Bogor (SIB)- Enam orang sekeluarga tertimbun tanah longsor dari atas rel kereta api Sukabumi-Bogor di Cigombong, Cijeruk, Senin (5/2). Saat ini, petugas masih melakukan pencarian terhadap keenam korban tersebut."Ada enam orang sedang dicari, di antaranya ada anak-anak," kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading.Dicky mengatakan, akibat peristiwa tersebut, tiga rumah warga tertimbun longsor. Tujuh orang selamat dalam kejadian tersebut."Tujuh orang selamat, mengalami luka ringan," imbuh Dicky.Ada tiga rumah yang terkena longsor. Longsoran tersebut berada di atas rel kereta api di KM 13+800 Kampung Maseng RT 02/08 Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Peristiwa ini mengakibatkan KA jurusan Sukabumi-Bogor berhenti beroperasi, sebab longsoran tanah sepanjang 40 meter membuat rel menggantung.Adapun longsoran tersebut menimpa rumah Anggi, Asep Tahudin dan Jana alias Dori. Dihubungi terpisah Kabid Humas Polda Jabar AKBP Hari Suprapto mengatakan proses evakuasi masih terus dilakukan, kondisi medan yang berat menjadi penghambat."Apalagi ditambah kondisi tanah masih labil dikhawatirkan terjadi longsor susulan," kata Hari.Tujuh orang selamat dan mengalami luka yakni Inggit (23), Anggi (20), Ihsan (20), Jana alias Dori (40), Enur (35), Asep Tajudin (40) dan Ilham (14).Para korban yang mengalami luka telah dibawa Ke Puskesmas Caringin.Sedangkan enam korban hilang merupakan satu keluarga adalah Nani (30), Bapak Asep (45), suami Ibu Nani, Alan (17), Aurel (2), Aldi (8) dan Adit (9).Sementara itu, korban tewas akibat longsor di dekat Masjid At-Ta'awun, Puncak, Bogor satu orang."Untuk korban luka dievakuasi ke rumah sakit," kata Dicky.Korban tewas adalah Lilis (40), warga Cigagak, Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat. Sementara dua korban lainnya yang diduga anak Lilis, Eneng (5) dan Fajril (3) mengalami luka ringan."Korban Eneng dan Fajril ini alamatnya sama dengan korban Lilis," imbuhnya.Korban lain yakni Fitria (37), warga Kampung Puncak Naringgul RT 01/17 Desa Tugu Selatan, Cisarua, Bogor. Korban mengalami patah tulang betis kanan dan mata kaki retak.Korban lainnya Suhenadar (30), warga Kampung Jolok RT 02/03 Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Cianjur. Korban mengalami luka robek di pipi kiri dan sudah kembali ke rumahnya.Ditempat terpisah, petugas gabungan masih mencari 3 pengendara motor yang hilang saat tanah longsor terjadi di Jalan Raya Puncak, tepatnya di Riung Gunung, Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Ketiga pengendara motor ini diduga masih tertimbun.Pantauan wartawan, petugas dari pemadam kebakaran menyemprotkan air ke arah tebing di sisi kiri Jalan Raya Puncak dari arah Jakarta untuk mencari tiga pengendara motor yang diduga tertimbun longsor.Sementara itu, di bawah tebing setinggi sekitar 30 meter tersebut, puluhan petugas TNI, Polri, dan Basarnas melakukan penyisiran di antara tumpukan lumpur. Dengan alat cangkul dan alat lainnya, petugas mencoba menggali tumpukan lumpur.Seperti diketahui, diduga tiga orang yang menumpangi dua motor dan salah satunya perempuan tertimbun longsoran tanah. Informasi tersebut didapat dari Agus Suherman, sopir angkot yang lolos dari maut saat longsor dan pohon tumbang menimpa angkotnya.Menurutnya, ada dua pengendara motor di belakang angkotnya yang terjebak longsor. Ia juga mengaku mendengar teriakan minta tolong dari seorang perempuan."Di belakang saya ada dua motor, ada tiga orang, satu perempuan. Sempat dengar ada yang teriak minta tolong, suara perempuan. Mereka di belakang mobil saya," kata Agus saat ditemui di lokasi.JALUR PUNCAK DITUTUPSebelumnya, hujan deras menimbulkan bencana longsor di kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor. Total ada lima titik longsor di jalur Puncak sehingga mengakibatkan akses tertutup."Yang pertama di Widuri, Kecamatan Cisarua, longsor setinggi 10 meter sehingga menutup sebagian setengah jalan nasional," ujar Dicky.Sementara di sekitar Grand Hill Cisarua, longsoran tanah memenuhi hampir setengah jalan dari tebing perumahan. Longsoran juga mengakibatkan bahu jalan amblas dan material tanah dari tebing menutup sebagian bahu jalan."Yang ketiga, longsor di Riung Gunung, Kecamatan Cisarua dekat Gunung Mas," imbuhnya.Longsor setinggi 15 meter menutupi badan jalan di dekat Riung Gunung, sehingga kendaraan tidak dapat dilalui. Longsor juga terdapat di sekitar Masjid At-Ta'awun Tugu Selatan, Cisarua. Material tanah menutupi jalan nasional dengan ketinggian longsor mencapai 15 meter."Kemudian longsor juga terjadi di dekat tugu Botol Kecap Riung Gunung, longsoran menutup setengah jalan," tutur Dicky.Saat ini 100 anggota polisi bersiaga di lokasi untuk membantu proses evakuasi. Sementara petugas juga masih menunggu alat berat untuk proses evakuasi tersebut mengingat material longsoran cukup banyak.Warga DievakuasiNaiknya debit air Sungai Ciliwung telah menyebabkan banjir di permukiman warga di bantaran kali di wilayah Bogor hingga Jakarta. Petugas gabungan berjibaku melakukan penanganan."Naiknya debit Sungai Ciliwung telah menyebabkan banjir di sekitar bantaran Sungai Ciliwung di Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Jakarta," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya.Sutopo menjelaskan, hujan masih terus turun di wilayah Bogor. BPBD Kabupaten Bogor bersama aparat TNI-Polri, Basarnas, Tagana, PMI dan unsur lain masih melakukan penanganan longsor yang terjadi di sejumlah titik di kawasan wisata Puncak.Sutopo menambahkan, sebagian warga di bantaran kali yang terdampak banjir sudah dievakuasi ke tempat aman. Tim Reaksi Cepat BNPB disebar untuk mendampingi BPBD dalam penanganan darurat banjir."BMKG memprediksi hujan akan masih terus berlangsung hingga siang. Potensi hujan di wilayah Jabodetabek masih tetap tinggi," jelasnya."Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi banjir, longsor dan puting beliung. Februari adalah puncak hujan sehingga potensi banjir, longsor dan putting beliung akan makin meningkat. Kenali bahayanya dan kurangi risikonya," sambungnya.Terendam BanjirSementara itu, banjir setinggi 65-100 cm merendam permukiman warga di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Banjir itu akibat meluapnya air di Sungai Ciliwung.Pantauan di lokasi, sekitar pukul 08.30 WIB banjir merendam pemukiman warga di RT 13, RW 04 Kampung Melayu, Jakarta Timur. Berdasarkan tanda yang dibuat warga di tiang listrik, ketinggian air kurang lebih 65 cm. Sementara, di tiang listrik yang lain ketinggan air mencapai 100 cm.Salah satu warga, Unus Buhari mengatakan, air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 01.00 WIB, Senin 5 Februari 2018. Dia menambahkan semakin lama permukaan air semakin tinggi."Pukul 01.00 WIB naik, kondisi hujan. Abis subuh naik sekitar 1 meteran di pinggiran bantaran," kata dia di kediamannya."Memang sering banjir. ini (banjir) kiriman dari Depok, Citayam Bogor kiriman kemarin. ini jalur (sungai) Ciliwung," jelas Unus.Meskipun banjir, dia mengatakan tak ada warga yang mengungsi. Aktivitas warga pun masih berjalan normal, anak-anak juga tetap bersekolah."Orang-orang tidak ngungsi pada punya lantai 2. Anak-anak juga pada sekolah," sebut dia.Senada dengan Unus, warga bernama Nunung menyebut banjir yang merendam rumahnya setinggi 100 cm. Warga pun berharap pemerintah membangun tanggul seperti di Kampung Pulo, Jakarta Timur."Itu ada di tiang itu berapa? 100 cm. Warga nggak ada yang mengungsi, warga sini pada ke lantai atas. Yan harapannya kaya di (kampung) Pulo itu tanggul biar nggak banjir tinggi kayak gini," ungkap Nunung di lokasi banjir.TergenangSejumlah titik di DKI Jakarta tergenang air usai diguyur hujan. Selain Pengadegan, wilayah Pondok Labu, Jakarta Selatan pun tergenang.Ketinggian 40 cm," tulis BPBD DKI Jakarta melalui akun Twitter.Wilayah yang tergenang air itu yakni di RT 12/RW 03 Pondok Labu, Cilandak. Pada foto yang diunggah BPBD DKI, tampak air menggenang hingga lutut warga.Sebelumnya genangan juga tampak di RT 08/RW 01 Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan. Ketinggian air antara 10 hingga 30 cm di wilayah tersebut.Sementara itu status Bendungan Katulampa, Bogor, masih Siaga I. BNPB pun mengimbau warga di sekitar bantaran Sungai Ciliwung untuk waspada banjir.Cuaca EkstremBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan dini terkait potensi datangnya cuaca ekstrem. Hal ini disebabkan munculnya siklon di perairan timur Filipina."Terdapat sirkulasi siklonik di perairan timur Filipina (level 925/850mb) dan Samudera Hindia barat daya Sumatera (level 925/900mb)," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG lewat keterangan tertulisnya.Peringatan untuk mewaspadai cuaca ekstrem ini diprediksi terjadi dari Senin (5/2) hingga Rabu (7/2).Wilayah yang berpotensi terjadinya hujan lebat terjadi di kawasan Sumatera bagian selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah bagian selatan, Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi bagian selatan dan Maluku.Sementara hujan deras dengan disertai angin kencang berpotensi terjadi di di Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, NTB, Papua Barat, dan Papua bagian utara.Peringatan dini BMKG soal potensi munculnya cuaca ekstrem di Indonesia dalam 2 hari ke depanPeringatan dini BMKG soal potensi munculnya cuaca ekstrem di Indonesia dalam 2 hari ke depan. (detikcom/h)