Kecepatan Tsunami Palu 800 Km/Jam, 405 Korban Meninggal

* DPR Sesalkan BMKG Cabut Peringatan Tsunami * Jokowi Perintahkan Menkopolhukam-TNI Tangani Darurat Gempa * Separuh Lebih Napi Lapas Palu Kabur
- Minggu, 30 September 2018 11:12 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir092018/hariansib_Kecepatan-Tsunami-Palu-800-Km-Jam--405-Korban-Meninggal.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Ant/Rolex Malaha
KORBAN GEMPA PALU: Sejumlah korban gempa tergeletak di depan RSUD Undata, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9).
Jakarta (SIB)- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kecepatan tsunami yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah mencapai 800 kilometer/jam saat berada di tengah laut. Begitu sampai ke daratan, kecepatan berkurang namun kekuatannya mampu meluluhlantakan bangunan yang ada.

"Kekuatan tsunami sangat besar, di tengah laut kecepatan tsunami mencapai 800 Km/jam, semakin ke darat gelombang semakin tinggi. Kecepatan berkurang karena terhambat oleh dasar lautan. Tetapi dengan massa yang besar dapat menghancurkan seluruh infrastruktur dan bangunan di pantai," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (29/9).

Sementara itu, data jumlah korban meninggal di Palu bertambah. Data terbaru menyebutkan jumlah korban tewas 405 orang.

"Jumlah korban meninggal yang terdata di sejumlah rumah sakit: 405 orang. Korban luka mencapai 150 orang," kata Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu, dalam keterangan tertulis.

Namun sebelumnya pihak BNPB jumlah korban luka mencapai 540 orang dan sebanyak 29 orang masih dinyatakan hilang.

Data ini dipaparkan dalam rapat koordinasi yang dilakukan di tenda gubernuran Sulteng bersama Sulteng, Mendagri, dan BPBD Sulteng. Sejumlah pejabat melakukan tinjauan ke Palu di antaranya Menhub, Panglima TNI, Menkominfo, Menteri Sosial, Wakapolri.

Saat ini kondisi listrik mati total, sedangkan sambungan telepon selueler berfungsi di beberapa lokasi.

"Lebih dari 500 BTS tidak berfungsi akibat pasokan listrik dari PLN terhenti," katanya.

Selain itu banyak bangunan instansi dan lembaga rusak. Sementara akses menuju Palu sangat terbatas.

"Bandara Palu dibuka terbatas untuk kepentingan penanganan bencana," sambungnya.

Dalam rakor di Palu, Menko Polhukam Wiranto meminta agar pemakaman korban meninggal dilakukan secara layak setelah diketahui identitasnya melalui DVI, face recognition, dan sidik jari.

Pencarian korban di puing-puing bangunan yang hancur akibat gempa dan terus dilanjutkan.

Sedangkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa akan dibelanjakan di Makassar dan akan diangkut dengan pesawat Hercules menuju Palu.

"Kementerian Sosial segera bangun Dapur Umum di 10 tempat pengungsian. Kementerian Kominfo diminta mempercepat pemulihan jalur komunikasi di Sulawesi Tengah," sambung Ferdinandus. Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah.

16 RIBU MENGUNGSI

Lebih dari 16 ribu warga di Palu mengungsi. Jumlah ini belum termasuk warga di Donggala, lokasi titik gempa.

"Sebaran pengungsi, terdapat 16.732 orang di 24 titik di Kota Palu," ujar Sutopo.

Menurutnya, mereka masih kesulitan memberikan bantuan kepada para korban. BNPB juga masih belum mendapat data dari Donggala karena komunikasi masih lumpuh.

"Ketersediaan terbatas. Personel terbatas. Kita imbau masyarakat bersabar. Pemerintah pasti berikan bantuan," jelas Sutopo.

Sutopo menjelaskan tsunami dipicu longsoran sedimen di dasar laut. Longsor itu disebut terjadi akibat gempa 7,4 SR yang mengguncang Donggala.

Sedimen itu dibawa dari sungai yang bermuara di Teluk Palu. Sedimen tersebut belum terkonsolidasi dengan kuat sehingga saat diguncang gempa terjadi longsor.

"Kenapa terjadi tsunami cukup besar, kami telah melakukan koordinasi dengan beberapa ahli tsunami ada 2 penyebab. Pertama, di Teluk Palu, yang kalau berdasarkan video tsunami menerjang cukup tinggi, ini disebabkan ada longsoran sedimen dasar laut kedalaman 200-300 meter," jelasnya.

"Ketika diguncang gempa 7,4 SR tadi akhirnya runtuh, longsor dan membangkitkan tsunami. Kalau dilihat video di Pantai Talise, tsunami awal itu airnya jernih, tetapi kemudian datang dari laut bergelombang dan naik-turun airnya kondisinya keruh. Menurut analisis ahli, itu kemungkinan dipicu longsoran di dasar laut," lanjut penjelasan Sutopo. 

SOROTI BMKG

Menyusul gempa bermagnitudo 7.7 skala richter (selanjutnya BMKG meralat menjadi 7.4 skala richter), anggota Komisi V DPR RI, Randy Lamadjido, menyebut banyak korban akibat tsunami juga terkait informasi yang disampaikan BMKG.

Randy, yang merupakan putra asli kota Palu, menuntut pertanggungjawaban pihak BMKG yang salah memberikan informasi kepada masyarakat, sehingga mengakibatkan jatuh korban puluhan orang tewas, terutama di daerah pesisir kota Palu.

Randy menambahkan, berdasarkan informasi masyarakat yang ia dapatkan langsung dari sanak saudara yang tinggal di Kota Palu, awalnya masyarakat bersiap-siap menuju daerah aman di pegunungan, menyusul informasi akan terjadinya tsunami, setelah gempa reda.

Namun, beberapa saat kemudian, pihak BMKG mencabut peringatan tersebut. Setelah 2 sampai 3 menit kemudian, ternyata tsunami benar-benar terjadi. Air laut naik menerjang masyarakat yang tinggal di daerah pesisir.

Komisi V DPR RI, menurutnya, akan segera memanggil pihak BMKG dan menuntut pencopotan Ketua BMKG, karena menurutnya telah lalai dalam memberikan informasi kepada masyarakat dan mengakibatkan timbulnya korban jiwa di masyarakat.

Namun sebelumnya Ketua BMKG menyatakan bahwa peringatan tsunami dicabut pasca terjadinya tsunami, yang menurutnya gelombang laut mencapai 1 sampai 1,5 meter ketika menghantam daratan.

CAPAI 5 METER

Sedangkan BNPB mengatakan tsunami sempat mencapai ketinggian lima meter.

"Kami menemukan tsunami tingginya mencapai lima meter. Kami dapat laporan tadi ada orang yang menyelamatkan orang dengan naik ke pohon yang tingginya hampir 6 meter," kata Sutopo.

BNPB akan berkoordinasi dengan para ahli tsunami dari ITB, LIPI, BPBD, dan instansi lain untuk terjun kembali ke lokasi untuk mendata. Sehingga hasil pendataan ini bisa jadi pembelajaran bagi masyarakat.

"Berapa tinggi tsunami, bagaimana faktor penyebabnya, kemudian menjadi pembelajaran ke depan," tuturnya.

Dia menambahkan, Donggala dan Palu punya sejarah kebencanaan yang cukup panjang. Gempa dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9) kemarin bukan peristiwa yang pertama terjadi.

"Jadi sesar, patahan palu koro yang membelah Sulawesi jadi dua, ini sangat aktif sekali. Tiap tahun selalu bergeser 35-45 mm per tahun. Suatu saat, periode tertentu mereka akan lepas, akan terjadi gempa bumi," ujar Sutopo.

AKSES TERPUTUS

Akibat gempa dan tsunami, jalanan di Palu sulit diakses. Penyebabnya jalan yang menghubungkan Poso dan Palu terputus.

"Jalur menuju Kota Palu kesulitan," ujar Sutopo.

Bukan hanya di dalam kota saja, akses di wilayah perbatasan dengan kota tetangga juga terdampak akibat gempa. Akses jalan Palu-Poso kini tak bisa dilalui.

"Dari Poso ke Palu kondisi putus jalan, hancur kemudian lereng perbukitan longsor," sebut Sutopo.

Dia belum bisa memberikan informasi mengenai keadaan di Donggala, komunikasi masih lumpuh.

Sutopo menyebut pihak SAR membutuhkan alat berat untuk evakuasi. Ada banyak bangunan yang rubuh akibat gempa di Palu.

"Alat berat juga diperlukan karena banyak bangunan yang roboh dan masif sehingga kedatangan saat ini masih lamban," jelasnya.

131 GEMPA SUSULAN

BNPB juga mencatat ada 131 gempa susulan di Donggala dan Palu. Angka tersebut terhitung hingga pukul 15.00 WIB.

Berdasarkan data BNPB, Sabtu (29/9), gempa bumi susulan itu dihitung setelah terjadinya gempa magnitudo 7,4 pada Jumat (28/9) kemarin. Dari 131 gempa susulan yang terjadi, ada lima gempa yang dirasakan.

Gempa terkuat yang dirasakan ada di skala VIII Modified Mercalli Intensity (MMI). Artinya getaran gempa mengakibatkan kerusakan pada bangunan berupa retak-retak bahkan hingga bisa menyebabkan roboh.

Jika dihitung dari skala V MMI, estimasi penduduk yang terpapar gempa ada sebanyak 2,4 juta penduduk. Angka ini didasarkan pada proyeksi penduduk 2018 dari Badan Pusat Statistik (BPS). Para penduduk itu tersebar di Banggai, Banggai Kepulauan, Donggala, Morowali, Palu, Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-Una, dan Toli-Toli.

Dari puluhan gempa tersebut, gempa yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) adalah yang terkuat, sekitar 5,1 skala richter (SR).

Dilihat dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Sabtu, pukul 17.30 WIB.

"Lokasi gempa berada di koordinat 1.43 LS-120.21 BT," tulis BMKG.

BMKG menyatakan gempa tersebut tak berpotensi tsunami. Pusat gempa berada di kedalaman 10 Km dengan jarak 36 Km tenggara Sigi.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 5,1 SR mengguncang Kabupaten Poso, Sulteng. Gempa di Poso itu juga tak berpotensi tsunami.

PENGHUNI LAPAS KABUR

Separuh lebih narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu kabur dari tempat penahanan setelah tembok penjara roboh akibat gempa bumi.

Kepala Lapas Palu Adhi Yan Ricoh saat ditemui Antara di halaman Lapas Palu mengatakan, jumlah warga binaan di lembaga pemasyarakatan 560 orang dan separuh lebih dari mereka pergi setelah tembok-tembok roboh.

Adhi mengatakan petugas penjara kesulitan mencegah mereka kabur karena sebagian petugas juga panik saat gempa ditambah kondisinya gelap setelah lampu padam.

"Apalagi para petugas juga panik dan berusaha menyelamatkan diri sendiri," ujarnya.

Lembaga pemasyarakatan, menurut Adhi, saat ini belum memikirkan pencarian karena semua petugas, termasuk aparat kepolisian, sedang sibuk mengurus para korban gempa.

"Jangankan mencari napi yang lari, kondisi yang kami alami ini saja belum sempat dilaporkan ke pusat, karena tidak ada listrik dan tidak ada jaringan telekomunikasi," ujarnya.

Ketika ditanya mengenai tingkat kerusakan bangunan Lapas akibat gempa bumi, Kepala Lapas Palu mengatakan kerusakannya sangat parah. 

JOKOWI PERINTAHKAN MENKO POLHUKAM-TNI

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menko Polhukam Wiranto mengkoordinasi penanganan darurat gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Jokowi meminta penanganan darurat berfokus pada pencarian, evakuasi, dan pemenuhan kebutuhan dasar korban gempa.

"Saya telah perintahkan Menko Polhukam untuk mengkoordinasi BNPB. Saya juga sudah telepon tadi ke Panglima TNI untuk bersama-sama menangani terutama yang berkaitan dengan penanganan darurat, baik pencarian korban, evakuasi, maupun penyiapan kebutuhan-kebutuhan dasar yang diperlukan," ujar Jokowi dalam konferensi pers di kediamannya di Solo, Jumat (28/9).

Saat ditanya rencana kunjungan ke Sulawesi Tengah, Jokowi mengaku hingga saat ini masih terus memantau informasi terbaru dari gempa di Sulawesi Tengah.

"Setiap jam saya selalu mengikuti peristiwa ini, yang terjadi, dari sini dan saya berharap, setelah mendapatkan penjelasan secara penuh, baru menentukan rencana," ujarnya.

Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto menyebut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengirimkan satu unit helikopter ke Bandara Palu. Helikopter itu akan membawa alat navigasi.

"Satu unit heli dari Makassar akan dikirim ke Palu membawa alat navigasi sekalian untuk digunakan meng-handle pesawat logistik," ucap Wiranto di kantornya seusai rapat darurat, Sabtu (29/9) dini hari.

Alat navigasi itu dibutuhkan karena sistem navigasi di Bandara Palu mengalami kerusakan. Selain itu, landas pacu atau runway sepanjang 2.500 meter disebut mengalami kerusakan kurang-lebih 500 meter.

Wiranto menyebut pengecekan terakhir akan dilakukan. Setelah pengecekan, Wiranto berharap, peralatan navigasi yang disiapkan dapat membantu pesawat-pesawat yang membawa kebutuhan logistik serta personel TNI dan Polri untuk membantu para korban.

SOAL BANTUAN

Agar bantuan ratusan ton beras bisa disalurkan untuk korban gempa, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita meminta Bupati Donggala dan Wali Kota Palu segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat.

"Dengan terbitnya SK Tanggap Darurat, Kemensos, Bupati Donggala, dan Wali Kota Palu bisa segera mengeluarkan stok beras yang dimiliki Kementerian Sosial untuk dibagikan kepada warga," kata Agus dalam jumpa pers di Jl Senopati, Jakarta Selatan, Sabtu (29/9).

SK Tanggap Darurat diperlukan sebagai syarat cairnya bantuan itu. Tanpa SK itu, beras Kementerian Sosial di gudang Bulog tidak bisa dibagikan untuk warga korban gempa.

"Dengan terbitnya SK Tanggap Darurat, Bupati, dan Wali Kota bisa mengambil 100 ton stok beras di gudang Bulog yang dimiliki Kemensos," kata Agus.

Jumlah stok beras Kemensos yang bisa dibagikan kepada korban gempa sebanyak 100 ton. Namun jumlah itu bisa ditambah apabila diperlukan.

"Kalau kurang, gubernur bisa mengeluarkan dan mengambil 200 ton beras yang dimiliki Kemensos untuk dibagikan kepada warga. Kalau 200 ton masih kurang, nanti akan ada diskresi untuk memberi bantuan," tuturnya.

Kini, bantuan paket sembako sedang disiapkan untuk diberikan kepada warga Palu dan Donggala. "Apa pun kondisi di sana, kami siap melaksanakan tugas kami," ujar Agus. 

HARUS SINERGI

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyatakan prihatin dan belasungkawa atas terjadinya gempa dan tsunami di Donggala, Sulawesi Tengah. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak mempercayai berita hoaks yang mungkin beredar pasca gempa, ujarnya Sabtu (29/9).

Dia berharap proses penanganan pasca bencana bisa dilakukan secara cepat dan masif. Hal yang harus diprioritaskan adalah bantuan untuk korban selamat.

BNPB bersama BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) dan tim penanggulangan bencana lainnya harus bersinergi guna memberikan bantuan sesegera mungkin. Baik berupa bantuan kesehatan, pangan, pakaian, dan kebutuhan lainnya, serta memperhitungkan kerugian yang ditimbulkan akibat gempa," kata Bamsoet.

Dia juga meminta Kementerian Sosial berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memobilisasi pemberian bantuan kemanusiaan. Harapannya, kebutuhan masyarakat Donggala dan Palu yang terdampak gempa serta tsunami dapat disalurkan tepat sasaran dan disesuaikan dengan kondisi yang ada.

"Pembangunan posko-posko kesehatan mutlak diperlukan. Untuk itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) harus segera mendirikan posko siaga kesehatan yang menyediakan obat-obatan dan tenaga kesehatan guna menolong para korban dan pengungsi," tegas Bamsoet.

Seiring proses mitigasi, Wakil Ketua Umum KADIN ini juga mengharapkan listrik dan jaringan komunikasi yang terputus di wilayah terdampak gempa bisa segera dipulihkan. PLN dan provider telekomunikasi diminta segera memperbaiki jaringan listrik dan komunikasi yang terputus.

AMBRUK

Kerusakan parah terjadi di Palu, mal dan hotel ambruk. Berbagai bangunan, mulai rumah, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, dan bangunan lainnya ambruk sebagian atau seluruhnya. Diperkirakan puluhan hingga ratusan orang belum dievakuasi dari reruntuhan bangunan, kata Sutopo.

Berikut ini data kerusakan dampak gempa dan tsunami yang dirilis BNPB.

1. Pusat perbelanjaan atau mal terbesar di Kota Palu, Mal Tatura di Jl Emy Saelan, ambruk.

2. Hotel Roa Roa berlantai delapan yang berada di Jl Pattimura rata dengan tanah. Di hotel yang memiliki 80 kamar itu terdapat 76 kamar yang terisi oleh tamu hotel yang menginap.

3. Arena festival Pesona Palu Nomoni, puluhan hingga seratusan orang pengisi acara sebagian merupakan para penari belum diketahui nasibnya.

4.RS Anutapura yang berlantai empat di Jl Kangkung, Kamonji, Kota Palu, roboh.

5.Jembatan Ponulele yang menghubungkan antara Donggala Barat dan Donggala Timur roboh, jembatan yang menjadi ikon wisata Kota Palu roboh setelah diterjang gelombang tsunami.

6.Jalur trans Palu-Poso-Makassar tertutup longsor. 

Selain itu, Masjid Arkam Bab Al Rahman atau Masjid Apung Palu juga roboh dan masuk ke laut pasca gempa disusul tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Masjid itu terlihat terendam air laut.

Dilihat dari foto yang diterima, masjid itu masih utuh namun masuk ke laut.

Jika dibandingkan dengan kondisi sebelum gempa, terlihat tiang-tiang penopang masjid sudah tak ada lagi. Jalan dari daratan menuju ke masjid terapung itu juga sudah tak terlihat lagi.

Terlihat banyak kayu berserakan di sekitar masjid. Belum diketahui apakah ada orang yang sedang berada di masjid saat tsunami terjadi.

Sementara itu, Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu, Sulteng, juga mengalami kerusakan. Bandara ini masih ditutup untuk penerbangan komersial.

"Bagian tower lantai 4 runtuh, peralatan komunikasi rusak, pemancar radio rusak, jaringan down, radar dan VOR belum berfungsi, 500 meter dari 2.500 meter landas pacu atau runway retak akibat gempa," demikian dikutip dari keterangan tertulis BNPB.

Runway sepanjang 2.000 meter tersebut tidak bisa didarati pesawat jet berukuran besar, seperti Boeing 747.

Berikut ini data dampak gempa dan tsunami di Donggala dan Palu yang disampaikan dalam keterangan pers Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

- Listrik

Tujuh gardu induk PLN padam setelah gempa mengguncang Sulawesi Tengah, khususnya di Palu dan Donggala. Saat ini baru 2 gardu induk yang bisa dihidupkan kembali.

- Jaringan Komunikasi

Jaringan komunikasi di Donggala, Palu, dan sekitarnya tidak dapat beroperasi karena pasokan listrik PLN putus. Terdapat 276 base station yang tidak dapat digunakan.

- Bandara

-Bandara Mamuju: Terjadi kerusakan di bangunan tower tapi masih berfungsi.

- Bandara Toli-Toli: Normal.

- Bandara Poso: Normal.

- Bandara Luwuk Bangai: Terjadi pergeseran tiang tower tapi masih berfungsi.

- Pelabuhan

Pelabuhan Pantoloan (Kota Palu) rusak paling parah. Keran peti kemas yang biasanya digunakan untuk bongkar-muat peti kemas roboh.

Pelabuhan Wani, bangunan dan dermaga mengalami kerusakan. KM Sabuk Nusantara 39 terempas tsunami ke daratan sejauh 70 meter dari dermaga.

Pelabuhan Ampana, Pelabuhan Luwuk, Pelabuhan Belang-belang, dan Pelabuan Majene dalam kondisi baik dan tidak ada kerusakan akibat gempa. 

(Detikcom/Ant/d)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

Teheran Diguncang! 80 Jet Tempur Israel Serang Pusat Militer Iran

Headlines

Kereta Api Tabrak Mobil Expander di Simalungun, Korban Mengalami Luka dan Trauma

Headlines

Pelaku Curanmor di Sergai Ditangkap, Mengaku Beraksi di 25 TKP

Headlines

Polres Simalungun Tanam Jagung Serentak di Tapian Dolok

Headlines

Patroli Malam, Timsus Dayok Mirah Sikat 4 Motor Knalpot Brong di Pematangsiantar

Headlines

PERMATA dan MTPP GBKP Kembangkan Kompos Cair dari Limbah Pertanian