Medan (SIB)
Transportasi massal dengan skema Buy The Service (BTS) yang akan beroperasi April 2020 dinilai Anggota Komisi IV DPRD Medan Rizky Nugraha justru akan menambah kemacetan jalan.
“Bagaimana tidak macet kalau tidak disiapkan jalur khusus untuk transportasi seperti ini,†ujarnya kepada wartawan, Selasa (11/2). “Dalam perencanaan, seharusnya Pemko Medan mempersiapkan dulu jalurnya, baru transportasi model BTS dioperasikan,†ujar politisi Partai Golkar ini.
Jika tidak memakai jalur khusus, dikhawatirkan bus akan sesuka hati melaju di jalanan. "Ini juga perlu menjadi perhatian dan kajian," ujarnya.
Walaupun begitu, Sekretaris FP Golkar DPRD Medan ini mengapresiasi Dishub Kota Medan yang telah mampu mendatangkan anggaran pusat untuk transportasi di Kota Medan.
"Katanya April bakal beroperasi dengan 343 halte. Mungkinkah dalam 1,5 bulan ini halte-halte itu akan siap. Saat ini saja, tanda-tanda untuk itu saja belum ada terlihat," sebutnya.
Terkait dengan sistem pemakaian kartu e-money, juga perlu disosialisasikan kepada masyarakat. "Jadi, banyak aspek yang perlu dibenahi Pemko Medan dalam mengoperasionalkan transportasi massal skema BTS ini," ucapnya.
Seperti diketahui, untuk tahap awal ada 5 koridor dalam operasional massal skema BTS ini. Koridor 1 rute Terminal Pinang Baris-Lapangan Merdeka sepanjang 9,7 Km dengan 46 buah halte dan dilayani 11 unit bus besar.
Koridor 2 rute Lapangan Merdeka-Terminal Amplas sepanjang 9,6 Km dengan 56 halte dan dilayani 11 unit bus besar. Koridor 3 rute Belawan-Lapangan Merdeka sepanjang 24,1 Km dengan 112 halte dan dilayani 21 unit bus besar. Koridor 4 rute Tuntungan-Lapangan Merdeka sepanjang 18,1 Km dengan 87 halte dan dilayani 17 unit bus serta Koridor 5 rute Tembung-Lapangan Merdeka sepanjang 8,3 Km dengan 42 halte dan dilayani 10 unit bus. (M13/q)