Jakarta (SIB)- Ketum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta juru bicara Presiden Johan Budi untuk menguatkan proses pencegahan korupsi di internal partai. Megawati berharap Johan yang maju sebagai caleg PDIP di dapil Jatim VII itu dapat memberi masukan kepada setiap kader agar tak terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK."Ibu Mega berharap pak Johan Budi dapat berjuang memerangi korupsi. Dan untuk itu ibu secara khusus meminta pak Johan Budi untuk dapat memberikan masukan dalam proses penguatan kepartaian agar tak ada lagi kader-kader PDIP yang kena OTT atau pun kita kedepankan proses pencegahan korupsi itu sendiri," kata Sekjen PDIP Hasto Kristianto di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (5/8).Hasto mengatakan Mega menyampaikan pesan tersebut dalam kegiatan pembekalan caleg PDIP. Menurut Hasto, Mega berharap para caleg baru PDIP dapat memberikan warna baru terhadap partai berlambang banteng moncong putih itu."Para artis juga, ibu berpesan agar mereka tidak hanya sekadar publik figur tapi dapat menarasikan bagaimana rasa cinta tanah air melalui kebudayaan," ujarnya.Terkait target di Pileg 2019, Hasto mengatakan partainya belum menetapkan secara pasti. Namun, menurut dia, PDIP harus menang di Pileg dan Pilpres 2019."Nanti kami akan dapat Rakernas setelah seluruh calon-calon ditetapkan tentu saja kami harus melihat secara relatif bagaimana posisi PDIP terhadap yang lain. Tapi kalau berdasarkan survei range nya antara 24 persen sampai 33 persen tentu saja angka amannya karena ini suara rakyat ya kita realistis saja di dalam menetapkan target tersebut. Intinya presiden bisa kita menangkan sebagai satu tarikan nafas dalam kemenangan pemilu legislatif," tuturnya. Konsep TrisaktiSementara itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan kepada para bacaleg DPR dan DPRD. "Tadi selain Bu Mega, ada Mbak Puan juga. Bu Mega cerita apa sih PDIP, nilai-nilai perjuangan yang diemban PDIP. Sambil menceritakan sejarah PDIP dan pengalaman beliau dan nilai yang dikembangkan kader PDIP, termasuk Trisakti Bung Karno," ujar bacaleg PDIP Johan Budi SP di sela acara.Johan menjelaskan bahwa Mega sama sekali tidak menyinggung soal PKI di acara ini. Yang jelas, bacaleg diberikan pengarahan bahwa PDIP bukan parpol yang memiliki persepsi negatif pada Islam."Tidak menyebut soal PKI. Kader PDIP sekarang semakin berwarna dan partai nasionalis religius juga diikuti masukannya tokoh-tokoh jadi kader PDIP. Persepsi PDIP selama ini, sebagian orang menganggap PDIP jauh dari Islam saya kira tidak benar," tutur Johan.Selain Mega, Ketua DPP PDIP nonaktif Puan Maharani juga memberikan arahan soal Pileg dan Pilpres 2019. Para kader diberikan strategi memenangkan Pileg, termasuk arahan memenangkan Joko Widodo di Pilpres."Mbak Puan bagaimana sistem pileg sekarang, termasuk pilpres. Kami diminta solid di lapangan, kader-kader PDIP berkaitan memenangkan, tidak hanya Pilpres, tapi juga Pileg," tutupnya. PDIP Kenalkan KapitraPada kesempatan yang sama Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memperkenalkan sejumlah calon anggota legilastif kepada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Para caleg yang dikenalkan itu berasal dari berbagai kalangan.Hasto awalnya menyebut sejumlah anggota DPR yang maju kembali di Pileg 2019. Hasto meminta mereka untuk berdiri."Di sini hadir incumbent dari Fraksi PDIP yang mencalonkan kembali. Total ada 108 orang," kata Hasto.Hasto kemudian memperkenalkan caleg dari kalangan purnawirawan TNI dan Polri. Dia juga meminta para caleg itu untuk mengucapkan salam merdeka."Kita sampaikan salam merdeka, mantap," ujar dia."Jadi pengalamannya lengkap ada yang punya kecakapan intelektual, kepribadian sehingga tiga orang di antaranya penerima adhi makayasa," sambung dia.Selanjutnya, Hasto memperkenalkan caleg dari tokoh agama. Salah satu yang diperkenalkan adalah pengacara Habib Rizieq Syihab, Kapitra Ampera."Kemudian ada kelompok, ada tokoh agama, pak Kapitra Ampera gagah perkasa seperti Bung Karno," ucap Hasto.Caleg dari kalangan wartawan turut diperkenalkan oleh Hasto. Tak hanya itu, ada pula caleg PDIP yang berasal dari kalangan artis."Kemudian ada kelompok artis," imbuhnya.Caleg artis yang datang di acara itu mulai dari Tina Toon hingga Angel Karamoy. Hasto mengatakan mereka akan menyanyikan sejumlah lagu bertema nasionalisme."Artis nusantara nanti akan berkolaborasi mempersembahkan lagu-lagu bertemakan cinta tanah air dan nasionalisme," ujarnya.Ada pula caleg yang berasal dari kalangan akademisi dan mempunyai gelar guru besar. Selain itu, Hasto juga mengenalkan sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta. (detikcom/d)