Angkot, Bemo, hingga Pedati Masuk Istana Kepresidenan

- Rabu, 03 Mei 2017 09:47 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir052017/hariansib_Angkot--Bemo--hingga-Pedati-Masuk-Istana-Kepresidenan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Danu Damarjati/detikcom
Presiden Joko Widodo bersama para pegiat literasi.
Jakarta (SIB)- Pagi menjelang siang di Istana Kepresidenan, ada angkot, pedati berkepala kerbau, hingga bemo berjejer di bagian dalam. Bahkan ada pula gerobak pedagang kaki lima yang ikut masuk.Semua kendaraan yang tak lazim ada di lingkungan ring satu ini punya satu kesamaan: memuat buku-buku bacaan. Ternyata kendaraan-kendaraan ini memang masuk diundang Presiden Jokowi untuk ke Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (2/5).Gerobak hitam bertulisan 'Pustaka Bergerak Indonesia, Pedati Pustaka Bayalangu'. Pedati ini tak ditarik kerbau sungguhan, melainkan ditarik sepeda motor bebek bernomor polisi E-5675-K. Ada kepala kerbau tiruan sebagai hiasan ditempatkan di dekat atap alang-alang.Ada pula bemo ungu bertulisan 'Kutu Buku', berpelat nomor B-4-CA. Kebanyakan buku yang dimuat di belakangnya adalah buku yang yang menunjang pembelajaran anak-anak sekolah, meski ada pula buku umum. 'Belajar Bahasa Mandarin', satu buku tergeletak di dekat jok sopir.Angkot bernomor polisi D-1907-VP ada di sebelahnya. Angkot hijau juga memuat buku-buku bacaan dengan keterangan di atas rak 'Baca Buku Gratis'. Di rak yang menempel di kaca belakang bagian dalam, banyak buku umum, salah satunya berjudul 'Tuhan Tidak Perlu Dibela' karya Abdurrahman Wahid.Tak lama berselang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy datang. Dia mengenakan pakaian khas Jawa, lengkap dengan blangkon dan jarit batik. Namun ada dasi kupu-kupu dan jas yang dia kenakan. Dia kemudian masuk ke Istana Negara.Di dalam, Presiden Jokowi mengumpulkan para pemilik buku-buku dengan macam-macam moda pengangkutnya seperti yang diparkir di depan tadi. Moda-moda itu adalah alat untuk mengedarkan buku bacaan ke tengah masyarakat. Pelakunya adalah para pegiat literasi yang rela menyisihkan waktu, uang, dan tenaga untuk menyajikan buku bacaan gratis untuk masyarakat, sampai pelosok."Jumlah pegiat literasi ini ada seribu orang. Dengan tulus ikhlas mereka terpanggil, kehadiran mereka membantu kami," kata Muhadjir membuka acara silaturahmi dengan para Pegiat Literasi Inspiratif.Ada puluhan orang pegiat literasi di ruangan. Jokowi kemudian menyampaikan rasa senangnya bisa bertemu dengan pejuang pengetahuan ini."Kalau saya ke daerah-daerah, ke desa atau ke kampung, biasanya saya juga bagi-bagi buku. Tidak hanya buku-buku tulis, tapi juga cerita rakyat dan sebagainya. Sepulang acara ini, nanti saya minta Pak Menteri memberikan buku sebanyak-banyaknya (untuk para pegiat literasi)," kata Jokowi. (detikcom/d)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

DPRD Deliserdang Rekom Pemkab Bersama ATR/BPN dan PTPN Kordinasi Terkait Lahan Sertifikat Hak Pakai

Headlines

Polres Pematangsiantar Ramcek Kendaraan dan Periksa Kesehatan Sopir di Terminal Tanjung Pinggir

Headlines

Konjen Jepang Resmikan Gedung SDIT Sahabat Qur’an di Langkat

Headlines

Kakanwil Ditjenpas Sumut Tekankan Integritas dan Soliditas Pengamanan Rutan Kelas I Medan

Headlines

Resmikan Alun-alun di Tanjungmorawa, Bupati Berharap Dapat Dimanfaatkan Aktif Masyarakat

Headlines

Satlantas Polres Simalungun Intensifkan Pengecekan Kelayakan Bus Angkutan Umum