB) atau sekarang diganti menjadi Bantuan Keuangan Pemprovsu (BKP) 2014, biaya relokasi tempat tinggal warga khususnya di daerah zona merah bisa ditampung. Atau melalui dana tak terduga (TT) bisa. Hanya saja harus ada surat dari Pemkab Karo dan DPRD Karo. Justru saat ini, secara kelembagaan DPRD Karo tidak mengakui lagi Kena Ukur Karo Jambi Surbakti sebagai bupati Karo maka DPRD Karo mengkonsultasikan langsung ke Pemprovsu. Baru-baru ini kita sudah konsultasikan dengan staf ahli gubernur, Pak Turnip di kantor Gubernur Sumut di Medan,” ujar Masdin DT dan Suranta menambahkan didampingi Onasis Sitepu.Demikian juga kerugian yang disampaikan Sentosa Sitepu didampingi istrinya, Siman Br Ginting Munte (Nande Sinto), Kepala Desa Sigarang-garang, Syarifuddin Sitepu dan Jeremia Bangun alias Kebol warga Sukanalu, Minggu (12/1) di Namanteran, pihaknya yang memiliki kebun jeruk dan kopi di desa Sukanalu mengalami kerugian sekitar Rp5 miliar. Kebun jeruknya rusak total dan nyaris rata dengan tanah ditimpa hujan lumpur erupsi Sinabung sejak Jumat malam dan Sabtu kemarin.“Rata-rata 200 ton hasil panen jeruk setiap panen. Sejak erupsi ini, semua rusak dan tidak ada lagi harapan. Dampak kerusakan ini, kopi dan jeruk serta kerugian lainnya, kerugian saya berkisar Rp5 miliar. Kerugian ini masih keluarga saya pribadi. Belum masyarakat lainnya. Kalau secara total tidak dapat saya prediksi. Kalau secara total mungkin sudah triliun rupiah,” ujar Sentosa memprediksi.Ditambahkan Kepala Desa Sigarang-garang, dampak bencana  erupsi Sinabung di wilayahnya sangat fatal dan menyengsarakan masyarakat. Total rumah warga rusak dan terancam total ambruk. Binatang dan unggaras pun terancam mati. Daun-daun tidak ada lagi. Semua terbakar dan kayu-kayu tinggal ranting dan batang. Kalau di kaki gunung semua sudah terbakar dan rontok. Desa-desa di kaki bukit ini kini sudah desa mati. Tidak layak dihuni lagi. Ini petaka bagi masyarakat desa di kaki gunung ini. Desa Bakerah, Simacem, Sukameriah, Mardinding yang merupakan 4 desa terdekat di kaki gunung sudah lama mengungsi dan rumah-rumah warga sudah banyak ambruk dan rusak berat. Menyusul Desa Kutarayat, Kutagugung, Sigarang-garang dan Sukanalu pun menyusul jadi desa mati. Entahlah hari esok, kemungkinan desa-desa lainnya pun bakal menyusul diterpa hujan lumpur sehingga warga terpaksa mengungsi dan desa itu pun akan menyusul menjadi desa mati, jelas Syarifuddin memprediksi.Pantauan SIB, Minggu (12/1), sejak pagi hari letusan Sinabung terus terjadi bahkan hujan lumpur pun terjadi membuat desa Namanteran, Ndeskati, Gungpinto dan Kutambelin pun terkena menyusul 4 desa kemaren terkena hujan lumpur. Badan jalan mulai desa Namanteran sudah tertimbun lumpur dari erupsi Sinabung. Jalan lumpuh kembali bertambah panjang. Kemaren dari Sukanalu menuju danau Lau Kawar dan Kutarayat lumpuh akibat hujan lumpur. Hari ini mulai dari Namanteran. Jadi sudah sekitar 10 km jalan propinsi jurusan Kabanjahe-Kutarayat-batas Karo-Langkat lumpuh.Ka UPT Kabanjahe Dinas Bina Marga Pemprovsu, Simsu Bukit dikonfirmasi SIB melalui stafnya K Sitepu, Minggu (12/1) di Kabanjahe prihal upaya penanaganan jalan berlumpur jalan propinsi tersebut, tidak bisa berbuat apa-apa. Bagaimana kita buat, mulai simpang desa Sukatepu menuju Kutarayat merupakan daerah zona merah dan pihak Tanggap Darurat melarang kita melakukan apa pun di wilayah zona merah tersebut. Jadi kita tunggu. Upaya kita memperbaiki jalan itu tetap ada. Tapi masih status larangan akibat erupsi Sinabung, ujar Sitepu.Masih Akan MeletusAktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih tinggi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi Gunung Sinabung masih akan meletus dalam waktu dekat ini.Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, gempa hybrid sebagai indikator pembentukan kubah lava mengalami penurunan, namun gempa vulkanik dalam justru meningkat. Status Awas atau level IV masih ditetapkan dengan radius 5 Km dan 7 Km di sisi tenggara selatan harus kosong dari penduduk."Tremor masih menerus, sehingga diprediksikan Gunung Sinabung masih akan meletus dalam waktu dekat ini," ujar Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/1).Kemarin, lanjut Sutopo, terjadi erupsi beberapa kali dengan ketinggian 1 hingga 5 Km, disertai luncuran awan panas ke tenggara-selatan 1 hingga 4,5 Km dan ke timur 1 Km. Beberapa rumah di Desa Kutarakyat dan Namanteran rusak karena hujan pasir dan abu vulkanik. Beberapa desa di Kecamatan Namanteran terisolir karena akses jalan sulit dilalui."Debu vulkanik tebal 5 hingga 10 cm menjadi lumpur terkena hujan. Ribuan hektar lahan pertanian dan perkebunan di Karo rusak. Hujan abu hingga Medan dan sekitarnya karena terbawa angin ke timur," jelas Sutopo."Tidak ada korban jiwa dari dampak langsung erupsi Sinabung," tambahnya.Sementara itu, hingga kini pengungsi Gunung Sinabung masih terus bertambah. Hingga Sabtu sore, tercatat ada 25.516 jiwa dari 7.898 Kepala Keluarga yang tersebar di 38 titik. "Logistik mencukupi 2 hingga 7 hari ke depan. Beberapa titik pengungsian baru masih perlu tambahan logistik dan sarana. Belum bisa dipastikan hingga kapan harus terus di pengungsian," kata Sutopo.Pengungsi Jadi 7925 KK/25.605 Jiwa di 38 PoskoSampai Minggu (12/1) pukul 20.00 Wib, jumlah pengungsi Sinabung bertambah menjadi 7925 kepala keluarga atau 25.605 jiwa. Termasuk penambahan posko; selama ini  kini menjadi 38.Demikian Ketua Tanggap Darurat Posko utama pengungsi Sinabung, dr Sabrina Br Tarigan kepada SIB, Minggu (12/1) di Kabanjahe.Ditambahkan Sabrina didampingi Wakil Penanggungjawab Posko utama, Dandim 0205/TK, Letkol inf Asep Sukarna, walau hujan lumpur dari erupsi Sinabung mengenai sejumlah desa, radius 5 km tetap sebagai zona merah. Desa-desa yang terkena hujan lumpur di luar zona merah disebabkan arah angin. Jadi kalau ada mengungsi di daerah bukan di zona merah, itu inisiatif masyarakat sendiri.Ditanya SIB perihal posko-posko yang ditanggung Pemkab Karo untuk tempat pengungsian warga yang tiap hari bertambah meliputi jambur (lost) Jamburtaras, Berastagi, lost Sempajaya, Kabanjahe, lost Laugumba di Berastagi. Disinggung prihal sewanya, Sabrina belum tahu persis. “Kalau prihal pembayaran sewanya, saya belum tahu,” ujar Sabrina mantan Kadis Kesehatan Pemkab Simalungun ini menambahkan. (BR2/ detikcom/ r)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

Danrem 031/WB Brigjen TNI Agustatius Sitepu Hadiri Pertemuan Masyarakat Karo di Pekanbaru

Headlines

Bus Penumpang Tabrak Pasutri Pengendara Sepeda Motor, Satu Tewas

Headlines

Usai Diguncang Gempa Besar, Kamchatka Rusia Dihantam Erupsi Gunung Api

Headlines

Rapat Paripurna DPRD Sumut Penyampaian Ranperda RPJMD "Hujan" Interupsi Akibat Minim Kehadiran OPD

Headlines

Pengedar Sabu Diringkus Polisi di Jalan Gunung Sinabung

Headlines

Polsek Siantar Selatan Sambangi Warga di Posko Bebas Narkoba di Jalan Gunung Sinabung