Medan (SIB)- Kalangan DPRD Sumut meminta Poldasu segera mengusut secara tuntas pelaku beserta aktor intelektual penyegelan dan pengancam bakar Gereja HKBP Dolok Jetun Tanjungmorawa, demi keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadahnya sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing.Hal itu diungkapkan Bendahara F-PDI Perjuangan DPRD Sumut yang juga Wakil Ketua Komisi D Drs Baskami Ginting dan anggota FP-Nasdem yang juga anggota Komisi E HM Nezar Djoely ST kepada wartawan, Selasa (22/8) ketika dihubungi melalui telepon, menanggapi adanya aksi penyegelan dan pengancaman bakar Gereja HKBP yang dilakukan Dogong Cs yang diduga suruhan HH."Aparat Kepolisian kita minta segera memeriksa Dogong Cs dan aktor intelektual HH guna dimintai pertanggungjawabannya. Jika memang terbukti telah melakukan penyegelan dan pengancaman bakar gedung gereja, harus segera diproses secara hukum, jangan sampai menimbulkan keresahan bagi masyarakat untuk menjalankan ibadahnya," tegas Baskami Ginting.Baskami juga sangat menyesalkan di era sekarang ini masih ada kelompok yang melakukan penyegelan rumah ibadah serta pengancaman pembakaran gereja lambat diproses hukum. Bahkan yang paling miris, peristiwanya sudah berulangkali terjadi sejak tahun 2015 dan hingga sekarang belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Padahal masyarakat sudah berulangkali melaporkannya ke Polres Deliserdang, Polsek Tanjungmorawa dan terakhir ke Poldasu."Sangat aneh, gereja sudah disegel dengan menutup akses jalan dengan menggunakan pagar seng pada tahun 2015 dan pada tahun 2016 para pelaku kembali memasang plank bertuliskan "Mitra Kerja Poldasu" di belakang gereja serta pada 2017 terjadi pengancaman bakar gedung gereja yang kejadiannya sudah dilaporkan ke Polres Deliserdang, Polsek Tanjungmorawa dan Poldasu, tapi tidak ada tindakan. Siapa sebenarnya Dogong Cs dan HH ini, kog begitu kebal terhadap hukum," tegas Baskami.Dengan tidak adanya tindakan tegas dari aparat Kepolisian, ujar anggota dewan Dapil Kota Medan ini, para pelaku kelihatannya semakin berani dengan mencangkuli tanah guna membangun pondasi pagar, sehingga para jemaat melakukan protes. Tapi protes jemaat disambut dengan ancaman akan membakar gedung gereja, sehingga jemaat meminta perlindungan hukum ke Poldasu.Untuk meminimalisir persoalan ini, Nezar Djoely berharap kepada Kapoldasu untuk segera memanggil Dogong Cs beserta aktor intelektual HH guna dimintai keterangan atas tuduhan jemaat Gereja HKBP, sekaligus menghindari adanya aksi provokasi yang sifatnya menyulut masalah semakin besar yang ujungnya akan merugikan semua pihak."Mari kita tetap jaga situasi kondusif di daerah ini, semua pihak harus menahan diri dan jangan terpancing adanya aksi provokasi yang ingin memperuncing masalah. Jemaat Gereja HKBP dan Dogong Cs beserta HH perlu dipertemukan untuk dilakukan croscek, sehingga persoalan dapat segera diatasi," tegas Nezar sembari meminta Poldasu untuk bertindak cepat menyelesaikan persoalan ini, jangan dibiarkan berlarut-larut. (A03/q)