Jakarta (SIB)
Direktur Utama PT Asabri (Persero) Sonny Widjaja membantah pemberitaan bahwa telah terjadi dugaan korupsi di perusahaannya. Tidak main-main, Asabri akan menempuh jalur hukum bila ada berita soal Asabri yang tendensius dan negatif.
"Saya ingin klarifikasi terhadap pemberitaan media. Kepada seluruh peserta Asabri, TNI, Polri dan ASN Kementerian Pertahanan Polri, saya tegaskan saya menjamin bahwa uang kalian yg dikelola di Asabri aman. Tidak hilang dan tidak dikorupsi," ujar Sonny, dalam konferensi pers yang berlangsung singkat Kamis (16/1).
Dia mengimbau agar tidak terpengaruh dan terprovokasi dengan berita-berita Asabri yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. "Saya tegaskan berita-berita tersebut berita tidak benar," ujar Letnan Jenderal TNI (Purn.) ini.
Dia menegaskan akan menempuh jalur hukum bila masih masih ada pemberitaan negatif dan tendensius mengenai Asabri
"Kepada pihak yang ingin bicara gunakan fakta dan data berverifikasi. Hentikan pembicaraan yang tendesius negatif. Jika ini terus berlangsung, dengan menyesal saya menempuh jalur hukum," ujarnya.
Mana Ada yang Tak Bantah
Sementara itu, Mahfud mengatakan tidak ada orang yang tidak membantah jika sedang dalam pusaran kasus.
"Mana ada orang tidak membantah kalau ada kasus begitu. Tunjukkan ke saya apa ada orang mengalami kasus gitu tidak membantah," kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Mahfud mengatakan isu korupsi Asabri ini sedang dalam pemeriksaan kepolisian. Dia mengaku sudah mengantongi nilai korupsinya.
"Tunggu saja pemeriksaan polisi, di kantor Kemenko Polhukam clear. Saya sudah punya angka, sudah tidak boleh ikut soal-soal teknis hukum saya ini. Tapi saya tahu kasus ini sehingga saya akan mengawasi," jelasnya.
Mahfud meminta anggota TNI dan Polri tidak khawatir soal masalah Asabri. Dia menegaskan tidak seorang pun yang boleh korupsi ataupun menuduh sembarangan korupsi.
"Jangan khawatir, semuanya akan berjalan sesuai aturan. Tidak ada seorang pun yang boleh melakukan korupsi dan tidak ada seorang pun yang menuduh sembarangan korupsi, kan gitu harus fair. Oleh sebab itu, biarkan hukum berjalan," ucap Mahfud.
Mahfud mengatakan ada 600 ribu anggota Polri dan 350 ribu anggota TNI di bawah jaminan Asabri. Dia memastikan kasus ini ditangani.
"Para prajurit TNI dan Polri tidak usah gundah. Negara menjamin atau negara sekarang berkesimpulan bahwa untuk jaminan hari tua, jaminan kematian, jaminan pensiun dan sebagainya itu masih stabil. Artinya, dari dana yang melorot jauh itu, sisanya masih menjamin mereka dan ini akan diselesaikan secara baik," kata Mahfud
Mahfud meyakinkan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir dan Menkeu Sri Mulyani sudah turun tangan. Proses hukum juga sudah dimulai. Seperti diketahui, Polri sudah memulai penyelidikan soal Asabri.
"Jadi, kalau sudah urusan benar atau salah prosedur atau salah nanti biar hukum yang berjalan dan nanti saya akan berbicara dengan Polri karena ini Polri yang menangani," ujarnya.
Isu skandal korupsi di Asabri pertama kali dihembuskan oleh Mahfud MD.
"Saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya. Di atas Rp 10 triliun itu," kata Mahfud di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (10/1).
"Asabri itu punyanya orang kecil. Itu punyanya prajurit. Polisi, tentara yang pensiun-pensiun yang pangkatnya kecil. Itu kan banyak yang nggak punya rumah, nggak bisa keluar," sambung Mahfud.
Mahfud langsung melakukan serangkaian langkah strategis. Salah satunya memanggil beberapa menteri. Adalah Erick Thohir dan Sri Mulyani selaku Menteri BUMN dan Menteri Keuangan.
Setelah itu, sejumlah pejabat pun angkat bicara soal isu ini, mulai Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani, hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Bahkan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo pun telah menyatakan direksi Asabri akan dirombak karena persoalan ini.
Terkait pernyataan pada pejabat tersebut, Dirut PT Asabri Sonny Widjaja tidak menjawab ketika ditanya oleh sejumlah wartawan. Begitu pula Direktur SDM dan Umum Asabri Herman Hidayat yang menemani Sonny dalam konferensi pers. (NBC/detikcom/c)