Medan(SIB)- Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara Azhar Harahap melalui Kepala UPT (Unit Pelayanan Teknis) Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Marino menyebutkan, akibat banjir melanda Kabupaten Madina, seluas 1.722,70 hektare padi sawah terendam air tersebar di 16 kecamatan, namun masih bisa berkembang dengan masa tanam berusia 35 hingga 40 hari, sedangkan lahan mengalami puso 23 hektare.Hal itu diungkapkan Marino kepada SIB melalui telepon selurarnya, usai meninjau banjir bersama rombongan Gubsu Edy Ramayadi dan Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Azhar Harahap di Madina, Selasa (16/10). Disebutnya, 16 kecamatan terkena banjir itu yakni Kecamatan Penyabungan, Penyabungan Utara, Barat dan Penyabungan Timur. Kecamatan Siabu,Bukit Melintang,Hutabongot, Tambangan, Kotanopan, Hulupungut, Muara Sipongi, Rantau B, Natal, Simumukan, Batahan dan Muara Batang Gadis."Lahan yang terluas kena banjir yakni Kecamatan Siabu," ungkap Marino sambil menyebutkan di Kabupaten Madina terdapat lahan sawah tadah hujan seluas 22.000 hektar.Sementara itu untuk komoditi jagung, lahan yang terendam banjir seluas 103,1 hektar di Kecamatan Penyabungan, Kecamatan Siabu, Muara Batang Gadis dan Batahan. Sedangkan tanaman yang puso seluas 24 hektar.Untuk mengantisipasi banjir, kata Marino,Gubsu Edy Rahmayadi pekan lalu membuat surat edaran ke kabupaten/kota agar waspada karena berdasarkan dari BKMG curah hujan masih tinggi di bulan Oktober, Nopember dan Desember.Dari hasil surat edaran Gubsu, kabupaten/kota sudah banyak melakukan pembersihan irigasi dan parit-parit agar jaringan air berjalan lancar. "Jadi antisipasi banjir,sejumlah kabupaten yang curah hujan tinggi sudah melakukan pembersihan," ungkapnya.Daerah lain yang curah hujan tinggi setiap tahun,kata Marino yakni Nias,Nias Selatan, Nias Utara dan Gunung Sitoli.Disinggung lahan pertanian seluas 880 hektare yang terendam banjir di Langkat, Marino belum bisa memberi komentar.Posisinya masih di Madina,namun dia akan memberi keterangan tentang banjir di Langkat tersebut. (A2/l)