Banjarmasin (SIB)
Ketua Dewan Pers Moh Nuh mengingatkan dunia pers tidak boleh meminta-minta. Tetapi kalau ada komponen bangsa ini tidak mau memberi, itu lebih jelek lagi dan untuk itu jangan marah.
Yang patut disesalkan lagi, menurut Moh Nuh, kalau ada orang lain yang memang punya tugas untuk itu tetapi tidak memberi, sekali lagi itu tidak lebih mulia dari yang meminta.
“Jangan marah, mari kita jaga marwah kita,†tegas Moh Nuh dalam sambutannya pada syukuran peringatan puncak Hari Pers Nasional (HPN) yang dilaksanakan di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Minggu (9/2) yang diikuti sejumlah wartawan dari seluruh pelosok tanah air di Indonesia, termasuk wartawan SIB.
Pada kesempatan itu, mantan Menteri Pendidikan Nasional di era SBY ini mengemukakan bahwa pers bisa tumbuh sehat dengan membangun ekosistem dunia jurnalistik yang baik atau good jurnalism. Karenanya, pers itu memiliki ideologi good journalism.
MUTLAK
Untuk mewujudkan kualitas wartawan yang baik, jelasnya, setidaknya ada tiga syarat yang harus dipenuhi.
Pertama, kompetensi wartawan yang akan dikembangkan menjadi wartawan spesialis yang dapat menyajikan berita yang tidak sekedar deskriptif tetapi bisa menganalisis dan memberi solusi sehingga bisa mengantisipasi kejadian seperti sekarang ini.
Kemudian, wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya mutlak mendapat perlindungan. Kendati wartawan tersebut sudah kompeten tetapi jika dalam menjalankan tugasnya tidak merasa nyaman dan penuh tekanan atau intimidasi maka akan sulit mewujudkan good journalism.
Dan terakhir adalah masalah kesejahteraan. Sekaliber apapun wartawan tersebut kalau tidak memiliki kesejahteraan akan sulit menjalankan tugas jurnalistiknya dengan baik. Ancaman harus diubah menjadi tantangan. Tantangan diubah menjadi peluang, dan peluang diubah menjadi jawaban.
“Insan pers adalah orang cerdas dalam menjalankan profesinya,†ujarnya. (T07/d)