Ketua Komisi B DPRD Medan Maruli Tua Tarigan:

Mi dan Bakso di Medan Juga Berpotensi Formalin dan Boraks, Dinkes dan BBPOM Harus Peka

- Jumat, 16 Juni 2017 11:18 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir062017/hariansib_Mi-dan-Bakso-di-Medan-Juga-Berpotensi-Formalin-dan-Boraks--Dinkes-dan-BBPOM-Harus-Peka.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Maruli Tua Tarigan
Medan (SIB) -Ketua Komisi B DPRD Medan  Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Drs S Maruli Tua Tarigan ST mengatakan, tidak hanya di P Siantar ada kasus mi dan bakso mengandung formalin dan boraks. Jumlah penduduk Kota Medan jauh lebih banyak sehingga kebutuhan konsumsi mi dan bakso juga sangat besar. "Untuk menarik perhatian dan minat konsumen, penjual membanting harga murah, tapi jalan yang ditempuh mengawetkan makanan tersebut agar tahan lama. Tidak hanya mi, makanan seperti ikan basah, tahu dan daging sering diawetkan dengan formalin," kata dia kepada wartawan, Rabu (14/6) di DPRD Medan.Formalin, kata politisi Nasdem yang duduk di Fraksi Persatuan nasional (Pernas) ini menjelaskan bahwa formalin biasa digunakan untuk mengawetkan mayat dan organ-organ makhluk hidup, sebagai pembasmi hama, disinfektan dalam industri plastik dan busa serta untuk sterilisasi ruangan. Para pedagang nakal sengaja memilih formalin karena harganya yang lebih murah jika dibanding pengawet makanan yang diperbolehkan, seperti asam sorban atau natrium benzoat. Selain murah, formalin juga lebih irit, mudah digunakan karena berbentuk larutan serta mudah didapatkan di toko-toko kimia.Namun di balik kemudahan dan harga yang murah itu formalin menyimpan segudang bahaya bagi tubuh manusia. Formalin memiliki efek toksih yang sangat tinggi dan bersifat karsinogenik yang akan menyuburkan pertumbuhan sel-sel kanker. Di dalam formalin terkandung 37% formaldehid dalam air, dan bila digunakan untuk mengawetkan, ditambahkan metanol hingga 15%. Bila bahan-bahan ini masuk ke dalam tubuh manusia, maka akan berakibat fatal. Berbagai penyakit akut maupun kronis akan menyerang tubuh.Boraks adalah serbuk putih kristal yang dipakai sebagai pengawet kayu, anti septik kayu dan pengontrol kecoa. Bahaya boraks terhadap kesehatan diserap melalui usus, kulit yang rusak dan selaput lendir. Pengaruh terhadap kesehatan. Bahan ini merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus, misalnya bakso dan kerupuk. Bakso yang menggunakan boraks memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari kekenyalan bakso yang menggunakan banyak daging.Bakso yang mengandung boraks sangat renyah dan tahan lama sedang kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk, teksturnya bagus dan renyah. Sering mengonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, lemak, dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, bahkan kematian.Untuk itu kata Maruli Tua, Dinas Kesehatan Pemko Medan dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan harus peka terhadap makanan berpengawet ini. Terlebih kepada BBPOM yang tugasnya adalah mengawasi harus rajin turun ke lapangan, tidak hanya super market, tapi juga jajanan pasar, warung-warung, kafe, gerobak sorong, kaki lima dan sekolah-sekolah. "Jangan setelah ada kasus dan ada yang jatuh korban, barulah melakukan penanganan. Jangan sampai generasi muda kita jadi generasi yang berpenyakitan karena sejak balita mengkonsumsi makanan berpengawet. Apalagi sekarang Pansus DPRD Medan sedang membahas ranperda makanan halal dan higienis," ucapnya.Kepada masyarakat juga harus peduli terhadap kesehatan, makanan yang akan dibeli harus diteliti kehigienisannya. Masyarakat harus mengetahui ciri-ciri makanan yang berpengawet apalagi itu untuk kebutuhan sehari-hari seperti ikan, daging, mi, bakso dan tahu. "Mari kita peduli terhadap keluarga, konsumsilah makanan sehat, berhati-hatilah terhadap makanan berformalin dan boraks untuk kesehatan keluarga," tandasnya. (A10//l)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

Pasca Jadi Tersangka, Kadis Koperasi dan UKM Sumut Jarang Masuk Kantor

Headlines

Kasum TNI Tinjau Rehabilitasi Sekolah dan Jembatan Pascabencana di Tapteng

Headlines

Sekda Samosir Sudah Tiga Kali Diperiksa Kejari Terkait Kasus Dugaan Korupsi Bansos

Headlines

Tingkatkan Profesionalisme Personel, Polres Tanjungbalai Gelar Pelatihan Fungsi Teknis Lantas

Headlines

Wabup Tapteng Dampingi Kasum TNI Tinjau Penanganan Pemulihan Bencana di Tukka

Headlines

Kemenimipas Drop 30 Ribu Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Hari Bhakti Imigrasi