Temuan BNN Kuliner Mengandung Narkoba di Medan

Sejumlah Anggota DPRD Medan Minta BBPOM Rutin Ambil Sampel Makanan

* Godfried: Kalau Ditemukan Mengandung Narkoba Segera Tutup Usahanya
- Kamis, 09 November 2017 10:44 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2017/11/hariansib_Sejumlah-Anggota-DPRD-Medan-Minta-BBPOM-Rutin-Ambil-Sampel-Makanan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB) -Terkait temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut adanya kandungan Narkoba jenis ganja dalam kuliner yang jadi buruan masyarakat Medan, sejumlah Anggota DPRD Medan merasa perlunya Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) segera melakukan pengecekan ke lapangan memastikan produk dan makanan yang dikonsumsi masyarakat aman dan terhindar dari Narkoba.Hal itu ditegaskan Anggota DPRD Medan dari F-Gerindra Drs Godfried Effendy Lubis MM, Ketua F-PDIP Hasyim SE dan Anggota F-PKS H Asmui Lubis Spdi secara terpisah, Senin (6/11) di gedung dewan.Kepada SIB, Godfried mengatakan BBPOM harus melakukan pengawasan secara rutin di Sumut khususnya di Medan. Pihak BBPOM harus mengambil sampel ke lapangan dan mengujinya di laboratorium terkait kandungan makanan yang ada di pasaran. Karena dikhawatirkan ada makanan yang tidak sehat dikonsumsi, apalagi seperti temuan BNN Sumut terkait makanan dicampur Narkoba.Sejatinya, ujarnya lagi, seluruh makanan yang dikemas harus ada sertifikat halal agar masyarakat tidak ragu mengkonsumsinya. Selain itu ada tata krama dalam membuat tulisan di produk harus ada seperti penggunaan Bahasa Indonesia, walaupun produk itu merupakan barang impor yang memakai bahasa asing. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat mengerti tulisannya di bungkus produk tersebut.Di kemasannya, harus tertulis jelas apa saja komposisi makanan yang ada di dalamnya, seperti berapa gula, tepungnya dan kandungan lainnya. Terutama makanan siap saji, harus jelas dituliskan ketahanannya berapa lama (masa kadaluarsa -red). BBPOM harusnya minimal sekali 3 bulan mengambil sampel ke lapangan dan memeriksa kandungannya. Setelah itu hasil uji laboratorium dipublikasikan melalui media kalau ada makanan yang mengandung zat yang tidak baik dikonsumsi masyarakat.Untuk temuan Narkoba itu, diharapkan BBPOM segera melakukan inspeksi mendadak (Sidak) untuk mengetahui produk mana saja yang mengandung Narkoba. Kemudian publikasikan hasilnya agar masyarakat tahu makanan mana yang layak dikonsumsi.Kalau ditemukan ada campuran Narkoba dalam makanan seperti temuan BNN Sumut itu, BBPOM harus bertindak tegas dengan memberi peringatan dan bila perlu segera ditutup saja, ujar anggota Komisi D DPRD Medan itu lagi.Sementara itu, Hasyim kepada SIB menyebutkan, adanya temuan BNN Sumut itu harus segera disikapi pihak BBPOM. Temuan itu sangat membahayakan kesehatan masyarakat, apalagi saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan pemberantasan Narkoba. BBPOM harus melakukan Sidak ke pasar-pasar untuk mengambil sampel bahan makanan dan melakukan pemeriksaan di laboratorium.Apabila ditemukan adanya Narkoba di dalamnya, harus segera diproses secara hukum dan makanan yang dijual harus ditarik dari peredaran. Kalau ada ditemukan kuliner yang dicampur dengan Narkoba, hendaknya usahanya segera ditutup sebelum anak bangsa ini menjadi korbannya.Sudah banyak korban Narkoba di Medan, harusnya semua elemen bergandengan tangan guna memberantasnya. Jadi kalau ada kuliner yang mempergunakan Narkoba dalam campuran rempah-rempahnya, Hasyim menyatakan sudah sangat kelewatan. "Jangan memikirkan keuntungan saja dengan mengorbankan orang lain," ujar Ketua DPC PDIP Medan ini seraya mengatakan kalau memang tenaga untuk melakukan pengawasan masih kurang, lebih baik diusulkan agar ditambah.Sementara itu Asmui yang ditemui SIB mengungkapkan selain BBPOM, harusnya pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan juga turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang beredar di masyarakat. Adanya kuliner yang mengandung Narkoba di Medan harusnya menjadi pantauan pihak Dinkes juga.Anggota Komisi B DPRD Medan ini juga mengimbau kepada pihak Dinkes dan BBPOM agar bekerja dengan giat, karena kalau ada kelalaian maka masyarakat yang akan menjadi korbannya. "Mereka harus rutin melakukan pemeriksaan sehingga masyarakat terhindar dari makanan yang mengandung Narkoba seperti temuan BNN," ujarnya lagi.Apabila ada ditemukan makanan mengandung Narkoba seperti temuan BNN Sumut itu, harus diambil tindakan tegas untuk menutup usahanya. Jangan sampai banyak masyarakat menjadi korbannya, ujar Asmui mengakhiri. (A13/h)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

Pasca Jadi Tersangka, Kadis Koperasi dan UKM Sumut Jarang Masuk Kantor

Headlines

Kasum TNI Tinjau Rehabilitasi Sekolah dan Jembatan Pascabencana di Tapteng

Headlines

Sekda Samosir Sudah Tiga Kali Diperiksa Kejari Terkait Kasus Dugaan Korupsi Bansos

Headlines

Tingkatkan Profesionalisme Personel, Polres Tanjungbalai Gelar Pelatihan Fungsi Teknis Lantas

Headlines

Wabup Tapteng Dampingi Kasum TNI Tinjau Penanganan Pemulihan Bencana di Tukka

Headlines

Kemenimipas Drop 30 Ribu Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Hari Bhakti Imigrasi