Meski belum tuntas, tahun 2017 diperkirakan akan menjadi salah satu tahun terpanas sepanjang masa. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan tahun 2017 akan menempati urutan kedua atau ketiga tahun terpanas.Prakiraan itu disampaikan dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang tahun ini digelar di Bonn, Jerman.Live Science melaporkan, sejak Januari hingga September 2017 suhu global Bumi mengalami kenaikan rata-rata sebanyak 1,1 derajat Celcius di atas suhu pra-industri. Suhu pra-industri dihitung sebelum masa perubahan iklim pada 1750.El Nino yang kuat dan fase musim panas di kawasan Samudra Pasifik menempatkan tahun 2016 menjadi tahun terpanas sejauh ini.Saat ini WMO belum menentukan apakah peringkat kedua terpanas ditempati tahun 2017 atau tahun 2016. WMO menyebut pasca 2013 data suhu Bumi semakin meningkat."Bukti ilmiah yang mendukung pemanasan global yang disebabkan manusia sangat banyak," kata Don Clifton, seorang dosen senior di School of Management di University of South Australia."Namun, kemajuan untuk mengatasi masalah ini masih terhambat bukti-bukti yang ada, keputusan politik, dan kepentingan pribadi pebisnis kuat di industri yang merupakan pendorong utama dampaknya terhadap iklim."Dalam laporannya, WMO menyebut, selain suhu tinggi, pada 2017 terjadi banyak peristiwa bencana, termasuk angin topan, banjir, gelombang panas, dan kekeringan."Kami telah menyaksikan cuaca yang luar biasa, termasuk suhu di atas 50 derajat Celcius di Asia, badai besar di Karibia dan Atlantik hingga mencapai Irlandia, banjir musim hujan yang menghancurkan yang mempengaruhi jutaan orang dan tanpa henti kekeringan di Afrika Timur," kata Sekretaris Jenderal WMO Petteri Taalas. (dream/l)