Mutu Pendidikan

Dana Rp400 T Cuma Berkutat Pada Kesejahteraan Guru

* Pendidikan di Vietnam Lebih Efektif Dibanding RI
- Kamis, 08 Februari 2018 10:29 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2018/02/hariansib_Dana-Rp400-T-Cuma-Berkutat-Pada-Kesejahteraan-Guru.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Wakil Presiden Jusuf Kalla
Depok (SIB)- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut dana untuk pendidikan dikeluarkan sekitar Rp 400 triliun. Namun dana tersebut belum mampu memberi mutu pendidikan yang baik dan masih berkutat pada kesejahteraan guru."Seperti saya katakan, kenapa pertanyaan selalu dengan dana Rp 400 T lebih dan itu akan naik terus menerus, belum bisa membawa generasi muda kita (dengan mutu pendidikan yang baik)? Kita masih berkutat kepada kesejahteraan guru," ujar JK dalam sambutannya di acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018, di Pusdiklat Kemendikbud, Serua Bojongsari, Depok, Rabu (7/2).Menurut JK, jumlah dan kesejahteraan memang penting. Namun guru juga dituntut untuk memberi mutu pendidikan yang baik bagi muridnya."Saya sering beberapa kali hadir di PGRI, kalau kita bicara tentang mutu (pendidikan) semua diam. Begitu bicara kesejahtetaan naik, semua tepuk tangan. Padahal mestinya seimbang. Jangan hanya bicara kesejahteraan naik, semua tepuk tangan, Anda juga harus beri mutu lebih baik ke lulusan, sekolah lebih baik," katanya.JK menyebut masalah pendidikan bukan masalah yang mudah untuk diselesaikan. Untuk itu harus ada fokus dalam mengatur sistem pendidikan."Kita sudah menjalankan suatu fokus, kalau dulu Menteri Pendidikan mengatur semua dari TK sampai perguruan tinggi, sekarang Mendikbud hanya membenahi pendidikan dasar dan menengah, dan kebudayaan," ujarnya."Pendidikan tinggi kita satukan dengan riset. Itu akan terjadi fokus dan juga tentu bagaimana fokus pada perkembangan ke depan. Masalah kita tentu banyak akan dibicarakan di Rembuknas ini," imbuhnya.Masalah vokasi dipandang JK juga penting untuk mengasah keahlian siswa khususnya setara SMK/SMA. Dia meminta agar tidak semua lulusan SMA dipandang akan bersekolah di perguruan tinggi."Dengan suatu pemikiran jangan dibayangkan, atau diusahakan semua anak SMA harus masuk perguruan tinggi. Kita semua tak butuh sarjana, tidak, karena pernah ada pikiran bangsa harus jadikan sebanyak banyaknya sarjana. Kalau itu gampang, luluskan saja semua orang yang dapat sarjana," ucap JK.Lebih EfektifDalam kesempatan itu, JK menyebut pendidikan di Vietnam masih lebih efektif dibanding Indonesia. Padahal, menurutnya, persentasi anggaran untuk pendidikan antara Indonesia dan Vietnam sama."Ada satu pertanyaan dan itu sudah dijawab, kenapa 20 persen di Indonesia dan 20 persen di Vietnam yang anggarannya lebih kecil dari kita walaupun juga negaranya lebih kecil dari kita, tapi lebih efektif dibanding dengan pendidikan di Indonesia," ujar JK.Selain itu, JK juga menyebut sistem pendidikan di negara lain mampu membuat peserta didiknya jauh lebih sukses. JK mencontohkan India yang sistem pendidikannya rendah namun mampu menghasilkan sejumlah orang sukses di tingkat internasional."Kenapa di India yang tingkat pendidikannya rendah tapi semua orang India hebat-hebat kerja di luar negeri. Bisa CEO Pepsi Cola, bisa CEO Alpabet, bisa CEO Google dan cabang-cabangnya. Ya semua itu menjadi tantangan," kata JK."Jadi mari kita semua dalam forum ini memikirkan bangsa kita ke depan, sekali lagi saya ingin katakan, ini berbicara tujuan institusi sekaligus juga mencapai kesejehtaraan bangsa sebagaimana yang diharapkan," jelasnya. JK meminta agar lembaga pendidikan swasta dan negeri sama-sama dikembangkan. Lembaga pendidikan agar tidak menjadi pembeda dari status sosial."Jangan nanti timbul golongan menengah sekolahnya di sana golongan ini sekolahnya di sana. Sekolah negeri yang favorit, favorit, yang belum menjadi favorit jadi favorit," ucapnya. (detikcom/h)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

Mr X Ditemukan Setengah Terendam di Parit Perkebunan PT Socfindo Sergai

Headlines

Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas

Headlines

Kelompok Lain Bubarkan Massa yang Demo di Depan Polda DIY

Headlines

China Batasi Ekspor ke 40 Perusahaan Jepang, Ketegangan Beijing–Tokyo Kian Memanas

Headlines

Bupati Karo Dukung Paduan Suara GBKP Tampil di Jerman

Headlines

Kapolres Tanah Karo Cek RTP, Tekankan Pengawasan dan Disiplin Personel