Menlu Sebut 78 WNI yang Dikarantina di Kapal Pesiar Jepang karena Corona Sehat

* Dari 47 Orang Positif Corona di Singapura,9 Dinyatakan Sembuh
Redaksi - Kamis, 13 Februari 2020 10:08 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_2864_Menlu-Sebut-78-WNI-yang-Dikarantina-di-Kapal-Pesiar-Jepang-karena-Corona-Sehat.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
news.detik.com

Jakarta (SIB)

Sebanyak 78 orang WNI masih ikut dikarantina di dalam kapal pesiar Diamond Princess di Jepang terkait virus Corona. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi mengatakan semua dalam kondisi sehat.

"Sejauh ini mereka sehat," kata Retno saat dihubungi, Rabu (12/2).

Dalam rilis Kemlu kemarin, Kemlu dan KBRI Tokyo terus memantau kondisi 78 kru WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess. Untuk menjaga komunikasi, KBRI Tokyo telah membentuk WhatsApp group dengan para kru WNI dan memberikan bantuan logistik berupa vitamin.

Kemlu bekerja sama dengan Kemenhub juga telah memanggil dua perusahaan manning agency yang memberangkatkan para kru WNI untuk memastikan pelindungan bagi mereka. Kemlu juga telah menghubungi keluarga para kru WNI untuk menginformasikan perkembangan terakhir.

Sesuai dengan informasi Otoritas Jepang, jika tidak ada perkembangan lain, dijadwalkan masa karantina akan selesai pada 19 Februari 2020.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan hal senada. Ke-78 WNI di kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina Jepang telah selesai menjalani masa observasi. Hasilnya, semuanya dinyatakan sehat.

"Untuk WNI 78 di Diamond sudah dinyatakan sehat dan hasilnya negatif. Tentunya mereka sudah selesai masa observasi, sehingga harusnya tak ada lagi perlakuan khusus buat merekanya," ucap Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, Vensya Sitohang, di Kantor Staf Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat.

Vensya mengatakan, semua WNI tersebut akan diberi kartu kewaspadaan kesehatan atau health alert card saat dipulangkan ke Tanah Air. Itu akan memudahkan mereka untuk memeriksa kesehatan apabila timbul gejala-gejala virus Corona.

"Namun demikian, tetap kita pantau dengan pemberian health alert card atau kartu kewaspadaan kesehatan saat mereka tiba di Tanah Air dan pesan-pesan kita kalau ada merasa gangguan kesehatan tentu harus segera memeriksakan kesehatannya ke pelayanan kesehatan atau ke RS rujukan tertentu," kata dia.

Sembuh

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Singapura, I Gede Ngurah Swajaya mengatakan sebanyak 47 orang dinyatakan positif virus corona di Singapura. Sementara itu, 9 orang dinyatakan sembuh.

"Sampai kemarin (Selasa), pukul 12.00 tanggal 11 (Februari) bertambah 2 kasus COVID-19 lagi. Total menjadi 47 sampai saat ini. Yang akhirnya dinyatakan sembuh dari 47 ada 9 orang di-discharge oleh rumah sakit," kata Ngurah melalui video teleconference di Gedung Bina Graha, Kantor staf Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu.

"Dan yang dalam perawatan di ICU ada 7 orang. Sisanya (38) dilaporkan stabil," imbuhnya.

Ngurah menyebut berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Singapura, 1124 orang telah melakukan kontak langsung dengan 47 orang yang dinyatakan positif corona itu. Sementara, 989 orang menjalani karantina atau tidak boleh malukan aktivitas dan bekerja.

"Dari data terakhir kemarin diidentifikasi ada sekitar 1124 close contact, intinya yang dianggap pernah berinteraksi dengan 47 yang confirmed case. Dari 1.124, 1.024 masih ada di Singapura dan 989 dikarantina, artinya istilah mereka adalah mandatory forbiddance leave, tak boleh ke tempat kerja, tidak boleh beraktivitas, semuanya lebih di-supporting oleh otoritas terkait. Tempat karantina ditentukan termasuk ada beberapa dormitory di NUS dan lain-lainnya," jelas Ngurah.

Ngurah memaparkan, dari 1.024 yang melakukan kontak langsung itu, sebanyak 43 kasus belum terkonfirmasi apakah positif terinfeksi corona. Sementara 47 orang dinyatakan positif terserang virus COVID-19 itu.

"Dari 1.024, 43 masih pending dikonfirmasi apakah positif. Yang jelas yang sudah positif, sudah ada 47 kasus," sebut Ngurah.

Sementara untuk warga negara asing, Ngurah menyebut pemerintah Singapura juga mengarantina mereka. Apabila mereka tetap bekerja, Gede menambahkan, pemerintah Singapura akan memberikan sanksi yang tegas.

"Sifatnya mandatory dan sudah ada kasus warga negara asing dikenakan mandatory forbidance leave dan apabila dia tetap kerja, dia kena sanksi, izin kerjanya dicabut," tutur Ngurah. (detikcom/d)

Berita Terkait

Headlines

Balap Liar Ganggu Arus Lalu Lintas di Depan Mie Gacoan-SPBU Simpang Mangga Rantauprapat

Headlines

Pemko Medan Bantah Larang Jualan Daging Non Halal, M Sofyan: Menata Usaha Agar Tertib

Headlines

IGD Tetap 24 Jam, RSU Haji Medan Atur Jadwal Rawat Jalan Saat Ramadan

Headlines

Antisipasi Penyakit Masyarakat saat Ramadan, Polres Tanah Karo Amankan 10 Orang dari Rumah Kost

Headlines

DPD Kombat Deliserdang Bagikan Ratusan Paket Takjil di Sunggal

Headlines

Pemkab Tapteng Salurkan 94 Ribu Kilogram Benih Padi ke Petani Pascabencana