Jayapura (SIB)
Tim DVI RS Bhayangkara Polda Papua berhasil mengidentifikasi jenazah 12 korban kecelakaan heli MI-17 TNI AD yang jatuh di Pengunungan Bintang, Papua. 12 jenazah korban berasal dari sebelas kantong jenazah yang dievakuasi ke RS Bhayangkara.
"Dari sebelas kantong jenazah yang dibawa ke RS Bhayangkara, Tim DVI telah melakukan pemeriksaan identifikasi pada Sabtu (15/2) pukul 11.40 WIT melalui pemeriksaan post mortem dan penelusuran ante mortem yang kami lakukan, selanjutnya kami melakukan sidang pencocokan/rekonsiliasi/matching proses dan hasil telah final," ujar Ketua Tim DVI Mabes Polri Kombes Pol drg. Agustinus, MHT dalam jumpa persnya di RS Bhayangkara, Polda Papua, Minggu (16/2).
Diketahui, Heli MI-17 hilang kontak pada Jumat, 28 Juni 2019, saat terbang dari Bandara Oksibil, Papua. Helikopter saat itu terbang menuju Bandara Sentani, Jayapura.
Helikopter mengangkut 12 orang, terdiri atas 7 orang kru dan 5 personel Satgas Yonif 725/Woroagi. Heli ini digunakan dalam misi pengiriman logistik ke pos udara pengamanan perbatasan (pamtas) di Distrik Okbibab, Pegunungan Bintang.
Ke-12 korban yang telah teridentifikasi yakni: Kapten CPN Aris Afik, Kapten Bambang Saputra, Lettu Ahwar Affandy, Serka Suriatna Wijaya Kusuma, Praka Dwi Purnomo, Pratu Asharul Mashudi, Sertu Dita llham, Serda Ikrar Satya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sudjono Kaimuddin dan Prada Tegar Hadi. (detikcom/q)