Ada 39 Investor dari Asia-Eropa yang Berminat Mengelola

Bandara Kualanamu Ditargetkan Lebih Hebat dari Bandara Changi dan Kualalumpur

Redaksi - Selasa, 11 Februari 2020 23:01 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_8938_Bandara-Kualanamu-Ditargetkan-Lebih-Hebat-dari-Bandara-Changi-dan-Kualalumpur.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto: SIB/Dok
Bandara Kualanamu

Jakarta (SIB)

PT Angkasa Pura II (Persero) baru saja menerbitkan dokumen Request for Proposal (RfP) kepada investor yang berminat mengelola Bandara Kualanamu (KNO) di Sumatera Utara. Amandemen Dokumen RfP yang dirilis hari Senin (10/2) merupakan versi pembaruan dari yang pernah diterbitkan pada 9 Juli 2019.

Upaya menarik investor ini demi mewujudkan target menjadikan Bandara Kualanamu sebagai international airport hub. Ke depan Kualanamu digadang-gadangkan mampu menyaingi bandara transit dan hub internasional Asia Tenggara seperti bandara Changi di Singapura, Kuala Lumpur International Airport di Malaysia, hingga Suvarnabhumi Airport di Thailand.

"Kami punya target cukup agresif di 2025, ingin tingkatkan posisi KNO jadi international airport hub, sehingga nanti KNO bisa bersaing dengan Changi, Kuala Lumpur, Bangkok dan lainnya," ujar Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (10/2).

Untuk mewujudkan target tersebut, Awaluddin menyebut pihaknya membutuhkan belanja modal atau capex awal hingga Rp 3 triliun.

"Di awal (capex) Rp 3 triliun, tapi akan kita lihat lagi, bisa saja lebih dari itu, kita tunggu nanti saja," tutur Awaluddin.

Bila, para investor yang berminat mengelola Bandara Kualanamu itu mampu menyediakan belanja modal awal sebesar itu, Awaluddin optimistis lalu lintas atau traffic penerbangan internasional dari KNO bisa meningkat hingga 40%-45%.

"Buat kita ini sebagai tantangan untuk meningkatkan traffic internasional, sampai 40%-45%, untuk itu masih harus ada dorongan yang ditingkatkan," tambahnya.

39 PERUSAHAAN

Sejauh ini, menurut Awaluddin, ada 39 perusahaan yang sudah mengirimkan Letter of Interest tersebut antara lain berasal dari Asia Timur, Asia Barat, kawasan Asean hingga Eropa, dimana 8 di antaranya merupakan investor dalam negeri.

PT Angkasa Pura II dan para mitra strategis yang terpilih akan menjadi pemegang saham di PT Angkasa Pura Aviasi.

Adapun PT Angkasa Pura Aviasi ini nantinya yang akan mengelola Bandara Internasional Kualanamu dengan masa konsesi 25 tahun, dimana komposisi kepemilikan saham di PT Angkasa Pura Aviasi adalah PT Angkasa Pura minimum 51% dan mitra strategis maksimum 49%.

Setelah masa konsesi selesai, maka hak pengelolaan beserta aset yang ada akan sepenuhnya dikembalikan ke PT Angkasa Pura II.

Rencananya seluruh rangkaian seleksi mitra strategis tersebut akan rampung pada Kuartal IV-2020 mendatang.

"Kami targetkan rangkaian seleksi untuk mendapat mitra strategis berkelas dunia ini tuntas pada Kuartal IV/2020," ungkapnya.

Skema Strategic Partnership dalam pengembangan dan pengelolaan Kualanamu ini mendatangkan berbagai keuntungan bagi PT Angkasa Pura II dan Indonesia.

"Keuntungan dari Strategic Partnership ini adalah adanya Foreign Direct Investment (FDI) ke Indonesia yang terdiri dari Capex Commitment dan Upfront Payment, pengembangan aset di Kualanamu, serta pengembangan 3E yaitu Expansion the traffic, Expertise Sharing dan Equity Partnership dengan tujuan menjadikan Bandara Kualanamu sebagai internasional airport hub di kawasan Barat Indonesia," ungkapnya.

Selain itu, pembangunan Bandara Kualanamu bisa dipercepat dengan adanya alternatif pembiayaan dari mitra strategis, ditambah nanti aset yang sudah dibangun akan kembali ke PT Angkasa Pura II.

Kapasitas terminal penumpang Bandara Kualanamu sendiri akan ditingkatkan secara bertahap dilakukan hingga mencapai kapasitas 40 juta penumpang per tahun, dimana saat ini jumlah penumpang bandara Kualanamu berkisar 8-11 juta penumpang per tahun. (detikfinance/q)

Berita Terkait

Headlines

Brimob Polda Sumut Gelar Patroli Skala Besar, Antisipasi 3C dan Begal di Medan

Headlines

Balap Liar Ganggu Arus Lalu Lintas di Depan Mie Gacoan-SPBU Simpang Mangga Rantauprapat

Headlines

Pemko Medan Bantah Larang Jualan Daging Non Halal, M Sofyan: Menata Usaha Agar Tertib

Headlines

IGD Tetap 24 Jam, RSU Haji Medan Atur Jadwal Rawat Jalan Saat Ramadan

Headlines

Antisipasi Penyakit Masyarakat saat Ramadan, Polres Tanah Karo Amankan 10 Orang dari Rumah Kost

Headlines

DPD Kombat Deliserdang Bagikan Ratusan Paket Takjil di Sunggal