Dinkes Sumut-KKP Pantau Kesehatan 68 Warga Pasca dari Negara Terinfeksi Corona

* 16 Warga di Medan dalam Pengawasan
Redaksi - Rabu, 12 Februari 2020 10:23 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_303_Dinkes-Sumut-KKP-Pantau-Kesehatan-68-Warga-Pasca-dari-Negara-Terinfeksi-Corona.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
waspada
Dinkes Sumut-KKP Pantau Kesehatan 68 Warga Pasca dari Negara Terinfeksi Corona

Medan (SIB)

Kondisi kesehatan 68 warga yang baru saja tiba ke Sumut dari negara terinfeksi virus corona (nCoV) terus dipantau Dinas Kesehatan Sumut bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan MKes mengatakan ke-68 orang tersebut saat ini juga sudah diminta untuk sementara waktu tidak keluar rumah sampai masa inkubasi virus 14 hari ke depan.

"Mereka kita amati karena kita lihat riwayat perjalanan mereka pernah singgah ke negara terjangkit virus corona. Tapi mereka itu sehat," kata Alwi Hasibuan kepada wartawan, Selasa (11/2).

Alwi menerangkan bahwa selama proses pengamatan ini pihaknya bersama dengan KKP juga menurunkan tim untuk memantau perkembangan kesehatan ke-68 orang itu. "Bentuk pengamatannya sewaktu-waktu. Bisa setiap hari, dua kali sehari, bisa seminggu sekali, tergantung kebutuhannya," sebutnya.

Sementara, Kabid Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi KKP Kelas I Medan, Rahmat Ramadhan Nasution menambahkan sejumlah orang memang menjalani proses karantina rumah, usai diperiksa di Kantor KKP baik di Pelabuhan Belawan maupun Bandara Kualanamu.

"Jadi karena sudah masuk ke Indonesia ada penanggungjawabnya. Mereka setiap harinya bisa memantau pergerakan dari yang bersangkutan," sambungnya.

Ia menjelaskan bahwa mereka yang masuk dalam pengamatan ini tidak hanya berasal dari warga negara Asing (WNA) saja, namun juga terdapat Warga Negara Indonesia (WNI) yang dari riwayat perjalanan juga diketahui pernah singgah ke negara terjangkit virus corona.

"Perlakuan ini sama baik kepada WNA maupun WNI,. Tetap kita minta untuk karantina di rumah selama 14 hari ke depan," tutupnya.

Terpisah, 16 WNI dan WNA asal China yang berada di Kota Medan berada dalam pengawasan Dinas Kesehatan Medan. Mereka diawasi terkait kondisi kesehatan karena pulang dari China dan datang ke Medan.

"Ada 16 orang WNI dan WNA yang datang dari China, tetapi bukan dari Wuhan. Mereka dilakukan pengawasan terkait kondisi kesehatannya," kata Kepala Dinkes Medan dr Edwin Effendi MSc.

Edwin mengaku, 16 orang tersebut dilakukan observasi rumah selama 14 hari, bukan karantina rumah. "Dari 16 orang, ada 3 WNA dari China dan 13 merupakan WNI yang datang dari China. Saat ini kondisi kesehatan mereka dalam keadaan sehat," katanya.

Ia menyebutkan, ke-16 orang tersebut tersebar hampir di seluruh kecamatan yang ada di Medan. "Mereka datang ke Medan secara bertahap, tidak sekaligus. Kondisi kesehatan mereka diawasi selama 14 hari terhitung tiba di Medan sepulang dari China," tukasnya. (M17/c)

Berita Terkait

Headlines

Brimob Polda Sumut Gelar Patroli Skala Besar, Antisipasi 3C dan Begal di Medan

Headlines

Balap Liar Ganggu Arus Lalu Lintas di Depan Mie Gacoan-SPBU Simpang Mangga Rantauprapat

Headlines

Pemko Medan Bantah Larang Jualan Daging Non Halal, M Sofyan: Menata Usaha Agar Tertib

Headlines

IGD Tetap 24 Jam, RSU Haji Medan Atur Jadwal Rawat Jalan Saat Ramadan

Headlines

Antisipasi Penyakit Masyarakat saat Ramadan, Polres Tanah Karo Amankan 10 Orang dari Rumah Kost

Headlines

DPD Kombat Deliserdang Bagikan Ratusan Paket Takjil di Sunggal