TNI AD Merasa Dilecehkan di Acara, Stasiun TV Swasta Minta Maaf

- Senin, 22 Januari 2018 11:29 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2018/01/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB) -TNI Angkatan Darat menyesalkan tayangan acara di sebuah stasiun televisi swasta. TNI AD merasa dilecehkan dalam sebuah game dalam acara tersebut."Ya, itu memang benar, kejadiannya tadi pagi di salah satu jajaran TNI AD. Tentu saja kita sangat menyesalkan program itu," ujar Kadispen TNI AD Brigjen Alfret Denny Tuejeh saat dihubungi, Jumat (19/1).Setelah kejadian itu, Alfret Denny mengaku menerima banyak protes dari berbagai pihak. Dia pun langsung menghubungi pihak stasiun televisi itu untuk menyatakan protes tersebut."Selaku Kadispenad, saya mendapat komplain dari berbagai pihak karena memang kesannya manusia dilecehkan, dan terlebih lagi itu adalah prajurit yang berseragam. Kita langsung menghubungi pihak RCTI untuk menyatakan protes, karena saya merasa acaranya kurang pantas. Dan pihak RCTI memang sudah membuat permohonan maaf," tutur Alfret Denny.Meski pihak RCTI sudah meminta maaf, dia menyatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk menjadi bahan evaluasi. Pihaknya juga banyak bekerja sama dengan stasiun televisi, namun seharusnya dilakukan koordinasi terlebih dahulu."Secara internal TNI AD, kejadian ini tetap kami selidiki untuk menjadi bahan evaluasi kami. Tetapi saya ingin menyampaikan bahwa TNI AD banyak kerja sama dengan beberapa stasiun TV dan semua berjalan lancar bila melalui prosedur dan ketentuan yang menjadi standar Angkatan Darat serta dikoordinasikan dengan baik," jelas dia."Terkait kejadian ini, seharusnya prosedurnya, berkoordinasi dulu dengan Dispenad dan kemudian akan kita arahkan prosedurnya seperti apa. Tujuannya supaya tidak terjadi hal negatif seperti ini," imbuh dia.Dia berharap kejadian ini tidak terulang kembali di stasiun televisi mana pun. Selain itu, dia meminta prajurit TNI AD berhati-hati tampil di hadapan publik."Saya harap kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga, tidak hanya bagi RCTI, tapi mungkin juga bagi perusahaan media elektronik lainnya. Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi. Dan sekali lagi, kejadian ini juga menjadi bahan masukan bagi prajurit di lapangan untuk lebih berhati-hati bila tampil di hadapan umum, apalagi tampil di acara seperti itu," jelas dia.Sementara itu, pihak stasiun televisi tersebut telah mengirimkan surat permohonan maaf. Mereka berjanji akan berhati-hati dalam menyiapkan konten."Berkaitan dengan kreasi team Dahsyat pada tanggal 19 Januari 2018 yang dinyatakan menyinggung kewibawaan dari kesatuan TNI AD, khususnya Yon Hubad, melalui surat ini kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut kepada pimpinan TNI AD dan khususnya Yonhubad TNI AD," tulis surat permohonan maaf itu. (detikcom/f)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

Miliki Sabu 2,16 Gram, Indra S Ditangkap di Kampungmesjid Labura

Headlines

Ringgit Menguat, Malaysia Rancang MOP KLIA Sepang Jadi Pusat Shoping Barang Branded utuk WNI

Headlines

Sampel Dugaan Keracunan MBG di Sidikalang Diperiksa Labkesda Sumut

Headlines

Lembaga Keagamaan Mitra Utama Bangun Karakter dan Harmoni Sosial

Headlines

Polres Belawan Laksanakan Pemeriksaan Ranmor Dinas

Headlines

Guru Honorer Ponpes di Paluta Diduga Cabuli 11 Santri, Korban Anak di Bawah Umur