Jakarta (SIB)- Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan program-program prorakyatnya selama memimpin Indonesia dalam kurun waktu 2004-2014. Meski begitu, SBY juga menyelipkan pujian atas pencapaian pemerintahan Joko Widodo saat ini."Partai Demokrat juga harus jujur bahwa sebagian masyarakat puas terhadap sejumlah hal, yang tentunya ini merupakan capaian pemerintah yang harus kami beri apresiasi," kata SBY saat berpidato di acara HUT Partai Demokrat di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (17/9).SBY kemudian berbicara tentang kondisi ekonomi saat ini. "Di bidang ekonomi, saat ini kita menghadapi pelemahan rupiah yang tajam serta kenaikan harga minyak dunia. Sebagian pihak mengatakan bahwa faktor eksternal inilah yang menjadi biang keladi melemahnya ekonomi kita," imbuhnya.SBY menyebut, untuk selanjutnya dia dan Partai Demokrat akan terus mendengarkan suara rakyat. Ia juga mengatakan akan selalu mencarikan solusinya."Satu tahun terakhir ini, saya pribadi, dan para kader utama Partai Demokrat telah berkeliling Nusantara, mengunjungi ratusan kabupaten dan kota, untuk berdialog langsung dengan berbagai lapisan masyarakat," jelas SBY.Gelap PolitikMenyinggung potensi terjadinya politik uang saat Pemilu 2019, SBY berharap tidak adanya transaksi-transaksi politik, salah satunya untuk membangun koalisi."Kita akan diuji apakah pemilu ini bisa mencegah politik uang (money politics) yang makin menjadi-jadi. Demokrasi akan runtuh dan rakyat akan dikebiri manakala uang menjadi penentu segala-galanya. Gelap politik kita kalau uang digunakan sebagai alat untuk membeli suara rakyat dan juga sebagai transaksi terbangunnya koalisi partai-partai," jelas SBY.Menurutnya, ada banyak godaan yang dihadapi saat Pemilu 2019. SBY menaruh harapan Pemilu 2019 berjalan damai, adil, dan demokratis.SBY mendoakan siapa pun yang terpilih dalam Pemilu 2019 amanah. Menurutnya, amanah kekuasaan akan dipertanggungjawabkan kelak.Kita Kejar SBY juga menyinggung soal pemberitaan media asing Hong Kong, Asia Sentinel, terkait kasus Bank Century. Merasa difitnah, dia bertekad mengejarnya hingga ke ujung dunia."Minggu ini, saya dan Partai Demokrat kembali mendapatkan fitnah besar. Ada pihak asing yang mengarang cerita yang tidak mengandung kebenaran. Korbannya, lagi-lagi SBY dan Partai Demokrat. Sayangnya, sebagian dari media massa dan pihak-pihak tertentu di dalam negeri ikut menyebarluaskan fitnah yang jauh dari logika dan kebenaran ini," ujar SBY.SBY memang tidak secara langsung menyebut Asia Sentinel."Saya memahami kemarahan para kader Demokrat terhadap tangan-tangan asing yang mengobok-obok urusan bangsa kita. Saya tahu para Kader Demokrat gusar karena fitnah keji ini dimunculkan di musim Pemilu sehingga, pihak yang menyebarluaskan fitnah ini juga memiliki motif dan kepentingan politik," tuturnya.SBY lalu meminta kepada para kader untuk tidak main hakim sendiri. Ia juga berharap agar fitnah itu tidak disebarluaskan lagi."Ingat, negara kita adalah negara hukum. Bukan negara gruduk dan negara kekerasan. Saya pastikan kita akan menggunakan hak hukum kita untuk menyelesaikan masalah ini. Akan kita kejar sampai ke ujung dunia mana pun, yang merusak dan menghancurkan nama baik kita," ucap SBY."Ini juga berlaku bagi pihak-pihak di dalam negeri yang ikut-ikutan memfitnah dan merusak kehormatan kita," tambah Presiden RI ke-6 itu.SBY lalu menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang memberikan dukungan. Ia memastikan akan tetap kuat dan tegar menghadapi segala serangan politik."Insyaallah, saya akan tetap kuat sambil berikhtiar agar keadilan sejati datang," kata SBY.HUT DemokratPartai Demokrat memperingati hari ulang tahun yang ke-17. Pantauan di lokasi beberapa kader Demokrat hadir. Antara lain Ketua Komandan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Fraksi Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, politikus PD Putu Sudayatma, dan Sekjen Hinca Pandjaitan."Hari ini Partai Demokrat memperingati hari ulang tahun yang ke-17. Partai Demokrat telah berikan solusi dan kontribusi untuk rakyat Indonesia," kata Putu di lokasi.Putu juga mengatakan Demokrat tidak mengundang partai lain. Hanya internal Demokrat yang menghadiri acara ini."Temanya dalam rangka HUT Demokrat. AHY nggak pidato, sejauh ini yang hadir hanya kader kami," imbuhnya. (detikcom/f)