Tobasa (SIB) -Masyarakat mempertanyakan pembangunan pengolahan limbah di Aek Simate-mate, Kelurahan Pardede Onan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir. Pasalnya, hingga saat ini, bangunan yang sumber dananya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2017 belum difungsikan.
Setelah selesai dibangun pada Maret 2018, bangunan berbiaya puluhan miliar rupiah tersebut, belum pernah dioperasikan. Padahal, bangunan yang berada di depan Puskesmas Tandan Buhit Balige tersebut untuk mengolah limbah rumah tangga,sehingga tidak langsung dibuang ke Danau Toba.
Berlin Marpaung kepada SIB beberapa waktu lalu, mengungkapkan, bangunan yang menggunakan ruang rakyat ini terkesan mubajir. Karena, kurang lebih 4 bulan setelah selesai dibangun pada 2018, belum digunakan.
" Kita tahu pembangunan ini menggunakan anggaran tahun 2017 dan dibangun pada 2017 lalu. Dan baru selesai 2018, namun hingga sekarang belum berfungsi", katanya.
Plt Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Tobasa, Hendri Bona Pardosi yang ditanya SIB, Sabtu (28/7), di sela-sela workshop dan seminar sehari pemanfaatan tanah ulayat untuk peningkatan kesejahteraan penduduk setempat dan pengentasan kemiskinan di kawasan Danau Toba di SMA Unggul Del Laguboti, menyebutkan,belum ada serah terima bangunan tersebut dari Kementerian PU kepada Pemkab Tobasa. " Belum ada serah terima, "jawab Pardosi.
Walau belum ada serah terima, katanya beberapa waktu lalu, saat pihak PLN hendak memutus aliran listrik ke bangunan tersebut, pihaknya telah membayarnya agar listrik tidak diputus. (H01/c)