Pospera-KIAMaT Demo Kejaksaan Soal Dugaan Korupsi Tower WiFi yang Seret Nama Anak Bupati Labuhanbatu

- Selasa, 14 November 2017 10:48 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2017/11/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Rantauprapat (SIB)- Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Labuhanbatu bersama Koalisi Independent Anti Mafia Terstruktur (KIAMaT) demo di depan kantor Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, Senin (13/11).Mereka minta Kejaksaan mengusut secara tuntas kasus dugaan mark up tower Wifi di 75 Desa se Labuhanbatu. "Harus diusut sampai tuntas keterlibatan semua pihak termasuk jikapun ada keterlibatan anak Bupati," kata Ishak penanggung jawab aksi dalam orasinya.Mereka mengaku kecewa jika Labuhanbatu sejak dipimpin pejabat tersebut terkesan bobrok akibat adanya isu korupsi yang menyeret-nyeret keluarganya.Bahkan Ishak mengecam adanya isu yang beredar di Labuhanbatu bahwa pihak pejabat tersebut kerap menjual-jual nama politisi PDI Perjuangan di Senayan agar bisa lepas dari jeratan hukum, khususnya korupsi."Jangan jual-jual nama Trimedya, saya merupakan juru Kampanye Trimedya di Labuhanbatu," kata Ishak lagi.Dalam aksi tersebut, Ishak menuntut agar pihak kejaksaan secara tuntas dan maksimal mengusut dugaan korupsi tower Wifi, karena mereka akan terus melakukan pengawalan terhadap kasus tersebut.Selain mendesak pengusutan tower Wifi oleh pihak Kejaksaan, para demonstran juga membeberkan adanya indikasi korupsi lainnya di tubuh Pemkab Labuhanbatu seperti adanya dugaan korupsi pembelian 2 buah kacamata istri pejabat yang nilainya sebesar Rp 7,9 juta diambil dari kas Setdakab Labuhanbatu. "Apa boleh istrinya pakai uang negara beli kacamata,?" teriaknya.Tidak memakan waktu lama berorasi di depan kantor Adhyaksa, pihak demonstran akhirnya diajak masuk ke ruang Kepala Kejaksaan Negeri. Sebanyak lima orang pendemo akhirnya bertemu dengan Kepala Kejaksaan Setyo Pranoto SH.Di ruangan tersebut para aktivis ini, berdialog dengan Kajari terkait penuntasan kasus hukum tower Wifi dan sejumlah dugaan korupsi lainnya yang terjadi di tubuh Pemkab Labuhanbatu. Seperti dugaan adanya penggunaan uang kas daerah yang digunakan untuk kepentingan pribadi.Para demonstran kemudian menyerahkan laporan secara resmi ke pihak kejaksaan disertai foto copy pembelian kaca mata.Dalam pertemuan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Setyo Pranoto berjanji akan menindaklanjuti seluruh tuntutan para aktivis. Terkhusus soal pembelian kacamata di hadapan pendemo Kajari memerintahkan Kepala Seksi Intelijen Ricardo Marpaung segera menindaklanjuti laporan tersebut.Bahkan Kajari juga mengapresiasi masyarakat Labuhanbatu khususnya para aktivis yang bersedia mengawal penegakan hukum di Labuhanbatu, agar terhindar dari intervensi-intervensi pihak tertentu."Kejaksaan akan melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan hukum dan perundangan undangan yang berlaku," tandas Kajari. (F05/f)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

PSMS Menangi Derby Sumatera Lawan Persiraja di Banda Aceh

Headlines

PDIP Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Medan Labuhan

Headlines

BPS: Nilai Impor Sumut Turun 5,23 Persen

Headlines

Medsos Rawan Informasi Tak Berimbang, Dinkes Medan Ajak Warga Percaya Media Massa

Headlines

Maha Sendi S Milala Ketua KORMI Kabupaten Karo 2026 - 2030

Headlines

Polisi GSN di Pinggiran Rel Kereta Api, Enam Orang Diamankan