Pemerintah Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik dan Harga Elpiji

Redaksi - Jumat, 14 Februari 2020 21:23 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_5352_Pemerintah-Tegaskan-Tidak-Ada-Kenaikan-Tarif-Listrik-dan-Harga-Elpiji.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
republika.co.id
Ilustrasi

Jakarta (SIB)

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan tidak ada kenaikan tarif dasar listrik dan harga gas elpiji ukuran tiga kilogram karena belum ada pembahasan terkait hal tersebut. Justru Menteri Kabinet Indonesia maju merasa heran karena belakangan ini banyak informasi kenaikan harga seperti gas Elpiji 3 kilogram (kg) hingga tarif dasar listrik (TDL).

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir usai rapat koordinasi (rakor) Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP).

Pada rakor tersebut hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Menurut Iskandar, pemerintah sampai saat ini belum pernah menggelar rapat soal kenaikan harga elpiji 3 kg hingga TDL.

"Pemerintah belum pernah, bahkan merapatkan belum ada kenaikan harga gas. Kita belum pernah merapatkan, koordinasikan. Maka itu justru para menteri tadi heran karena tidak pernah rapat, kok ada keluar isu kenaikan harga gas," kata Iskandar di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (13/2).

Iskandar bilang keputusan kenaikan harga gas dan TDL hingga saat ini harus melalui persetujuan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Karena itu, munculnya informasi kenaikan harga tersebut sempat membuat para menteri yang tergabung dalam TPIP heran.

"Sesuai dengan arahan presiden, segala sesuatu kebijakan yang strategis dan berdampak luas ke masyarakat harus dilakukan presiden. Kalau dengar ada kenaikan harga, di rakor dan ratas belum ada rapat sama sekali. Listrik juga sama sekali," ujar dia.

Iskandar menegaskan sampai saat ini belum ada keputusan kenaikan harga untuk gas elpiji 3 kg, tarif listrik, hingga bahan bakar minyak (BBM).

"Selalu diingatkan para bapak ibu menteri, kalau segala sesuatu berdampak ke masyarakat apalagi naikkan harga BBM, TDL, gas itu akan jadi arahan presiden. Belum ada cerita gas naik. Di rakor aja belum ada," ungkap dia.

Sebelumnya, Kementerian ESDM akan mencabut subsidi Elpiji 3 kg. Subsidi tak lagi diberikan per tabung, melainkan langsung ke penerima manfaat.

Nantinya, harga jual 'gas melon' ini akan disesuaikan dengan harga pasar. Jika benar, diperkirakan harganya bisa mencapai Rp 35.000 per tabung.

Kebijakan ini ditargetkan pada pertengahan tahun ini. Diharapkan subsidi Elpiji 3 kg bisa lebih tepat sasaran dengan menyasar langsung kepada penerima manfaatnya yaitu masyarakat miskin.

Namun masyarakat kurang mampu akan tetap mendapatkan harga 'spesial'. Pasalnya, mereka akan tetap mendapatkan subsidi yang diberikan langsung dengan cara ditransfer. (Ant/detikfinance/d)

Berita Terkait

Headlines

PT Sumo Tolak Tudingan Pihaknya Menyebabkan Kebocoran PAD Medan dari Sektor Reklame

Headlines

Cadenazzi Borong Dua Gol, PSMS Hajar Sumsel United

Headlines

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Headlines

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Headlines

Jamintel Kejagung Paparkan Pengawasan DD, Ini Respon Bupati Labura

Headlines

Tujuh Rumuh di Desa Kutabangun Karo, Diterjang Angin Puting Beliung