Sidikalang (SIB) -Rimson Sitorus (45) warga Dusun Lae Sulpi, Desa Lae Ambat, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Dairi, tewas digorok PN (45), Rabu (24/10). Selain korban, Kapolsek Parongil AKP Sayuti Malik yang datang ke lokasi juga terluka di bagian dada kiri ditikam tersangka PN.
Peristiwa itu langsung dilaporkan warga ke Polsek Parongil. PN diduga sempat diamuk massa hingga babak belur.
Kapolres Dairi AKBP Erwin Wijaya Siahaan di RSU Sidikalang mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman motif pembunuhan tersebut. Untuk sementara, motif pembunuhan terkait masalah batas tanah yakni halaman rumah, dimana antara tersangka dengan korban bertetangga.
Kapolres menyebut, tahun 2014 lalu keduanya pernah cekcok gara-gara batas tanah. "Kita masih melakukan pendalaman motif sesungguhnya kejadian itu," ucapnya.
Sementara, anak korban Irwanto Sitorus (14) bersama saudara ayahnya Manihar Sitorus yang ditemui di RSUD Sidikalang menerangkan, kejadian bermula sekira pukul 17.00 WIB, tersangka datang ke rumah mereka yang merupakan kedai tuak. Di warung itu, sebelumnya sudah ada 2 orang lainnya yakni bermarga Sianturi dan Lumbanbatu serta ayahnya.
PN datang, kemudian berbincang dengan korban sambil minum tuak. Berselang beberapa menit, Irwanto pergi ke rumah tersangka yang berjarak lebih kurang 30 meter untuk membeli gas.
Selang lima menit, Irwanto balik ke rumah sudah melihat ayahnya dibunuh. Sementara kedua orang yang ada di warung tidak kelihatan lagi. Irwanto berlari memberitahukan kejadian itu kepada tetangga dan informasi pembunuhan dilaporkan ke Polsek Parongil.
Menurut Irwanto, usai dibunuh, kepala korban dimasukkan ke dalam keranjang yang biasa digunakan berjualan. Berselang beberapa menit, Kapolsek serta anggotanya datang ke lokasi. Kapolsek AKP Sayuti Malik meminta tersangka menyerahkan parang yang digunakan menghabisi nyawa korban.
Permintaan Kapolsek dituruti, tetapi tidak diduga ternyata tersangka menyembunyikan pisau dalam pakaiannya. Ketika Kapolsek mendekat, PN langsung menikam bagian dada Kapolsek. Usai menusuk Kapolsek, tersangka berusaha kabur. Namun, anggota Polsek Parongil melumpuhkan PN dengan timah panas di bagian kaki serta perut.
Kapolsek Parongil AKP Sayuti Malik serta tersangka PN dibawa ke RSUD Sidikalang. Sedangkan jenazah Rimson Sitorus masih di kamar mayat.
Kapoldasu Jenguk Kapolsek
Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto. Bersama pejabat utama Poldasu, menjenguk AKP Sayuti Malik di RS Murni Teguh Medan, setelah dipindahkan dari RSU Sidikalangan, Kamis (25/10).
"Kondisinya mulai membaik, tadi ngobrol dan bercanda serta mendalami kronologisnya," kata Agus.
Ia mengatakan, kedatangannya melihat kondisi korban untuk memastikan kondisinya, dan perawatan benar-benar ditangani oleh tim dokter. Selain itu, untuk memberikan semangat kepada Sayuti agar lekas sembuh dan dapat bertugas kembali.
"Sayuti mendapat luka tikaman saat menjalankan tugas, saya mendoakan agar beliau lekas sembuh dan dapat beraktifitas kembali," ucap Jenderal bintang dua tersebut.
Agus juga mengimbau kepada seluruh anggota Polri dijajaran Polda Sumut untuk lebih berhati hati dalam menjalankan tugas. (B05/A18/l)