Menlu Pastikan WNI yang Berada di Kapal Pesiar Negatif Corona

Redaksi - Selasa, 18 Februari 2020 10:29 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_1794_Menlu-Pastikan-WNI-yang-Berada-di-Kapal-Pesiar-Negatif-Corona.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
nasional.kompas.com
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi memastikan 78 kru kapal pesiar Diamond Princess tidak perlu diobservasi usai menjalani karantina di kapal pesiar tersebut. Pihaknya terus memantau perkembangan terakhir ke-78 WNI yang ada di sana.

Jakarta (SIB)

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi memastikan 78 kru kapal pesiar Diamond Princess tidak perlu diobservasi usai menjalani karantina di kapal pesiar tersebut. Pihaknya terus memantau perkembangan terakhir ke-78 WNI yang ada di sana.

"Berdasarkan informasi dari otoritas Jepang, maka mereka kembali sudah tak memerlukan masa observasi lagi. Karena masa observasi sudah dilaksanakan di kapal tersebut. Jadi saya akan terus berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan," ujar Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/2).

Kapal pesiar Diamond Princess masih menjalani karantina sejak awal Februari di Yokohama, Jepang, lantaran wabah virus Corona COVID-19. Retno mengatakan ke-78 WNI masih dalam keadaan sehat dan negatif Corona.

"Kita terus melakukan komunikasi dengan mereka, sampai detik terakhir mereka masih dalam kondisi baik dengan kondisi spirit yang cukup baik," ujar Retno.

Kasus virus Corona dari kapal pesiar ini menjadi kasus klaster virus Corona terbesar kedua di luar China daratan, yang menjadi pusat wabah ini. Sudah 454 orang yang positif virus Corona dari kapal pesiar tersebut.

Lebih dari 3.700 orang di dalam kapal pesiar itu tidak diperbolehkan turun hingga karantina berakhir pada Rabu (19/2) mendatang. Kebanyakan dari penumpang hanya berdiam di dalam kabin masing-masing dan hanya sesekali keluar ke balkon, dengan memakai masker.

Sudah Pulang

Pemerintah Indonesia juga mengonfirmasi ada 362 WNI yang bekerja sebagai kru kapal pesiar MS Westerdam yang berlabuh di Kamboja. Pemerintah memastikan mereka dalam keadaan sehat dan tidak terjangkit virus Corona COVID-19.

"WNI kru kita adalah kru yang terbesar. Jumlahnya 362. Nah dari 362 ini, pada saat mereka berlabuh, mereka dalam kondisi sehat," kata Retno Marsudi.

Dari 362 kru WNI, 27 di antaranya sudah pulang ke Indonesia karena masa kontrak kerjanya selesai. Total kru yang masa kerjanya selesai sebanyak 60.

"Nah oleh karena itu semula ada 60 orang yang memang kontrak kerjanya sudah selesai dan mengatakan akan pulang. Tapi kemudian ada beberapa di antaranya yang kemudian di perpanjang masa kontrak kerjanya. Sehingga yang sudah kembali di Indonesia adalah 27 orang," kata Retno.

Retno memastikan 27 WNI yang pulang dalam keadaan sehat. Mereka juga sudah mengisi health alert card.

"Dan mereka juga begitu tiba sudah dilakukan pengecekan semua oleh tim Kementerian Kesehatan. Diberikan juga health alert card dan sejauh ini mereka ada dalam kondisi sehat," ujar Retno.

Holland America, selaku operator kapal pesiar MS Westerdam menyatakan, pihaknya sedang dalam 'koordinasi erat' dengan otoritas Malaysia dan Kamboja, bersama para pakar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Sebanyak 233 penumpang dan 747 awak kini masih ada di dalam kapal pesiar MS Westerdam, yang masih berlabuh di Sihanoukville, Kamboja. Otoritas setempat sebelumnya mengizinkan para penumpang turun secara bertahap sesuai dengan jadwal penerbangan mereka, tapi kini orang-orang yang masih ada di kapal menuturkan kepada AFP bahwa mereka tidak diizinkan turun. (detikcom/d)

Berita Terkait

Headlines

Ramadan Bawa Berkah, Jajanan Pinggir Jalan Diserbu Pembeli

Headlines

Respon cepat, Polres Tanjungbalai Gerak Cepat Salurkan Bantuan Kepada Lansia

Headlines

Sekdakab Tapteng Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Mengatasnamakannya

Headlines

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Headlines

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Headlines

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan