Bali (SIB) -Puluhan masjid di Bali turut menggelar salat gerhana bulan, Rabu (31/1) malam. Salat sunnah itu diperkirakan ditunaikan oleh puluhan ribu umat Islam di Bali."Denpasar ada 12 masjid yang melaksanakan, Badung ada 4 masjid, Singaraja ada 3 masjid, Gianyar ada 1 masjid dan Klungkung ada 9 masjid," kata Kasi Urais Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Hj Any Hani'ah, di kantor BMKG Wilayah III, Jl Raya Kuta, Badung, Bali.Angka ini diperkirakan lebih besar karena masih ada daerah lainnya seperti Karangasem, Buleleng, Bangli, Jembrana dan Tabanan. Uniknya, salat gerhana ini bersamaan dengan upacara Purnama di pura-pura masyarakat Hindu-Bali."Kita bersyukur bertemu dengan gerhana yang sangat jarang ini, tapi karena cuaca sehingga tidak bisa kita maksimal melihat," ujar Any.Any menjelaskan, salat gerhana adalah sunnah yang menandai kebesaran Allah SWT. Salat ini juga diharapkan ditunaikan masyarakat untuk wujud syukur, kebaikan dan berzikir."Dulu Rasulullah ditinggal oleh putranya yang meninggal dan saat itu terjadi gerhana matahari. Orang-orang Quraish mengatakan gerhana itu karena alam ikut berduka tapi Nabi Muhammad SAW menyatakan matahari dan bulan adalah tanda kekuasaan Allah SWT," ucap Any."Jadi ini merupakan tanda kebesaran Allah SWT yang harus disyukuri. Sehingga Nabi Muhammad SAW memerintahkan gerhana disunnahkan untuk salat, kemudian perbanyak doa dan dzikir," pungkasnya.Any menambahkan fenomena gerhana bukan fenomena mistis, kecuali tanda agungnya kuasa Tuhan. Sehingga, Any menambahkan, apapun yang dikehendaki oleh Yang Maha Kuasa maka terjadilah."Gerhana urusan alam dan itu menunjukkan tanda kebesaran Tuhan. Tidak ada (tanda lain) selain itu. Jadi kita sebagai makhluk ciptaan-Nya, harus tetap beriman dan percaya bahwa Allah maha kuasa segalanya. Apapun yang Tuhan kehendaki, pasti terjadi, intinya seperti itu," ungkap Any. Rela Antre Panjang Sementara itu, para pengunjung terlihat antusias mengantre untuk dapat melihat gerhana bulan di Tugu Monas.Pantauan di Monas, Jakarta Pusat, sejak pukul 19.45 WIB terlihat antrean panjang di lantai 1 Monas. Terlihat puluhan orang mengantre untuk dapat naik ke lantai 2 Monas tempat untuk melihat gerhana bulan."Saya mengantre dari setelah magrib. Prosesnya kalau disini ya beli tiket di loket lalu langsung masuk. Saya tahu infonya dari teman-teman kampus katanya kalau melihat dari Monas bagus," ujar pengunjung Monas Hari Aji.Hal senada juga dituturkan M Taufik. Ia bersama temannya sengaja datang ke Monas untuk melihat gerhana bulan."Memang sengaja datang dari sore untuk lihat super blue blood moon di sini," kata Aji."Kalau yang di lantai 2 itu pake proyektor dan 1 teleskop. Kalau mau lihat pakai teleskop itu ya dikasih waktu paling sebentar tidak lama karena bergantian," kata salah satu petugas Monas Hartono.Untuk dapat melihat gerhana bulan pengunjung diwajibkan membeli tiket masuk ke dalam Monas sebesar Rp 15.000 saat ini pengunjung Monas ada yang ikut salat gerhana berjemaah dan adapula yang mengantre masuk ke dalam Monas."Yang ingin melihat gerhana bulan total, Monas menyediakan teleskop yang ditempatkan di pelataran cawan dengan catatan membayar tiket Monas terlebih dahulu," ujar petugas Monas di atas mimbar usai memimpin salat Isya berjamaah.Di lapangan olahraga Monas terlihat puluhan masyarakat melakukan sholat gerhana berjamaah. Terlihat pula jamaah wanita ikut sholat berjamaah. Ketua MPR Ikut Salat Sementara itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan menunaikan Salat Gerhana Bulan di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Zulkifli tampak duduk di saf depan.Pantauan pukul 20.05 WIB, Zulkifli mengenakan pakaian putih dengan kopiah berwarna hitam. Tampak juga Sekjen PAN Eddy Soperano yang berada di saf kedua.Para jemaah menunaikan salat Isya. Setelah itu, jemaah menunaikan salat sunat.Selanjutnya, imam Salat Gerhana menyampaikan tata cara Salat Gerhana. Dia pun meminta para jemaah untuk melantunkan takbir.Jemaah tampak khidmat mendengarkan arahan tersebut. Kemudian salat dimulai pada pukul 20.09 WIB. (detikcom/f)