Jakarta (SIB)- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memeriksa 11 pesawat Boeing 737 MAX 8 milik dua maskapai menyusul jatuhnya satu pesawat serupa milik Lion Air di perairan Karawang. Hasilnya, tidak ditemukan masalah dalam komponen 11 pesawat itu."Pemeriksaan 11 pesawat itu didapatkan hasil bahwa komponen semua, tidak ditemukan gangguan teknis," kata Menhub dalam jumpa pers di kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (1/11).Meski demikian, Kemenhub masih menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kelaikan Boeing 737 MAX 8. Selain itu, Kemenhub akan berdiskusi dengan pihak Boeing."Namun evaluasi akan diteruskan oleh KNKT dan kita akan berdiskusi dengan Boeing dalam satu-dua hari ini," ujar Menhub.Menhub menjelaskan, di Indonesia ada 11 pesawat Boeing 737 MAX 8. Satu milik Garuda Indonesia dan sisanya milik Lion Air. Kejadian Lion Air PK-LQP kemarin membuat pesawat Boeing 737 MAX 8 tersisa 10 unit."Untuk kelaikan dan operasi sudah menyampaikan surat untuk pemeriksaan. Pemeriksaan berkaitan dengan problem dan pelaksanaan. Pemeriksaan khusus itu sudah dilakukan sejak kemarin Senin (29/10)," tutur Menhub.RentalSebelumnya beredar kabar bahwa pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan Lion Air sebenarnya dimiliki perusahaan China dan hanya dirental.Kabar bahwa pesawat Lion Air itu dimiliki perusahaan China diberitakan oleh sejumlah media internasional. Disebutkan bahwa perusahaan China itu adalah China Minsheng Investment Group (CMIG) Leasing Holdings Ltd.Kabar itu diperkuat adanya pers rilis bertanggal 14 Agustus 2018 yang dimuat situs PR Newswire. Di situ disebutkan bahwa CMIG Aviation Capital, perusahaan penyewaan pesawat yang merupakan bagian dari CMIG, mengumumkan penyerahan Boeing 737 MAX 8 untuk dioperasikan oleh Lion Air.Foto Chairwoman dan President CMIG Leasing Group, Wang Rong dan President Boeing Global Leasing, Jeremy Griffin ditampilkan di pers rilis itu. Di foto berikutnya, Wang Rong tampak berpose di depan pesawat berlogo Lion Air serta spanduk dengan logo CMIG dan Lion Air.Ada kutipan dari CEO Lion Air Group, Edward Sirait yang menyambut penyerahan pesawat itu. "Kami gembira memiliki CMIG sebagai pihak yang menyewakan kepada Lion Group dan kami tidak sabar untuk mempererat kerja sama bisnis ini," kata Edward.Ada pula CEO CMIG Aviation Capital, Peter Sixiang Gao yang juga menyambut gembira kerja sama ini. "CMIG sangat gembira dapat mendukung Lion Air dengan mengantarkan 737 MAX 8 pertama kami ke maskapai ini. Boeing MAX 8 sangat cocok untuk menunjang perkembangan Lion Air Group," ungkapnya.CMIG Aviation Capital adalah perusahaan yang menyewakan pesawat dan berpusat di Tianjin, China. Perusahaan ini menyewakan pesawat ke 15 maskapai di 8 negara.Seperti diketahui, pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh merupakan tipe Boeing 737 MAX 8. Pesawat ini dioperasikan Lion Air sejak 15 Agustus 2018 atau sehari setelah pers rilis itu diterbitkan. Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh pada Senin (29/10) adalah pesawat yang dirental dari perusahaan China. (detikcom/q)