Nadiem Gandeng Kemen PUPR Cek Gedung Sekolah yang Rentan Roboh

Redaksi - Selasa, 11 Februari 2020 23:05 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_9498_Nadiem-Gandeng-Kemen-PUPR-Cek-Gedung-Sekolah-yang-Rentan-Roboh.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
news.detik.com
"Jadi kami akan bekerja dengan Kementerian PUPR karena itu memang bidang kompetensinya setelah kami bahas lagi secara mendalam biar nggak tumpang-tindih. Biar kalau masalah perencanaan yang menentukan dan lain-lain itu di Kementerian PUPR,

Jakarta (SIB)

Gedung-gedung sekolah yang rusak ataupun rentan roboh jadi salah satu perhatian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mendikbud Nadiem Makarim akan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menangani masalah sekolah-sekolah rusak itu.

"Jadi kami akan bekerja dengan Kementerian PUPR karena itu memang bidang kompetensinya setelah kami bahas lagi secara mendalam biar nggak tumpang-tindih. Biar kalau masalah perencanaan yang menentukan dan lain-lain itu di Kementerian PUPR," kata Nadiem di Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Senin (10/2).

Nadiem menyebut Kementerian PUPR sudah melakukan banyak inisiatif dalam menginvestigasi dan mendeteksi kerawanan gedung sekolah. Nadiem mempercayakan penilaian Kementerian PUPR untuk menentukan renovasi sekolah.

"Terutama untuk yang infrastruktur. Kami sudah melakukan berbagai macam perbincangan dengan KemenPUPR. Dan kami menilai bahwa banyak sekali inisiatif yang sudah dilakukan KemenPUPR untuk bisa menginvestigasi dan mendeteksi berbagai macam kerentanan dari sisi infrastruktur. Jadi kami akan mempercayai KemenPUPR yang punya kompetensi jauh di atas kita untuk bisa menentukan mana gedung-gedung yang mungkin perlu perubahan renovasi dan lain-lain," tutur Nadiem.

Selain itu, Nadiem menanggapi kasus-kasus kekerasan seksual yang rawan terjadi di sekolah. Dia menyebut persoalan ini memerlukan kerja sama dari banyak pihak.

"Dan tentunya kekerasan seksual topik yang sangat penting di Kemendikbud. Ini masalah yang sangat kompleks dan butuh juga dukungan dari berbagai macam pihak terutama dinas pendidikan di masing-masing daerah," ujar Nadiem.

Nadiem juga meminta satuan pendidikan terus mendukung proses mitigasi terhadap kekerasan seksual di sekolah. Menurut Nadiem, tanpa keamanan, proses pembelajaran akan terganggu.

"Dan silakan kaji apa yang bisa dilakukan untuk terus mendukung mitigasi dan eradikasi daripada kekerasan seksual dan kekerasan apapun di dalam lingkungan sekolah karena tanpa ada perasaan aman pembelajaran tidak akan mungkin terjadi di dalam sekolah-sekolah," tutur Nadiem. (detikcom/q)

Berita Terkait

Headlines

Brimob Polda Sumut Gelar Patroli Skala Besar, Antisipasi 3C dan Begal di Medan

Headlines

Balap Liar Ganggu Arus Lalu Lintas di Depan Mie Gacoan-SPBU Simpang Mangga Rantauprapat

Headlines

Pemko Medan Bantah Larang Jualan Daging Non Halal, M Sofyan: Menata Usaha Agar Tertib

Headlines

IGD Tetap 24 Jam, RSU Haji Medan Atur Jadwal Rawat Jalan Saat Ramadan

Headlines

Antisipasi Penyakit Masyarakat saat Ramadan, Polres Tanah Karo Amankan 10 Orang dari Rumah Kost

Headlines

DPD Kombat Deliserdang Bagikan Ratusan Paket Takjil di Sunggal