Sidikalang (SIB) -Korban pengeroyokan kontributor (wartawan) TV Rudi Sinaga dan dua anggota DPD IPK, serta perusakan kantor DPD IPK Dairi yang dilakukan oknum TNI beberapa waktu lalu berujung damai.
Kedua belah pihak sudah saling sepakat melakukan perdamaian yang dilaksanakan di aula Kompi C 125/Simbisa, Sidikalang, Kabupaten Dairi, Rabu (6/6) pukul 17.00 WIB. Perdamaian itu dihadiri Danki C 125/Simbisa Lettu Inf Dolok Lumbantoruan, Pasi Intel 125/ Simbisa Lettu Inf Rahmad Sopyan, Ketua DPD IPK Dairi Justinus Manurung.
Pelaku pengeroyokan Pratu Ferry P Aritonang, Pratu Normal Banurea, Prada Iwanto Manik, Prada Saut Situmorang, meminta maaf kepada para korban dan bersedia menanggung biaya perobatan, serta berjanji tidak mengulangi peristiwa serupa di kemudian hari. Bila terulang siap diberhentikan dengan tidak hormat. Para pelakupun menandatangani kesepakatan damai.
Danki Kompi C 125/Simbisa Lettu Inf Dolok Lumbantoruan juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang dilakukan anggotanya. Untuk itu, diharapkan kepada seluruh pihak dapat memberikan kontribusi agar ke depannya TNI dan OKP bisa lebih bersinergi dan menjaga kekompakan. "Dalam waktu dekat, kami akan mengajak seluruh OKP, untuk menggelar olahraga bersama demi meningkatkan sinergitas," ucapnya.
Ketua DPD IPK Dairi Justinus Manurung mengatakan, semua OKP dan TNI sangat sedih dengan peristiwa itu, apalagi Kabupaten Dairi dalam suasana tahun politik. "Diharapkan kejadian ini bisa jadi pelajaran. Mari kita jadikan Kabupaten Dairi yang aman dan kondusif khususnya menjelang Pilkada Dairi," ucapnya.
Berita sebelumnya, kontributor salah satu TV bertugas di wilayah Kabupaten Dairi, Pakpak Bharat dan Samosir serta dua anggota Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Dairi dikeroyok oknum tentara dari satuan Kompi C Yonif 125, Rabu (30/5) sekira pukul 21.48 WIB di kantor Sekretariat DPD IPK Dairi Jalan Pahlawan Sidikalang. Akibatnya, ketiga korban mengalami luka-luka pada bagian kepala, panggung, tangan dan kaki. (B05/l)