Medan (SIB)- Anggrek Vanda Sumatrana (Vanda Tricolor) salah satu dari 125 tanaman anggrek langka yang tumbuh di kawasan Danau Toba dan merupakan potensi alam sebagai daya tarik wisata, kini terancam punah. Hal itu disampaikan Praktisi Pariwisata Harianto Sinaga, Sabtu (3/2) di Medan.Terancamnya spesies anggrek yang merupakan khas kawasan Danau Toba itu karena maraknya pembangunan di pinggiran Danau Toba yang merupakan habitat anggrek itu.Keunikan jenis anggrek yang tumbuh menempel di bebatuan itu yakni memiliki tangkai yang kuat dan tegak membawa banyak daun dari akarnya dan memiliki bunga berukuran sedang serta mampu menebar aroma yang khas hingga radius 50 meter.Harianto mengatakan jenis anggrek tersebut mulai berbunga bulan Desember hingga Februari dan daya tahan bunga bisa mencapai 2 minggu. Musim bunga itu bisa dijadikan agenda wisata untuk menarik minat wisatawan mancanegara, karena pada bulan Desember hingga Januari merupakan musim liburan wisatawan dari Eropa.Harianto menambahkan bahwa kawasan Danau Toba sangat kaya dengan jenis anggrek dan tercatat ada ratusan jenis di antaranya seperti Trichopilia, Phalaenopsis, Phaius, Paphiopedilum, Oncidium, Epidendrium, Dendrobium, Cattleya,Bulbophyllum Codlogyne Pandurata (jenis anggrek hitam).Anggrek Hitam (Pandurata) juga sudah langka, namun tidak seperti Vanda Sumatrana yang memiliki aroma khas.Untuk menyelamatkan kepunahan anggrek di kawasan Danau Toba maka, semua stakeholder diharapkan mengambil peranan, terutama kalangan akademisi serta masyarakat yang berada di lokasi tumbuhnya anggrek tersebut.(A07/c)