Menteri PPPA: 1.940 Kasus Kekerasan Anak di Medsos Diadukan di 2017-2019

Redaksi - Selasa, 11 Februari 2020 23:17 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_1073_Menteri-PPPA--1-940-Kasus-Kekerasan-Anak-di-Medsos-Diadukan-di-2017-2019.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
news.detik.com
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyebut masih banyaknya kasus kekerasan yang menimpa anak akibat penggunaan internet yang tidak terkontrol. 

Jakarta (SIB)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyebut masih banyaknya kasus kekerasan yang menimpa anak akibat penggunaan internet yang tidak terkontrol. Bintang mengatakan setidaknya 1.940 kasus dilaporkan sepanjang tahun 2017-2019.

"Kami juga dapat informasi dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), itu kurang lebih dari 2017 sampai 2019 penanganan pengaduan kasus itu sampai 1.940-an hampir 2.000-an yang diadukan," kata Bintang dalam peluncuran program 'Tangkas Berinternet', di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, Senin (10/2).

Dari ribuan kasus yang dilaporkan tersebut, Bintang merinci 329 anak menjadi korban kejahatan seksual di media sosial. Kemudian, 426 anak menjadi korban pornografi di media sosial.

"Jumlah anak yang menjadi korban kejahatan seksual online sebanyak 329 anak, anak pelaku kejahatan seksual online sebanyak 299 anak, anak korban pornografi dari media sosial sebanyak 426 anak, anak pelaku kepemilikan media pornografi, gambar, video, dan sebagainya, sebanyak 316 anak, anak korban perundungan di media sosial sebanyak 281 dan anak pelaku perundungan di media sosial sebanyak 291 anak," paparnya.

"Sedangkan kita lihat daripada survei nasional harapan hidup anak dan remaja. Dua dari tiga anak mengalami kekerasan. Apakah itu kekerasan fisik sosial maupun emosional," imbuh Bintang.

Bintang pun berharap program 'Tangkas Berinternet' bisa melindungi anak dari kejahatan di media sosial ke depannya. Dia juga berharap program ini dapat bersinergi dengan program pemerintah, Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA).

"Kami harap pada orangtua dan para guru karena mereka adalah pendidik dan pelindung utama. Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan anak-anak kita itu kita tidak gaptek sehingga bisa mengikuti perkembangan dan bisa mengawasi anak-anak kita dalam berinternet," ungkap Bintang.

Sementara itu, Plt Dirjen PAUD-Dikdasmen Harris Iskandar mengatakan sebanyak 64,8 persen masyarakat Indonesia menggunakan internet. Menurutnya, penggunaan internet juga dapat membuat kecanduan. Dia mencontohkan kasus kriminal yang dilakukan seorang anak akibat kecanduan internet.

"Bahkan bahaya lagi sampe kecanduan. Itu merebak dimana-mana. Tadi pagi berita di metro TV seorang anak di Jakarta Barat menyiksa ibunya dengan gunting sampe harus dirawat di rumah sakit karena ibunya melarang main game online," ujar Harris.

Oleh karena itu, Harris menekankan agar pentingnya pemahaman internet bagi orangtua. Dia ingin dengan pemahaman internet di kalangan orangtua dapat mengurangi kejadian serupa terulang di masa depan.

"Betapa pentingnya pemahaman internet ini bagi orangtua, digital parenting. Pemahaman ini betul-betul perlu. Tidak hanya barangkali sekarang tapi masa depan lebih diperlukan lagi," katanya. (detikcom/f)

Berita Terkait

Headlines

Brimob Polda Sumut Gelar Patroli Skala Besar, Antisipasi 3C dan Begal di Medan

Headlines

Balap Liar Ganggu Arus Lalu Lintas di Depan Mie Gacoan-SPBU Simpang Mangga Rantauprapat

Headlines

Pemko Medan Bantah Larang Jualan Daging Non Halal, M Sofyan: Menata Usaha Agar Tertib

Headlines

IGD Tetap 24 Jam, RSU Haji Medan Atur Jadwal Rawat Jalan Saat Ramadan

Headlines

Antisipasi Penyakit Masyarakat saat Ramadan, Polres Tanah Karo Amankan 10 Orang dari Rumah Kost

Headlines

DPD Kombat Deliserdang Bagikan Ratusan Paket Takjil di Sunggal