Medan (SIB)
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sumut membantah Musa Rajekshah alias Ijeck mengantongi restu dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto untuk menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025.
"Kalau Ketua Umum menerima kunjungan jangan disalahartikan bahwa itu adalah restu atau rekomendasi," kata Sekretaris DPD Golkar Sumut H Amas Muda Siregar kepada wartawan, Rabu (19/2) saat diminta tanggapan pernyataan Ketua Kosgoro 1957 Sumut Riza Fakhrumi Tahir menyebut Musa Rajekshah telah mengantongi restu dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto untuk menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025.
Ia mengakui Ketua Umum Golkar tidak bisa menolak kunjungan tamu. "Andaikan pun sudah ada restu atau rekomendasi pasti tidak hanya cakap-cakap, pasti ada surat. Kalau sudah ada itu tunjukkan lah," tantangnya.
Amas melihat manuver yang dilakukan Riza Fakhrumi Tahir adalah hal yang biasa. Apalagi, koleganya tersebut mendukung Musa Rajekshah. "Kita melihatnya biasa aja," sebutnya.
Ia masih yakin yang akan menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sumut priode 2020-2025 adalah Yasir Ridho Lobis, kader murni yang memulai karir dari bawah. "Dia (Yasir) juga punya jabatan yakni Wakil Ketua DPRD Sumut," sebutnya.
Menurutnya, pemberlakuan diskresi atau kebijakan ketua umum untuk Musda X DPD Partai Golkar Sumut apabila ada kebutuhan khusus atau mendesak. "Jadi diskresi itu kalau memang tidak ada yang mau jadi Ketua Golkar, baru diskresi dibuat. Ini kan tidak, ada kader yang saat ini menjabat Ketua Harian dan Pimpinan DPRD Sumut berniat maju, jadi tidak mungkin ada diskresi," tegasnya.
Terpisah, Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut Dr Ahmad Doli Kurnia Tandjung balik bertanya mengenai adanya klaim Ijeck telah mendapatkan restu dari Airlangga Hartarto. "Restu apa ini," tanya Doli.
Golkar akan mengedepankan aturan dalam proses pelaksanaan Musda yang rencananya akan digelar sebelum 5 Maret 2020. "Kita akan membuat Musda berjalan se demokratis mungkin. Tapi juga harus membuat aturan-aturan organisasi," katanya.
"Ini kan memang untuk jadi pengurus, untuk jadi pemimpin di Partai Golkar mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota sudah diatur di dalam AD/ART dan kemudian ada PO (Peraturan Organisasi) dan Juklak (Petunjuk Pelaksana)," sebut Ketua Komisi II DPR RI itu.
Ia belum bisa memastikan apakah Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah alias Ijeck memenuhi syarat untuk bisa maju pada arena Musda mendatang. Selain nama Ijeck, Yasir Ridho Loebis juga ikut meramaikan calon Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025.
"Nanti kita lihat. Kita belum bisa memastikan data apa yang masuk. Nanti akan ketahuan apakah dia memenuhi syarat atau tidak," bebernya. Ketika ditanya Musa Rajekshah adalah kader Partai Golkar, ia dengan tegas menjawab tidak. "Setahu saya pak Ijeck belum pernah jadi kader Golkar," tuturnya. (M17/f)