Nias Utara (SIB) -Sejumlah warga Nias Utara (Nisut) yang tersebar di berbagai kecamatan mengeluhkan pembangunan sanitasi langsung berbasis masyarakat (SLBM) proyek tahun lalu yang hingga kini masih terbengkalai dan tidak dapat dipergunakan.Yason Harefa, Warga Kecamatan Lotu, Jumat (8/12) mengatakan, proyek SLBM sebagai pengadaan sarana air bersih dikerjakan tahun lalu, termasuk di Kecamatan Lotu, hingga kini bangunan terlantar karena tidak dilanjutkan.Hal senada diutarakan warga dari Kecamatan Alasa, Tafaigi Zalukhu dan Ihsan Zai. Menurut mereka, beberapa desa di daerah mereka tahun lalu mendapat proyek sarana air bersih, namun sangat disayangkan pengerjaannya hingga kini tidak rampung dan bangunan dibiarkan terlantar. "Selain di Lotu, ternyata kami mendengar di kecamatan lain juga tidak beres pengerjaannya," katanya.Mereka meminta Pemkab Nisut segera menginventarisir bangunan terlantar itu untuk dirampungkan. Bahkan jika ditemukan pelanggaran dalam pengerjaan, penegak hukum juga diharapkan menyelidiki.Sesuai penelusuran SIB dengan bantuan warga, ditemukan sejumlah lokasi pembangunan SLBM yang tidak berfungsi dan terlantar di antaranya di Dusun Sisobahili Desa Lahemboho, Dusun I Desa Botolakha, Kelurahan Pasar Lahewa, Desa Lauru I Kecamatan Afulu dan beberapa desa lainnya. Untuk jumlah pastinya belum diketahui karena luasnya wilayah Nisut.Kadis PUPR Nisut melalui PPK Rahman M Purba yang dikonfirmasi mengatakan, proyek tersebut dijalankan tahun lalu dengan total dana Rp 4 miliar. Namun ia tidak merinci jumlah unit bangunan. Soal tidak berfungsinya bangunan sarana air bersih itu, katanya bukan tanggung jawabnya. "Itu tanggung jawab masyarakat karena pengelolaannya warga sendiri," katanya seraya menolak berkomentar lebih lanjut. (Dik-FZ/l)