Jakarta (SIB) -Kantor DPP PPP kubu Ketua Umum Djan Faridz didatangi oleh sejumlah orang tak dikenal, Minggu (16/7) dini hari. Ada sekitar 30 orang yang mendatangi kantor tersebut."Ada sekitar 30 orang kemudian melakukan pelemparan tapi sempat adu mulut dengan yang jaga di kantor kita," kata Ketua DPP PPP Bidang Hukum dan HAM, Triana Dewi Seroja.Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB di kantor DPP PPP yang terletak di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Sejumlah orang yang datang ke kantor itu juga sempat adu mulut dengan pihak keamanan yang sedang berada di lokasi."Itu kita (pihak keamanan di kantor) sekitar 5 orang," kata Triana.Triana menuturkan sejumlah orang itu belum diketahui pasti berasal dari mana. Mengetahui kejadian tersebut, polisi langsung datang ke lokasi dan segera melerai adu mulut yang terjadi antar kedua belah pihak."Kami akan lapor supaya diusut tuntas," tuturnya.Dia juga mendapat kabar bahwa ada satu orang yang terkena pelemparan oleh sejumlah orang tak dikenal itu. Namun informasi tersebut masih perlu dicek dan didalami kebenarannya."Kena pelemparan batu, lagi dicek, saya mau cek ke lokasi PPP, sementara dugaan korbannya informasi satu. Itu baru dugaannya karena agak susah dikontak ini," terangnya.Sementara itu, Kapolsek Menteng AKBP Ronald Purba masih mendalami informasi mengenai asal dari sejumlah orang tak dikenal itu. Menurutnya, massa memang tidak terlalu banyak dan telah dibubarkan sejak pagi."Peristiwanya tadi pagi, sudah dibubarkan," imbuh Ronald.Digerakkan PPP RomiWakil ketua umum PPP Humprey Djemat menduga penggerudukan ini dilakukan oleh PPP kubu Romahurmuziy."Mereka bilang, dari kelompok angkatan muda Kakbah Romahurmuziy, tegas dia bilang begitu. Kapolsek tegas minta supaya mereka bubar, akhirnya jam tiga baru kondusif, mereka pergi," kata Humprey saat ditemui di kantor DPP PPP.Humprey menjelaskan keterangan tersebut diperoleh dari massa saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Atas dasar itu Humprey menduga Rohmahurmuziy lah yang menjadi aktor intelektual dibalik penggerudukan ini."Mereka bilang itulah makanya kita bilang aktor intelektualnya saudara Romahurmuziy sendiri. Mereka bilang kok mereka dari Romahurmuziy dan mereka memang mau mengambil alih kantor ini," jelasnya.Humprey akan melaporkan penyerangan ini ke Polda Metro Jaya. Menurutnya bukti-bukti yang mengarahkan aktor intelektual dibalik penyerangan ini sudah sangat jelas."Kita punya bukti yang kuat, saksi, polisi, sudah dilihat oleh yang jaga. Dengan dasar ini kita akan bawa ke RSCM untuk minta visum lalu kita akan lapor ke Polda Metro Jaya," ujarnya.Humprey Djemat juga mengatakan massa yang datang menggeruduk bertujuan untuk menguasai kantor DPP."Ini ketiga kalinya dengan orang yang sama. Kantor ini posisinya ada di PPP Djan Faridz, mereka mau menguasai kantor ini. Mereka sudah mencoba menaiki pagar," kata Humprey Djemat. (detikcom/q)