Densus 88 Tembak Mati Terduga Teroris di Pelalawan Riau

Redaksi - Selasa, 11 Februari 2020 23:19 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_5717_Densus-88-Tembak-Mati-Terduga-Teroris-di-Pelalawan-Riau.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
cnnindonesia.com
Ilustrasi

Jakarta (SIB)

Densus 88 menembak mati seorang terduga teroris di Pelalawan Riau. Pria berinisial WF itu ditembak mati lantaran melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

"Berkaitan dengan tindak pidana yang diduga teroris di Pelalawan Riau, (yang tembak mati) itu benar dari Densus 88 telah menangkap 1 diduga teroris inisial WF. Pada awalnya kita dapatkan informasi berkaitan dengan terduga tersebut," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (10/2).

Argo mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (6/2) lalu. Petugas sebelumnya mendapatkan informasi bahwa WF sedang menumpangi salah satu perahu di Pelalawan. Kemudian petugas melakukan koordinasi dengan nahkoda.

"Kemudian ada informasi diduga WF ini sedang di Pelalawan. Kebetulan sedang naik perahu. Dari anggota juga melakukan imbauan dan komunikasi dengan nahkoda bahwa ada seorang laki-laki yang diduga pelaku teroris di kapal tersebut," katanya.

Dia menuturkan dalam proses penangkapan itu, WF melakukan perlawanan. WF melemparkan bom pipa kepada petugas sehingga salah seorang anggota kepolisian terluka.

"Saat kita melakukan nego dan dekat dengan kapal tersebut yang bersangkutan sempat melemparkan bom pipa. Ada anggota satu yang terluka saat kejar-mengejar tersebut," ujar Argo.

Argo mengatakan karena WF melakukan perlawanan petugas akhirnya melakukan tindakan tegas dengan menembak pelaku. Dari perlawanan WF itu, kata dia, ada satu petugas yang mengalami luka yang saat ini tengah dirawat.

"Kemudian yang bersangkutan kita tangkap dan kita lakukan tindakan tegas dan terukur sebelum ketangkap karena dia melempar bom pipa kepada anggota yang sekarang sedang dilakukan perawatan," jelas dia.

Perekrut Eks Polwan

Polisi juga mengatakan WF, aktif merekrut teroris. Dia juga diketahui merekrut mantan polwan Polda Meluku Utara, Nesti Ode Samili (NOS).

"Yang bersangkutan juga admin grup WA yang menarik orang dijadikan sebagai volunteer, termasuk anggota Polwan yang dari Maluku Utara," kata Brigjen Argo.

Argo menyebut WF memiliki paham agama yang keras. Bahkan WF sempat menganggap mertuanya syirik.

"Yang bersangkutan juga memiliki pemahaman keras, yang memiliki anggapan mertuanya syirik juga. " sebut Argo.

Argo juga menerangkan WF telah berencana hijrah ke Suriah. Dia mengatakan WF merupakan teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Kemudian juga yang bersangkutan berencana hijrah ke Suriah. Dia adalah jaringan JAD, " pungkasnya. (detikcom/f)

Berita Terkait

Headlines

Brimob Polda Sumut Gelar Patroli Skala Besar, Antisipasi 3C dan Begal di Medan

Headlines

Balap Liar Ganggu Arus Lalu Lintas di Depan Mie Gacoan-SPBU Simpang Mangga Rantauprapat

Headlines

Pemko Medan Bantah Larang Jualan Daging Non Halal, M Sofyan: Menata Usaha Agar Tertib

Headlines

IGD Tetap 24 Jam, RSU Haji Medan Atur Jadwal Rawat Jalan Saat Ramadan

Headlines

Antisipasi Penyakit Masyarakat saat Ramadan, Polres Tanah Karo Amankan 10 Orang dari Rumah Kost

Headlines

DPD Kombat Deliserdang Bagikan Ratusan Paket Takjil di Sunggal