Jenewa (SIB)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggelar pertemuan para pakar untuk mempercepat pengembangan obat dan vaksin yang bisa membantu memperlambat penyebaran wabah virus corona yang merajalela. Seperti dilansir Associated Press, Selasa (11/2), virus corona baru atau novel coronavirus baru teridentifikasi akhir tahun lalu di kota Wuhan, China. Sejauh ini belum ada obat atau vaksin resmi untuk virus yang memicu gangguan pernapasan itu. Tes-tes diagnostik telah dikembangkan oleh beberapa laboratorium, namun belum ada uji coba cepat yang tersedia.
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mengingatkan bahwa virus corona merupakan ancaman yang sangat besar bagi dunia. "Dengan 99% kasus di China, ini tetap sangat darurat bagi negara itu, tetapi juga memiliki ancaman sangat besar bagi seluruh dunia," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Swiss seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (11/2).
Hal itu disampaikan Tedros Adhanom menjelang dibukanya konferensi WHO untuk memerangi wabah virus corona. Dalam forum WHO yang akan berlangsung dua hari itu, sekira 400 ilmuwan akan membahas bagaimana virus corona ditularkan dan kemungkinan vaksinnya. "Yang paling penting adalah menghentikan wabah dan menyelamatkan nyawa. Dengan dukungan Anda, itulah yang bisa kita lakukan bersama," kata Tedros. Virus yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember 2019 ini, telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, menginfeksi lebih dari 42.000 dan mencapai sekira 25 negara.
Dalam konferensi WHO di Jenewa, juga akan dibahas mengenai sumber virus corona yang diperkirakan berasal dari kelelawar dan mencapai manusia melalui hewan lain seperti ular atau trenggiling. Sejauh ini tidak ada pengobatan khusus atau vaksin untuk melawan virus, yang dapat menyebabkan kegagalan pernapasan ini. Tedros, yang telah berulang kali mendesak negara-negara yang terkena dampak untuk berbagi data mereka, menyerukan "solidaritas" global.
"Itu terutama benar dalam kaitannya dengan berbagi sampel dan urutan. Untuk mengalahkan wabah ini, kita perlu berbagi secara terbuka dan adil, sesuai dengan prinsip keadilan dan kesetaraan," tutur Tedros.
"Kami berharap bahwa salah satu hasil dari pertemuan ini akan menjadi peta jalan yang disepakati untuk penelitian di mana para peneliti dan donor akan menyelaraskan," imbuh Tedros.
Hingga Selasa (11/2), total 1.018 orang meninggal akibat wabah virus corona di China, Hong Kong dan Filipina. Lebih dari 43 ribu kasus virus corona terkonfirmasi di sedikitnya 20 negara, dengan 99 persen kasus ada di wilayah China daratan. Sedikitnya 60 juta orang di wilayah China bagian tengah masih diisolasi oleh pemerintah, yang dimaksudkan untuk mengendalikan penyebaran virus corona. Otoritas kesehatan seluruh dunia berpacu dengan waktu untuk melacak orang-orang yang terinfeksi virus ini.
Di Jepang, lebih dari 3.700 orang dikarantina di dalam kapal pesiar yang berlabuh di Yokohama, setelah satu penumpang dinyatakan positif virus corona. Sejauh ini ada 135 orang yang positif virus corona di dalam kapal pesiar tersebut. "Sulit dipercaya bahwa dua bulan lalu, virus ini -- yang menjadi perhatian media, pasar finansial dan para pemimpin politik -- sama sekali tidak diketahui oleh kita," ucap Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
WHO yang merupakan badan kesehatan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut masih banyak hal-hal kritis yang belum terjawab soal virus corona, termasuk soal binatang apa yang menjadi sumbernya, kemudian bagaimana virus ini menular antarmanusia dan bagaimana cara terbaik untuk merawat pasien yang terinfeksi. "Untuk mengalahkan wabah ini, kita butuh jawaban untuk semua pertanyaan itu," tegas Tedros. Pertemuan para pakar yang digelar WHO akan berlangsung selama dua hari di Jenewa, Swiss hingga Rabu (12/2) waktu setempat. Menurut AFP, sedikitnya 400 ilmuwan akan hadir dalam pertemuan ini untuk membahas bagaimana virus ini ditularkan dan kemungkinan vaksinnya. Para pakar sebelumnya menyatakan dibutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk bisa mengembangkan obat atau vaksin yang disetujui. (AFP/dtc/d)