Petani di Tarutung, Siatas Barita dan Sipoholon Kesulitan Dapatkan Pupuk Subsidi

* Dirop PD Pertanian: Tidak Langka, Pengecer Belum Menebus
- Kamis, 13 September 2018 11:09 WIB

Taput (SIB)  -Pupuk bersubsidi di beberapa wilayah Kabupaten Tapanuli Utara seperti Tarutung,  Siatas Barita dan Sipoholon mengalami kelangkaan stok.  Petani  pun mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk  tersebut di beberapa kios pengecer.  

Seorang petani dari  Desa Partali bermarga Hutabarat kepada SIB, Rabu  (29/8), mengaku,  sudah hampir sebulan pupuk bersubsidi mengalami kelangkaan stok.  Di kios - kios pengecer pupuk bersubsidi sulit didapatkan.  

"Sudah saya kelilingi semua kios pengecer pupuk di Kecamatan Tarutung,  Sipoholon dan Siatas Barita, stok pupuk bersubsidi benar - benar tidak ada. Kami heran kenapa pupuk bersubsidi untuk rakyat kecil seperti kami sulit didapatkan.  Khususnya Ponska,  SP 36, ZA dan Urea.Terpaksa saya harus membeli pupuk nonsubsidi untuk tanaman pertanian saya.  Harganya cukup mahal dibandingkan pupuk bersubsidi," ujarnya.  

Menurutnya, pupuk bersubsidi harusnya bisa cepat diperoleh para petani karena sangat membantu para petani kecil. Kalau membeli pupuk nonsubsidi, jelas para petani tidak akan sanggup karena harganya cukup mahal. 

Selain di Tarutung, petani di Kecamatan Siatas Barita bermarga Panggabean juga mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi.  Ia mengeluhkan tidak sanggup membeli pupuk nonsubsidi untuk tanaman jagung dan nenas miliknya.  

"Mana sanggup saya membeli pupuk nonsubsidi.  Harganya sudah tiga kali lipat dari harga pupuk bersubsidi.  Kita bingung kenapa sulit kali mendapatkan pupuk bersubsidi ini dan kenapa sering langka di kios - kios pengecer. Kami heran kelangkaan pupuk bersubsidi ini bukan hanya tahun ini saja, tetapi tahun - tahun sebelumnya sering langka," ungkapnya.  

Direktur Operasional Perusahan Daerah Pertanian Kabupaten Taput Lambas Hutasoit ketika dikonfirmasi SIB via telepon selulernya mengatakan, pupuk bersubsidi sebenarnya tidak langka.  Namun, sebagian para kios pengecer belum menebus pupuk bersubsidi ke Perusahaan Daerah Pertanian Taput. 

"Kalau stok pupuk bersubsidi kita banyak dan tidak mengalami kelangkaan.  Jadi bukan pupuknya yang langka tetapi para kios pengecer yang belum menebus ke kita. Mungkin karena musim pemupukan baru  Oktober mendatang. Tetapi kita akan cek kembali nanti ke beberapa kios pengecer pupuk," ujarnya. (G03/l) 


Tag:

Berita Terkait

Headlines

Anggota DPRD Deliserdang Sesalkan Tukar Uang Rupiah Baru di Lapangan Merdeka Medan Pasang Tarif 30 Persen

Headlines

Polres Labuhanbatu Musnahkan Sabu 30 Kilo dan 29.826 Butir Ekstasi

Headlines

PMI Medan dan Palang Merah Amerika Paparkan Program Ketahanan Panas

Headlines

Sempat Dihentikan Sementara, 14 Dapur SPPG di Sergai Kembali Beroperasi

Headlines

Polres Batubara Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Toba Tahun 2026

Headlines

DPR RI Tetapkan Lima Calon Anggota Dewan Komisioner OJK