Silangit (SIB) -Penerbangan perdana Internasional Malindo Air dari Subang Airport Malaysia tiba di Bandara Internasional Silangit pukul 13.45 WIB, Jumat (17/8). Penerbangan tersebut memakan waktu 30 menit.
Malindo Air merupakan bagian dari Maskapai Penerbangan Lion Air dan telah membuka rute penerbangan dari Subang Malaysia ke Silangit dan dari Silangit ke Subang Malaysia empat kali dalam seminggu.
Jadwal penerbangannya yakni Senin, Rabu, Jumat dan Minggu pukul 11.25 - 13.45 WIB dengan jenis pesawat ATR 72-500 dan ATR 72-600 berdaya tampung 72 penumpang dan diberikan bagasi gratis untuk kapasitas 15 Kg bagi setiap penumpang.
Dalam kesempatan itu turut hadir Bupati Taput Nikson Nababan, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, Direktur Utama Badan Otorita Danau Toba (BODT) Ari Prasetyo, Kepala Bandara Silangit Eri Bradiantoro, Directur of Govermnet Malindo Air Raja Saidi, Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Kementrian Pariwisata Indra Nitua Nasution, Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen, Dandim 0210 TU Letkol Rico Siagian, Ketua DPRD Taput Poltak Pakpahan dan Ketua PN Tarutung Hendra Utama Sutardodo Sipayung.
Directur of Goverment Malindo Air Raja Saidi dalam sambutannya menyampaikan, penerbangan perdana Malindo Air merupakan bagian sejarah di Taput karena dilakukan pada peringatan HUT ke-73 RI.
" Jadwal penerbangan akan dilakukan pada Senin, Rabu, Jumat dan Minggu daengn jadwal Subang pukul 10.40 waktu Malaysia-11.00 WIB. Sementara jadwal keberangkatan dari Silangit ke Subang Malaysia pukul 13.45-14.15 WIB. Waktu penerbangan hanya memakan waktu 30 menit. Rute penerbangan ini juga merupakan momen terbaik untuk memperkenalkan kawasan Wisata Danau Toba ke Malaysia," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, rute penerbangan pertama Malindo ke Indonesia sejak 22 Maret 2013. Selain Silangit, rute penerbangan Malindo Air ada yang ke Aceh, Jakarta dan Batam.
Kepala Bandara Silangit Eri Bradiantoro juga menyampaikan, saat ini Bandara Silangit melayani 500 ribu penumpang pertahunnya. Dan sekarang ini pihak Bandara Silangit terus melakukan perluasan areal Bandara agar dapat melayani 750 ribu penumpang per tahun.
"Pendaratan Malindo Air dari Subang Malaysia ke Bandara Silangit menjadi sejarah yang penting bagi Bandara Silangit dimana sudah dilaunching penerbangan internasional pada perayaan HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Kiranya dengan adanya Bandara Silangit ini akan memberikan pengaruh yang luar biasa untuk pengembangan kawasan wisata Danau Toba," ujarnya.
Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata dari Kementerian Pariwisata Indra Nitua Nasution menyampaikan, momen ini momen yang bersejarah bagi Taput khususnya bagi sektor pariwisata di kawasan Danau Toba. Artinya pariwisata memberikan peranan penting menambah devisa negara.
"80% Wisatawan datang ke kawasan destinasi umumnya melalui jalur penerbangan. Jadi kemajuan pariwisata itu tidak hanya memberikan kemajuan perekonomian tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat," katanya.
Bupati Taput Nikson Nababan menyampaikan, saat ini peran Bandara Silangit sangat besar untuk pengembangan kawasan wisata Danau Toba. Bila dilihat beberapa tahun lalu, pesawat yang mendarat ke Silangit masih pesawat capung.
"Saat ini kita semua sudah merasakan manfaat dari Bandara Silangit bagi masyarakat kawasan Tapanuli Raya. Kita juga sangat berterima kasih kepada pihak Malindo Air yang sudah memberikan perhatiannya membuka rute penerbangan Subang Malaysia ke Silangit. Dan kiranya ini akan memberikan pengaruh besar untuk pengembangan wisata Danau Toba, " ujarnya. (G03/d)