Penelitian: Media Sosial dan Selfie Mengubah Seseorang Menjadi Narsis

- Minggu, 18 November 2018 12:08 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir112018/hariansib_Penelitian--Media-Sosial-dan-Selfie-Mengubah-Seseorang-Menjadi-Narsis.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/INT
Ilustrasi.

Milan (SIB) -Penggunaan media sosial secara berlebihan-terutama dalam mengunggah gambar dan kebiasaan selfie-berkaitan dengan peningkatan narsisme pada seseorang.

Para peneliti dari Swansea University dan Milan University mempelajari perubahan kepribadian pada 74 individu berusia 18-34 tahun dalam empat bulan. 

Mereka juga melihat penggunaan media sosial partisipan-termasuk Twitter, Facebook, Instagram, dan Snapchat-selama periode waktu tersebut.

Hasilnya menunjukkan, mereka yang menggunakan media sosial secara berlebihan dengan aktif mengunggah foto (visual), mengalami peningkatan ciri narsisme sebanyak 25%. Sementara itu, partisipan yang aktif menggunakan media sosial berbasis verbal, seperti Twitter, tidak menunjukkan efek serupa.

Narsisme merupakan karakteristik kepribadian yang melibatkan sikap pamer berlebihan, keinginan untuk mendapatkan hak, dan kerap mengeksploitasi orang lain.

Tingkat narsisme yang dialami partisipan, mengalami pertumbuhan seiring penggunaan media sosial dari waktu ke waktu. Hampir semua orang dalam penelitian ini, rata-rata bermain media sosial sekitar tiga jam sehari-tidak termasuk penggunaan untuk bekerja. Sisanya memakai media sosial selama delapan jam di luar kepentingan bisnis atau bekerja.

Facebook digunakan oleh 60% partisipan, sementara 25% bermain Instagram, 13% Twitter, dan yang lainnya aktif mengakses Snapchat.

Lebih dari 2/3 partisipan menggunakan media sosial untuk mengunggah foto.

Profesor Phil Reed, pemimpin penelitian dari Departemen Psikologi, Swansea University, mengatakan: "Ada hubungan antara narsisme dengan postingan visual di media sosial seperti Facebook. Namun, hingga studi ini dilaksanakan, tidak diketahui bahwa jika orang narsis menggunakan media sosial lebih sering, maka karakteristik itu semakin meningkat. Termasuk saat sering melakukan selfie."

"Sebanyak 20% dari sampel kami, tidak diragukan lagi, berisiko mengembangkan sifat narsis akibat pemakaian media sosial yang berlebihan.

Penggunaan media sosial yang dominan adalah aspek visual. Artinya, pertumbuhan masalah kepribadian ini dapat dilihat semakin sering," pungkasnya. (nationalgeographic/d)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

Kapolres Tebingtinggi Cek Kesiapan Pos Pengamanan Idul Fitri dan Serahkan Bingkisan kepada Personel

Headlines

Imigrasi Sumut Distribusikan 5.000 Paket di Bulan Ramadan

Headlines

Warga Sibabangun Geger Tukang Pijat Ditemukan Tewas di Kamarnya

Headlines

BNI Berbagi Ramadan, Salurkan Paket Pangan di Bilah Hulu

Headlines

Kalam Kudus II Medan Gelar Pentas Seni, RE Nainggolan : Ajang Harmoni Alam dan Seni Membentuk Generasi Berkarakter

Headlines

Satlantas Polres Batubara Sosialisasi SKB Pembatasan Operasional Kendaraan Sumbu Tiga