Kapal Pesiar Belum Respons Permintaan Tunda Singgah ke Sabang Cegah Corona

Redaksi - Jumat, 14 Februari 2020 21:25 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_8147_Kapal-Pesiar-Belum-Respons-Permintaan-Tunda-Singgah-ke-Sabang-Cegah-Corona.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
news.detik.com
Ilustrasi

Banda Aceh (SIB)

Kapal pesiar MS Artania Cruise yang membawa 1.200 wisatawan diminta untuk menunda kedatangan ke Sabang. Pihak kapal belum merespons.

Permintaan penundaan kedatangan kapal pesiar tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi yang digelar Kamis (13/2). Rapat dilaksanakan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) dengan Forkopimda Sabang, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina Kesehatan Pelabuhan dan pelaku bisnis pariwisata Sabang.

"Semua setuju dengan surat dari Wali Kota Sabang untuk menunda kedatangan kapal cruise MS Artania pada Minggu 16 Februari mendatang. Alasan lain juga RSU Sabang belum punya fasilitas perawatan bagi yang terkena suspect virus corona," kata Deputi Komersial dan Investasi BPKS, Agus Salim saat dikonfirmasi.

Menurutnya, BPKS sudah mengirimkan surat permintaan penundaan tersebut ke pihak kapal MS Artania Cruise. Namun belum ditanggapi.

"Sejak terbitnya surat dari pak wali selaku pimpinan daerah, shipping agent (sea asih line) sudah menyuratin general agent semalam. Namun belum ada balasan," jelas Agus.

Agus menjelaskan, BPKS ke depan akan berkoordinasi dengan Kemenko Maritim, Kemenpar serta Kemenhub terkait isu virus corona. Hal itu dilakukan agar tidak mengganggu wisatawan ke Sabang.

"Sabang dikenal sebagai destinasi wisata dan jangan sampai memberi dampak penurunan pada tahun-tahun mendatang (gara-gara isu virus corona)," bebernya.

Untuk tahun ini, BPKS menargetkan 20 kapal pesiar serta 150 yachts singgah di Sabang. Tahun lalu, jumlah cruise yang berkunjung ke ujung barat Indonesia sebanyak 10 kapal, dan yacth (kapal layar) ada 105 kapal.

Seperti diketahui, Wali Kota Sabang, Nazaruddin meminta kedatangan kapal pesiar MS Artania Cruise ditunda untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Sejatinya, kapal yang mengangkut 1.200 wisatawan itu tiba di Sabang pada Minggu 16 Februari mendatang.

Surat permintaan penundaan kedatangan kapal pesiar tersebut dikirim Nazaruddin ke Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). Surat bernomor 556/0933 tersebut diteken pada Rabu (12/2).

"Kita minta pihak BPKS menunda sementara waktu kedatangan kapal pesiar ke Sabang. Dan ini demi menjaga Sabang sebagai kota wisata aman dari penyakit virus corona yang saat ini sedang mewabah diberbagai negara," kata Nazaruddin kepada wartawan. (detikcom/c)

Berita Terkait

Headlines

Pemko Medan Bantah Larang Jualan Daging Non Halal, M Sofyan: Menata Usaha Agar Tertib

Headlines

IGD Tetap 24 Jam, RSU Haji Medan Atur Jadwal Rawat Jalan Saat Ramadan

Headlines

Antisipasi Penyakit Masyarakat saat Ramadan, Polres Tanah Karo Amankan 10 Orang dari Rumah Kost

Headlines

DPD Kombat Deliserdang Bagikan Ratusan Paket Takjil di Sunggal

Headlines

Pemkab Tapteng Salurkan 94 Ribu Kilogram Benih Padi ke Petani Pascabencana

Headlines

Terlibat Kasus Ganja, 3 Pria Diamankan Polisi