"Oegroseno Menjadi Polisi Untuk Mengabdi"

Wakapolri : Jangan Bangga dengan Jabatan

*Gubsu : Oegroseno Sosok yang Humanis
- Sabtu, 18 Januari 2014 08:54 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/01/hariansib_Wakapolri---Jangan-Bangga-dengan-Jabatan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Ramadhona Raja Hsb
Mengabdi : Wakapolri Komjen Pol Drs Oegroseno SH saat memberikan sambutannya kepada masyarakat Sumut dengan latar replika buku perdananya berjudul Oegroseno "Menjadi Polisi untu Mengabdi" di Hotel Santika Dyandra Medan, Jumat (17/1)
Medan (SIB)- Sebagai personil Polri, adalah suatu kebanggaan mengabdi bagi negara dan bangsa. Menjadi kebanggaan juga bagi seorang Bhayangkara Polri bila gugur dalam bertugas, sehingga dapat diingat sebagai pahlawan. Hal itu disebutkan Wakapolri Komjen Pol Drs Oegroseno dalam acara peluncuran bukunya yang berjudul “ Oegroseno Menjadi Polisi Untuk Mengabdi” di Santika Dyandra Hotel Medan, Jumat malam (17/1).Oegroseno mencontohkan,  anggota Polsek Hamparan Perak yang tewas ditembak beberapa tahun lalu merupakan pahlawan.“Setiap kali saya di Sumut, selalu mengingat anggota yang gugur selama saya menjabat Kapoldasu. Janda-janda personil Polri itu masih sering mengirim pesan kepada saya. Mereka harus kita hormati, karena mereka adalah pahlawan,” ujar Oegroseno.Mantan Kapolda Sumut ini mengatakan, dirinya selalu membawa kehidupan sebagai polisi dengan berbicara menggunakan hati nurani. Ia beranggapan, dengan berbicara menggunakan hati nurani, maka ia bicara dengan Tuhan yang ada di dalam dirinya.Mantan Kadiv Propam Mabes Polri ini menambahkan, dirinya menganalisa komunikasi Polri dengan masyarakat, sama seperti umat beragama. Itulah alasannya membuka komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat.“Makanya, bagi rekan-rekan yang susah komunikasi dengan masyarakat, berarti menganggap dirinya lebih hebat dari Tuhan,” tegas Oegroseno.Mantan Kapolda Sulteng ini berharap, setiap personil Polri jangan membanggakan jabatan, melainkan bangga dengan tugas dan pekerjaannya. “Jabatan itu adalah tanggung jawab, pencopotan jabatan adalah resiko. Jadi janganlah bangga akan jabatan, tapi banggalah dengan tugas dan pekerjaan,” harapnya. Dia menyebutkan, komunikasi merupakan kunci utama untuk menjaga situasi kondusif di Indonesia. Diyakininya, jika komunikasi dibangun, tidak akan ada lagi keributan di Indonesia.Oegroseno  lulusan terbaik kedua Akabri angkatan  1978 ini  menegaskan, disiplin diri harus dibentuk. Karena menurutnya, melalui disiplin itu, dirinya dapat berhasil menjalankan tugasnya dengan baik hingga saat ini.Putra dari Brigjen Pol Rustam Santiko ini menceritakan, ia mengetahui dari ayahnya arti dari nama Oegroseno adalah prajurit di depan yang tak kenal pamrih. Arti itu yang disadarinya selama 36 tahun berdinas, bahwa tidak salah orangtuanya memberi nama itu kepadanya.“Saya bisa pastikan, tidak seperakpun saya minta dari masyarakat yang meminta bantuan. Kalau ada yang merasa pernah dimintai uang terkait kasus, silahkan ajukan gugatan, saya akan ganti 100 kali lipat,” ujarnya  tegas.Disebutkan, salah satu alasannya berniat menjadi polisi karena dirinya sangat membenci tindakan oknum polisi yang melakukan pungutan liar (Pungli) di jalan raya. Tindakan oknum Polri yang melakukan Pungli itu lebih buruk daripada pemulung.“Saya contohkan, saat saya menjabat Kadiv Propam Polri  pernah distop karena disebut telah melanggar. Saat itu saya ditanyakan, mau ditilang atau ada titipan tilang Rp100.000. Setelah menyadari saya Kadiv Propam, saya nasehati dia untuk tidak mengulang lagi hal itu,” cerita Oegroseno.Dalam kesempatan itu, Oegroseno mengucapkan rasa terima kasihnya kepada semua. Ia berharap dengan adanya peluncuran buku itu, pelaksanaan tugas personil Polri dapat terus diperbaiki.    HUMANISKesempatan yang sama, Gubsu Gatot Pujo Nugroho mengatakan, dirinya menjadi agak grogi karena memberi kata sambutan kepada calon Presiden Indonesia.“Saya ucapkan selamat. Diharapkan, dengan peluncuran buku itu, semakin banyak hasanah buku yang dapat dibaca kalangan muda, khususnya personil Polri di seluruh Indonesia,” ujar Gatot.Gatot mengakui, selama setahun 11 hari bertugas menjadi Kapoldasu, Oegroseno  meninggalkan kesan yang mendalam bagi masyarakat Sumut. Diakuinya, Komjen Pol Oegroseno merupakan sosok yang humanis.Gubsu menceritakan, ia terkesan saat acara pisah sambut Kapoldasu, Oegroseno yang saat itu menggantikan Irjen Pol Nanan Sukarna mewacanakan, suasana unjuk rasa menjadi budaya dialogis.“Saat itu Bapak Oegroseno mewacanakan agar unjuk rasa dapat dibuat dengan berbalas pantun. Sungguh luar biasa,” tambah Gubsu.Gubsu berharap, buku tersebut dapat dijadikan acuan untuk bekerja keras seperti yang dilakukan Komjen Pol Oegroseno dalam melaksanakan tugasnya bagi masyarakat. Buku itu juga, lanjut Gubsu, dapat menambah wawasan masyarakat Sumut. “Menurut saya, pilihan judul itu sangat tepat. Karena, isi buku itu menggambarkan secara jelas perjuangan dan pengabdian Bapak Oegroseno dalam melaksanakan tugasnya,” jelasnya.Sementara, penulis buku “Oegroseno Menjadi Polisi Untuk Mengabdi” Ahmad Bahar mengatakan, saat menulis buku itu, ia sempat bertanya kepada masyarakat dan teman-teman Oegroseno mengenai sosok mantan Kapoldasu itu.Ia mengatakan, dirinya tertarik membuat tulisan tentang Oegroseno karena ketegasannya untuk mengabdi, bukan memimpin, di kepolisian.Acara peluncuran buku yang berisi 390 halaman itu dihadiri oleh Kapoldasu Irjen Pol Syarief Gunawan, Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun, Pangdam I Bukit Barisan Mayjend TNI Istu Haris, Wakapoldasu Brigjen Pol Basaruddin, Plt Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Kajatisu Bambang Setyo Wahyudi, Ketua Pengadilan Tinggi Sumut TH Pudjiwahono SH MHum, Pangkosek Hanudnas III Medan Marsekal Pertama TNI Sungkono SE MSi, Kepala BIN Sumut Cucu Sumantri, Danlantamal I Belawan Laksma TNI Didik Wahyudi SE, Danlanud Soewondo Kolonel Pnb SM Handoko SIP MAP.Selain itu, turut juga hadir Pemimpin Redaksi Harian SIB GM Immanuel Panggabean, Anggota DPD Rahmat Shah, Parlindungan Purba, tokoh masyarakat RE Nainggolan, Rektor USU Syahrir Pasaribu, Prof Ningrum, H Anif Shah, Jumiran Abdi dan lainnya.Selama acara peluncuran buku itu, Komjen Pol Oegroseno berada satu meja dengan Kapoldasu Syarief Gunawan, Gubsu dan Wagubsu. Dalam acara itu, disuguhkan pagelaran Seni dari kelompok  Seniman Taman Budaya Sumut, yang menggambarkan perjalanan dinas dari Komjen Pol Oegroseno.Kepada SIB, Kaden Gegana Sat Brimobdasu Kompol Junaidy mengatakan, pihaknya dalam rangka membantu Polresta Medan melakukan 2 kali proses pengamanan dan sterilisasi lokasi. Pemeriksaan pertama dilakukan, Kamis (16/1). Sedangkan proses sterilisasi kedua dilakukan pihaknya Jumat (17/1) sejak pukul 10.00 WIB.“Kami sediakan 10 personel untuk mensterilkan lokasi. Selain itu kita juga siapkan 10 personil di sejumlah titik yang dianggap strategis,” ujar Junaidy.(A23/ r)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

Arus Lalu Lintas Ke Kawasan Kantor Wali Kota Medan Ditutup Total

Headlines

Curi iPhone di Warkop Halat, Seorang Jukir Diringkus Polsek Medan Area

Headlines

Respon Cepat Laporan 110, Polisi Amankan Pria Bawa Tiga Meteran Air di Siantar Utara

Headlines

Polres Nias Raih Juara II Layanan Call Center 110 Polda Sumut

Headlines

Dilaporkan Mantan Kekasih, Pria 26 Tahun Diamankan Unit PPA Polres Pematangsiantar

Headlines

Polisi Gerebek Rumah di Asrama Martoba, 2 Pria Ditangkap dan Sabu 1,49 Gram Disita