JK dan Pratikno Masuk Tim Seleksi

PDIP Kaji Cak Imin dan Airlangga Jadi Cawapres Jokowi

* PKB: Cak Imin Jadi Lawan Jokowi Bila Tak Cawapres * PPP dan PDIP Gelar Pertemuan
- Selasa, 27 Maret 2018 10:30 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2018/03/hariansib_PDIP-Kaji-Cak-Imin-dan-Airlangga-Jadi-Cawapres-Jokowi.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB) -PDIP mengakui tim internal untuk Joko Widodo terus menggodok nama-nama bakal calon wakil presiden. Dari Wapres Jusuf Kalla hingga Mensesneg Pratikno disebut terlibat aktif dalam tim itu."Di situ ada keterlibatan Pak JK, Pak Mensesneg dan tokoh-tokoh lain yang dirasa tidak memiliki kepentingan langsung," kata anggota BP Pemilu DPP PDIP Arteria Dahlan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/3).PDIP menyebut alasan para tokoh tersebut yang ditunjuk ke dalam tim internal Jokowi. Menurutnya, kedua tokoh tersebut tak punya ambisi tampil di Pilpres 2019."Kalau punya kepentingan, nanti pengin nyalon lagi. Makanya, kita pikir Pak JK tokoh bangsa punya pengalaman dengan Pak Jokowi, tahu ini yang Pak Jokowi cocoknya dengan orang yang macam mana, sehingga menjadi bagian dari ini," sebut Arteria.Arteria menegaskan tim internal Jokowi sampai saat ini belum menentukan nama cawapres. Tim masih terus bekerja keras."Ya kalau kita masih menjaring ya, kalau menjaring melihat tokoh-tokoh potensial, nama-nama yang tadi disebut masuk radar kami juga untuk dilakukan penjaringan," kata dia.PDIP Kaji Cak Imin dan AirlanggaSejumlah partai pengusung Joko Widodo mengajukan nama ketumnya untuk bersanding di Pilpres 2019. PDIP mengakui Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) masuk kajian cawapres Jokowi."Tentu saja kami sepakat (dengan PKB). Termasuk dengan Golkar, kajian-kajian akan dilakukan dikerucutkan setelah Pilkada 2018," kata Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto di kompleks parlemen.Hasto menganggap wajar bila tiap parpol menyorongkan nama cawapres Jokowi. Ia pun yakin Jokowi akan memilih calon terbaik untuk mendampinginya di Pilpres 2019."Setiap parpol tentu punya mekanisme kepemimpinan untuk menyiapkan kader terbaiknya, itu hal yang wajar," ucapnya."Toh kami juga tahu pada akhirnya Pak Jokowi sebagai presiden dan calon yang kami usung bersama akan mencari pasangan terbaiknya," imbuh Hasto.Kepada parpol-parpol yang menyorongkan nama cawapres, Hasto punya pesan khusus. Posisi capres/cawapres, menurutnya, merupakan tanggung jawab besar."Jadi pemimpin, apalagi presiden dan wapres, kan bukan sekedar elektoral, tapi juga tanggung jawab bagi bangsa dan negara," tegas Hasto.Di antara parpol pengusung Jokowi, sudah empat parpol yang menyorongkan nama elite partainya untuk jadi cawapres. Selain Golkar dan PKB, yang menyorongkan nama sang ketum, Hanura menyorongkan nama Ketua Dewan Pembina Wiranto.Nama Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) belakangan juga santer terdengar berpotensi menjadi cawapres Jokowi. Namun PPP tak mau tergesa-gesa mendeklarasikan ketua umumnya untuk maju di Pilpres 2019.Sri Mulyani-Mahfud MD-Susi MasukPDIP membeberkan beberapa nama yang masuk bursa cawapres Joko Widodo. Ada 3 nama kandidat yang dipertimbangkan PDIP, salah satunya Menkeu Sri Mulyani."Ada Ibu Srimul, yang kurang apa sih ya. Ada Ibu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti) dengan gebrakannya, dengan keberaniannya yang memperlihatkan Indonesia harus berdaulat ya. Kemudian dengan Prof Mahfud," ujar anggota BP Pemilu Pusat PDIP Arteria Dahlan.Menurut Arteria, nama-nama tokoh non-parpol tersebut akan digodok internal partai. Dia pun mengatakan figur dari parpol juga akan dipertimbangkan.Untuk diketahui, 3 nama yang disebutkan di atas tidak berlatar belakang partai politik untuk saat ini. Arteria menyebut mereka sebagai cawapres alternatif Jokowi."Ini semua akan jadi bagian dari pertimbangan. Nggak usah takut, yang parpol kita cermati, yang non-parpol juga kita hadirkan untuk bagian jadi alternatif pilihan ke Pak Jokowi," ucap anggota DPR itu.PKB: Cak Imin Jadi Lawan JokowiPKB sebagai salah satu partai pendukung pemerintah hingga kini belum kembali menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo. Wasekjen PKB Jazilul Fawaid memastikan sang ketum, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), bisa menjadi lawan Jokowi bila tak diberi kursi cawapres."Kita kan putuskannya Juni. Kalau misal terjadi komunikasi yang intensif, bisa jadi (bergabung koalisi Jokowi)," kata Jazilul, Senin (26/3).Jazilul menyebut PKB tetap menginginkan sang Ketum, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, maju sebagai cawapres Jokowi. Jika tak terwujud, PKB pun mendorong Cak Imin maju sebagai capres di Pilpres 2019."(Kalau tidak diterima) ya, nyapres," ujar anggota Komisi III DPR itu.Sejumlah kemungkinan, menurut Jazilul, masih bisa terjadi. Cak Imin bisa menjadi lawan Jokowi sebagai capres, juga bisa bergabung dengan capres pesaing Jokowi dengan syarat yang sama, yakni kursi cawapres."Kalau nyapres berarti bertanding. Kalau diterima dan memungkinkan, nyapres. Kalau nyebrang juga cawapres posisinya. Sama saja," jelas Jazilul.Terkait posisi Cak Imin sebagai Wakil Ketua MPR yang baru disandangnya, Jazilul menegaskan jabatan itu tak akan dijadikan panggung politik oleh ketumnya. Menurut dia, Cak Imin sudah cukup punya banyak 'panggung' untuk meningkatkan popularitas."Ini jabatan yang diamanatkan, bukan panggung ya. Tentu Pak Muhaimin harus mempertanggungjawabkan amanah itu dengan sebaik-baiknya," jelasnya."Kalau soal panggung, Pak Muhaimin banyak panggung. Mulai ketua umum partai, panglima santri, pembina Vespa, macam-macam kalau panggungnya. Nusantara mengaji. Banyak panggung kalau kita buatkan panggung," sambung Jazilul.PPP dan PDIP Bahas CawapresPara elite PPP dan PDIP berkumpul. Mereka membahas calon wakil presiden untuk capres Joko Widodo (Jokowi) pada 2019.Pertemuan digelar di markas PPP di Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, mulai pukul 16.10 WIB. Ketua Umum PPP Romahurmuzy (Rommy), Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dan elite lainnya hadir.Romi menjelaskan pertemuan ini adalah rangkaian kegiatan PDIP mengunjungi tiap rekan koalisi pendukung Jokowi. Setelah PDIP sempat mengunjungi Partai Golkar, kini PDIP mengunjungi PPP."Tentu tujuan pertama adalah untuk membangun soliditas partai koalisi. Karena kita sama-sama tahu masih ada agenda pilpres yang akan datang dan masih harus kita putuskan bersama," kata Rommy sebelum pertemuan.Mereka membahas agenda pokok-pokok program yang harus disepakati bersama. Agenda kedua adalah membahas cawapres."Agenda ke depan adalah soal calon wakil presiden yang akan juga menjadi pembahasan yang akan diputuskan bersama antara Pak Jokowi dengan koalisi partai-partai pengusung," tutur Rommy.Rommy menjelaskan Jokowi sendiri juga akan memastikan kepastian pendampingnya dengan mengajak bicara secara intensif. Hingga saat ini, pembahasan soal cawapres belum mencapai penyebutan nama sosok."Kita belum sampai pada nama," kata Rommy.Selanjutnya, pertemuan digelar tertutup. (detikcom/h)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

Tahun 2026, Pemprov Sumut Gelontorkan Rp472 Miliar untuk Program Berobat Gratis

Headlines

Desa Percut dan Paluh Sibaji di Deliserdang Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Headlines

Dinkes Medan Catat Baru 42 dari 72 SPPG Laik Higiene, Program MBG Tetap Diawasi Ketat

Headlines

95 dari 425 Napi AcehTamiang yang ‘Dibebaskan’ Akibat Bencana Hidrometeorologi Sudah Melapor

Headlines

Anggaran BOS SD Negeri 077786 Tuhembaruzo Nyaris Rp600 Juta, Realisasi Dipertanyakan Sejak 2021

Headlines

Polisi Grebek Kantor Sekretariat PAC Ormas di Sunggal Dijadikan Lokasi Judi, 4 Orang Diamankan