Ngaku Tak Punya Musuh, Ketum PA 212 Slamet Maarif Kaget Rumahnya Diteror

Redaksi - Rabu, 19 Februari 2020 19:26 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_5820_Ngaku-Tak-Punya-Musuh--Ketum-PA-212-Slamet-Maarif-Kaget-Rumahnya-Diteror.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
news.detik.com
Rumah Slamet Maarif dilempari batu oleh OTK

Depok (SIB)

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengaku kaget akan aksi teror pelemparan batu di rumahnya di kawasan Cimanggis, Depok. Sebab, Slamet sendiri mengaku sebelumnya tidak pernah punya masalah dengan orang lain.

"Nggak ada. Sampai saat ini saya tidak punya masalah pribadi dengan siapa pun dan kayaknya nggak punya musuh ya," kata Slamet usai melapor di Polresta Depok, Jl Margonda Raya, Depok, Selasa (18/2).

Slamet mengaitkan aksi pelemparan batu ini dengan ceramahnya. Dia juga menduga aksi ini terkait rencana aksi 212 pada 21 Februari 2020.

"Cuma dua kemungkinan, orang yang panik dengan aksi kita besok. Yang kedua, mungkin orang yang tidak suka dengan beberapa ceramah saya akhir-akhir ini yang membahas tentang bahaya bangkitnya komunis dan bahaya korupsi di Indonesia yang sudah akut begitu," tutur Slamet.

Slamet juga mengaku sebelumnya tidak pernah menerima teror, baik melalui sambungan telepon maupun surat kaleng atau lainnya. Dia pun merasa kaget atas datangnya teror secara tiba-tiba ini.

"Nggak ada, kalau untuk saat ini nggak ada. Makanya kita juga kaget tiba-tiba muncul teror ini," imbuh Slamet.

Slamet menyebutkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi. Aksi pelemparan terjadi dua kali dan yang kedua terjadi saat dia sedang melaksanakan salat Subuh di masjid.

"Saya hari ini melaporkan atas kejadian teror yang menimpa saya dan keluarga saya di mana tadi pagi jam 03.00 WIB lebih ada 2 orang yang mengendarai sepeda motor yang melempar batu ke arah jendela kaca rumah saya dan kaca jendela hancur dua-duanya," jelasnya.

Aksi pelemparan batu itu mengenai jendela ruangan yang dijadikan musala. Tidak ada korban jiwa saat itu.

"Kemudian sejam kemudian, kira-kira jam 05.20 WIB, ketika saya sedang salat Subuh di masjid, teror yang kedua juga terjadi.

Mereka melempar pintu dan tembok rumah saya dengan batu bata yang berwarna merah. Jadi ini teror yang mengakibatkan kerusakan, ini pasalnya pasal kerusakan," tandasnya. (detikcom/q)

Berita Terkait

Headlines

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Headlines

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Headlines

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Headlines

Ramadan 1447 H, Pemkab Labura Ajak 8 Ustadz Kunjungi Delapan Masjid

Headlines

Sungai Simanggar Alami Sedimentasi, Bupati Batubara Minta Penanganan Cepat PSDA Provinsi Sumut

Headlines

Sebulan Diburon, Polsek Tanjungmorawa Tangkap Pelaku Curanmor