Pematangsiantar (SIB)- Dalam upaya meningkatkan hasil pendapatan petani karet serta program pengolahan kompos untuk peremajaan karet seluas lebih kurang 10 ribu hektare di daerah Pakkat, Parlilitan, dan Tarabunga (Papatar) Humbang Hasundutan (Humbahas), Non Government Organisasi (NGO) Membangun Bumi Indonesia (Membumi) akan mengikat kerjasama dengan Jepang.Demikian disampaikan Direktur Eksekutif NGO Membumi Jimmi Panggabean, Senin (20/1). Menurutnya, Papatar merupakan salah satu daerah tanaman karet di Sumut. Namun saat ini tanaman karet di daerah tersebut sudah mulai habis akibat dimakan usia dan tidak ada peremajaan karena para petani sulit memperoleh bibit unggul .Lebih lanjut Jimmi Panggabean menjelaskan, sebelum melakukan kerjasama untuk peremajaan karet tersebut, pihaknya telah berdiskusi dengan konsulat Jepang di Medan. Sesuai hasil diskusi tersebut, pihak konsulat bersedia memasok bibit unggul, yang diperkirakan dalam waktu tiga setengah tahun sudah berproduksi dan dapat dijual di pasar internasional.“Selain memberikan bibit unggul dari Jepang, pihak konsulat juga bersedia memberikan penyuluhan pengolahan karet serta program kompos peremajaan tanaman karet tersebut di Papatar,†ujarnya.Selain sulit mendapatkan bibit unggul tersebut, kata Jimmi Panggabean, saat ini para petani juga mengalami persoalan mendesak yaitu modal, penyuluhan dan pemasaran karet.“ Dengan adanya keluhan dan persoalan tersebut, dalam waktu dekat kita akan mendesain program dengan melakukan pertemuan di Kecamatan Pakkat yang akan dihadiri tim ahli tanaman karet dan salah seorang anggota DPR-RI, Joni Alen Marbun untuk memberikan pemaparan awal,†ungkapnya.Sementara itu, Sekda Kota Pmatangsiantar Drs Donver Panggabean selaku putra daerah Parlilitan meminta Direktur Eksekutif NGO Membumi, untuk mendata lahan-lahan yang membutuhkan peremajaan karet. Juga supaya melakukan program selanjutnya untuk membuat pertemuan, pembekalan pengembangan koperasi patani di daerah Papatar segera mungkin.“Untuk mempercepat terealisasinya penanganan peremajaan karet tersebut NGO Membumi harus segera menurunkan tim ahli pengembangan tanaman karet dan juga memberikan pembekalan pengembangan koperasi petani, tujuannya agar alokasi dana serta pemasaran dengan harga standar dapat terjaminâ€, katanya.Lebih lanjut Donver Panggabean MSi mengatakan, NGO Membumi harus menjalin hubungan kerjasama dengan pihak akademisi dari Fakultas Pertanian USU supaya hasilnya dapat optimal di lapangan. (C7/c)