Kendari (SIB)
Kongres PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, kembali ricuh. Para peserta bahkan saling melempar kursi.
Pantauan di lokasi Kongres PAN, Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (11/2), kericuhan terjadi saat rapat pleno pertama yang beragendakan pembahasan tata tertib. Tidak diketahui awal mula kericuhan berlangsung.
Rapat pleno pertama yang juga dihadiri mantan Ketum PAN Hatta Rajasa itu digelar tertutup. Kericuhan terlihat saat pintu ruang rapat terbuka dan peserta kongres tampak keluar dari ruangan. Polisi pun tampak sibuk menenangkan peserta kongres.
Adu mulut terdengar di dalam ruangan. Teriakan 'Zulkifli Hasan' dan 'Mulfachri Menang' bergema di antara kericuhan itu.
Sejumlah peserta tampak melempar-lempar kursi. Kursi pun tampak 'betebangan' di dalam kongres.
Ketum sekaligus caketum PAN Zulkifli Hasan mencoba menenangkan para peserta. Dia meminta para peserta tak saling melempar kursi.
"Saudaraku... saudaraku... duduk di kursi masing-masing. Lempar-lempar setop, cukup... cukup...," kata Zulhas.
Kericuhan itu berlangsung selama beberapa menit. Kericuhan mulai mereda saat polisi dan Satgas PAN turun tangan membantu menenangkan para peserta.
Kericuhan mereda saat Satgas keamanan Kongres PAN dan aparat kepolisian menenangkan peserta yang ricuh. Rapat kemudian diskors.
Berdasarkan foto yang diterima, kegiatan kongres dilanjutkan dengan salat berjemaah. Mantan Ketum PAN, Hatta Rajasa menjadi imam, sementara Ketum PAN saat ini, Zulkifli Hasan (Zulhas) dan sejumlah kader lainnya, seperti Asman Abnur, Bima Arya dan Dradjad Wibowo menjadi makmum.
"Saat ini tidak ada yang diamankan. Karena begitu tadi kita masuk pimpinan sidang menenangkan, kita juga membantu. Syukur alhamdulillah situasi bisa terkendali," kata Kapolda Sultra, Brigjen Merdisyam di lokasi.
Terpilih Lagi
Sementara itu, Zulkifli Hasan (Zulhas) terpilih kembali menjadi Ketua Umum PAN. Zulhas terpilih menjadi ketum setelah mendapatkan 331 suara dalam pemilihan.
Prosesi penghitungan suara digelar di ballroom Hotel Claro, Kendari. Zulhas mengungguli kandidat lain yaitu Mulfachri dan Dradjad.
"Saudaraku Dradjad Wibowo mendapatkan 6 suara. Saudaraku Mulfachri Harahap mendapatkan 225 suara, dan Saudaraku Zulkifli Hasan mendapatkan 331 suara. Suara yang rusak ada 3 suara dan jumlah kertas suara seluruhnya 565," kata pimpinan rapat pemilihan ketum, Totok Daryanto.
Totok kemudian mensahkan hasil pemilihan ketum PAN. Para kader pemilik hak suara PAN kemudian bersorak.
"Dengan hasil sebagaimana saya umumkan itu maka dengan mengucap bismillah, Saudaraku Zulkifli Hasan ditetapkan menjadi Ketum PAN periode 2020-2025," ucap Totok. (detikcom/d)